
Setelah Devano mengakhiri ciuman mereka karena dirasa Rara sudah kehabisan nafas pun menatap wajah Rara yang sedang mengatur nafasnya kembali. Devano melihat setiap wajah Rara dan mengelus wajah Rara yang mulus.
Rara sedikit terkejut dan ia menelan salivanya dengan susah karena tubuhnya yang sudah menegang. Devano yang melihat mata Rara dan pada akhirnya mata mereka saling beradu.
Wajah Rara pun semakin merah karena telah beradu pandang dengan Devano.
Setelah bibir Devano berpindah ke leher jenjang istrinya dengan tangannya menggerayangi masuk ke dalam baju Rara dan mulai meremas dua gundukan Rara dan ia meninggalkan stempel kepemiikan di leher Rara dan ia pun mulai ******* dua gundukan Rara sambil membuka kancing piyama Rara.
Rara yang sudah hanyut dalam suasana pun masih menahan desahannya agar tidak keluar dari mulutnya ia masih menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan desahan.
“Sudah keluarkan saja sayang,” kata Devano yang sudah semakin menelusuri tubuh Rara.
“Aaahh,” akhirnya Rara mengeluarkan desahannya, mendengar itu Devano semakin semangat.
Dan setelah puas menelusuri tubuh Rara Devano pun menyatukan antara ia bagian ia dengan mahkota Rara.
“Aawww,” rintih Rara yang sudah mencengkram bahu Devano dan menarik seprai kasur ia sudah menitikkan air matanya.
“Maaf sayang aku akan lebih pelan,” kata Devano Rara hanya menganggukkan kepalanya.
“Mas sakitt!” Rara merintih kembali saat Devano semakin memasukkannya.
Ia mencengkram kuat bahu Devano dan seprai.
“Terimakasih sayang aku mencintaimu” bisik Devano dan kemudian mengecup kening Rara dan semakin menerobos mahkota Rara hingga keluar bercak darah milik Rara.
Setelah itu Devano melakukannya dengan pelan. Setelah selesai Devano mengeluarkan miliknya dari milik Rara dan kemudian mereka terlelap Rara menenggelamkan wajahnya ke dalam dada bidang suaminya dan Devano pun memeluk Rara seraya mengecup kening Rara
Pagi harinya Rara bangun terlebih dahulu dan ia akan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya namun tiba-tiba bagian intinya terasa perih.
“Aww,” teriak Rara yang tubuhnya masih tertutupi oleh selimut.
“Sayang kamu kenapa?” tanya Devano.
“Ituku perih mas aku nggak bisa jalan,” jawab Rara dengan menundukkan kepalanya karena malu.
Chaira POV
Walaupun bagian intiku terasa sakit aku bahagia karena aku sanggup menjaga 1 bagian terpenting di dalam tubuhku hingga 18 tahun dan kini aku memberikannya kepada suami sahku yang telah aku cinta sekarang. Entah mulai kapan aku mencintainya namun aku merasa saat ini aku tidak ingin kehilangannya sampai maut memisahkan walaupun nantinya ada orang yang mengganggu rumah tangga kami dan ingin menghancurkannya aku tetap akan mempertahankan rumah tanggaku hingga akhir hayatku.
Untuk suamiku aku ingin mengatakan terimakasih banyak telah menjadi bagian dari hidupku aku ingin kita bahagia sampai tuhan memisahkan kita. Dan semoga tuhan cepat memberikan malaikat kecil di dalam rahimku.
Terimakasih telah menerimaku apa adanya dengan sifatku yang masih seperti ini aku harap kamu bisa menghadapiku dengan segala sifatku yang masih kekanak-kanakan.
Aku mencintaimu suamiku, Devano Abraham!
~Bersambunggg
Terimakasih telah membaca karya aku maaf jika aku terlambat untuk up namun jika aku up jangan lupa untuk like, komen, dan votenya yaa!
Supaya kita bagi hasil, aku memberikan karya yang aku tulis sebaik mungkin kalian memberikan apresiasi kepadaku dengan cara like, komen, dan vote ditambahkan juga ke favorit yaa!
Jika ada votenya aku up lebih dari biasanya☺️