It'S Me Kajesa

It'S Me Kajesa
Bab 43 Jalan



“Pagi Mama, pagi Caca!” sapa Rara


“Pagi sayang” sapa Mama balik


“Pagi kak, tadi kok aku panggil untuk sholat subuh nggak ada sautan sama sekali yaa tapi adanya suara air?” tanya Caca menyindir


“Ada kok ada orang” jawab Rara gelagapan


“Tapi kok nggak ada sahutan dari kamar yaa?” tanya Caca kembali


“Mmmm...” kata Rara tak bisa menjawab namun mukanya sudah merah


“Udah sih Ca, makanya nikah biar tau jawaban kakak kamu” ucap Mama


“Iya itu benar makanya nikah” tambah Rara


“Jadi benar, sampai jam berapa?” goda Caca


“Idihh kepo” jawab Rara


Kemudian mereka memasak bersama, setelah memasak Rara memanggil suaminya dan Caca memanggil papanya untuk sarapan.


Setelah sarapan Papa Aditya bertanya kepada Devano.


“Kamu hari ini ke kantor?” tanya Papa


“Iya pah ada pekerjaan yang harus aku atasi” jawab Devano


Kemudian Rara dan Devano kembali ke kamarnya karena Devano akan berangkat ke kantor.


“Sayang cuti kamu sudah habis?” Rara sudah tidak malu menggunakan kata ‘sayang’ namun masih sedikit canggung.


“Iya banyak pekerjaan yang udah aku tinggalin, kamu di rumah gapapa kan?” Devano bertanya balik pada Rara.


“Iya mas lagi pula ada Caca kan” jawab Rara


“Sayang ini kamu pegang ya untuk kamu gunakan” Devano menyerahkan kartu kredit, dan kartu atm kepada Rara.


“Iya mas makasih aku akan gunakan seperlunya” ucap Rara


“Kamu bisa buat belanja sesuka kamu sayang” kata Devano


“Iya mas makasih ya” jawab Rara


“Ya udah yuk ke bawah aku mau berangkat"


Kemudian mereka turun ke bawah.


Rara menghantarkan suaminya sampai di depan pintu kemudian ia menyalami Devano dan begitu pula yang mencium kening Rara. Setelah Devano berangkat Rara masuk dan menyusul Caca di ruang keluarga menonton tv.


"Ca Oma kemana?" tanya Rara setelah duduk di sofa.


"Oma ada di kamarnya" jawab Caca


"Aku mau ambil minum dulu ya kak" kata Caca


"Sekalian dong adikku yang cantik" ujar Rara


"Iya iya sekalinya butuh aja muji, tapi emang Caca cantik" kata Caca dengan melangkah ke dapur


Kemudian Caca datang membawa dua gelas minuman untuk dirinya dan Rara.


Mereka melanjutkan menonton televisi dan sesekali diiringi candaan dan obrolan ringan, setelah beberapa menit Caca mengeluh kepada Rara, “Kak keluar yuk bosen nih” ajak Caca.


“Kemana?” tanya Rara.


“Kemana aja” jawab Caca.


Tiba –tiba ponsel Rara berdering dan ada panggilan masuk dari Dino teman sekolahnya.


📞


Chairara


“Halo Din? Ada apa?”


📞


Dino


📞


Chairara


“Kapan Din?”


📞


Dino


“Hari ini bisa?”


📞


Chairara


“Oke setengah jam lagi di cafe xx”


📞


Dino


“Oke gue tunggu yaa.”


“Ca temenin kakak ketemu Dino yuk?” ajak Rara


“Dimana?” tanya Caca


“Di cafe xx setengah jam lagi” jawab Rara


“Oke Caca siap-siap dulu” ujar Caca


“Kakak juga” kata Rara


Kemudian mereka masuk ke dalam kamar mereka masing-masing untuk bersiap-siap. Setelah selesai bersiap-siap mereka turun kembali.


“Eh kak kemarin ada yang ngirim mobil waktu kakak adi Bali ini kuncinya, mobil baru ya?” Caca menyerahkan kunci mobil Rara


“Iya hadiah pernikahan dari Mas Vano” jawab Rara


“Udah yuk pergi” tambah Rara


Kemudian mereka pergi namun berpamitan terlebih dahulu kepada Oma Ratna agar tidak mencari mereka.


“Oma Rara masuk ya?” Rara mengetuk pintu kamar oma


“Iya sayang masuk saja” jawab Oma dari dalam


“Oma Rara sama Caca pergi keluar sebentar ya bertemu teman” pamit Rara


“Iya sayang hati hati ya” kata Oma


“Iya oma , assalamualaikum” Rara menyalami Oma Ratna kemudian keluar dari kamar oma.


"Dada Oma Caca mau jalan dulu sama kakak ipar assalamualaikum" Caca pun ikut menyalami Oma Ratna.


"Iya waalaikumsalam jangan ngebut ya bawa mobilnya" ucap Oma


Caca pun mengacungi jempolnya tanda setuju.


~Bersambunggg


Makasih yang udah tetap stay di novel aku, maaf untuk keterlambatannya.


Jangan lupa like, komen, dan votenya yaa.


Happy Reading:)