
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit mereka sampai di Universitas terbaik di kotanya.
"Ca semoga kita sekelas ya" kata Rara sambil bersiap turun dari mobil
"Heem aku juga maunya gitu biar ngga harus dapet temen banyak" Caca sibuk merapikan hijabnya
"Yuk turun berkas-berkas lo udah kan" Rara mengambil map yang berisi berkas-berkas untuk mendaftar
"Ini udah yuk buruan nanti habis itu nonton ya Ra" Caca membawa berkasnya sambil bertanya pada Rara
"Okeyy eh Ca lo nyadar ga sih bentar lagi puasa" Rara mengingatkan
"Eh iya bentar lagi puasa gue baru inget ya" Caca menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Mereka masuk di ruang pendaftaran dan menyerahkan berkasnya karena mereka sudah pasti diterima karena melewati jalur undangan.
Setelah itu mereka akan pergi ke salah satu mall untuk hangout bersama.
Tapi di koridor ada yang menabrak Rara
Bruk!
"Sorry sorry lo gapapa?" tanya anak itu yang terkejut karena menabrak Rara
"Mm gue gapapa kok" jawab Rara
"Beneran? Sorry ya gue ga sengaja" kata anak itu
"Iya gapapa" Rara yang membersihkan tangannya yang sedikit kotor karena terkena debu
"Oh iya kenalin gue Stepanie Azzara biasa dipanggil Zara" ia mengenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya
"Gue Chaira panggil aja Rara" Rara membalas uluran tangan Zara
"Dan kenalin ini sahabat gue namanya Clarissa biasa dipanggil Caca" Rara mengenalkan Caca
"Hai gue Zara" Zara juga mengulurkan tangannya kepada Caca
"Gue Caca" Caca membalas dengan tersenyum
"Kalian daftar di sini juga?" Zara bertanya pada dua gadis di hadapannya
"Kita cuma nyerahin berkas aja soalnya lewat jalur undangan" Rara menjelaskan
"Loh samaan gue juga kalian masuk jurusan mana?" Zara bertanya kembali
"Kita masuk manajemen" Caca yang sedari tadi diam ikut bicara
"Semoga kita sekelas ya kalian mau kan jadi temen gue?" Zara bertanya tulus
Rara melirik Caca dan tersenyum
"Ya maulah" mereka kompak menjawab
"Tukeran kontak yaa" Zara mengeluarkan ponselnya
"Inih nomer gue sama Caca" Rara menunjukkan ponselnya
"Makasih" Zara senang karena ia mendapat sahabat
"Eitt dalam kamus kita sahabat tidak ada kata makasih dan maaf" elak Caca
"Zara lo mau ikut kita ngga kita mau hangout untuk melepas lelah setelah UN" Rara bertanya
"Kalau boleh sih iya" Zara menerima ajakan Rara
"Yaudah yuk tapi lo bawa kendaraan ngga?" Caca ikut bertanya
"Ngga sih tadi gue dianter kakak gue dan dia sekarang ada kelas" jawab Zara
"Okey deh kita berangkat sekarang" Rara menarik kedua tangan sahabatnya
Setelah itu mereka menuju parkiran dan menaiki mobil Rara kemudian berangkat ke salah satu mall terbesar di kotanya
Beberapa menit kemudian mereka sampai dan langsung turun
"Kita beli tiket nonton dulu ya habis itu makan gue laper nih" kata Caca sambil cengengesan karena ia mudah lapar
"Mau nonton apa dulu?" tanya Zara
"Gimana kalau aku tahu kapan kamu mati?" Rara memberikan usul
"Boleh tuh kan habis makan gapapa nonton yang serem" kata Caca
"Iya boleh juga tuh" Zara menimpali
Mereka pun menuju XXI untuk membeli tiket terlebih dahulu dan setelah itu menuju salah satu restoran yang ada di food court
"Kalian mau pesen apa?" tanya
"Gue mau beef teriyaki aja sama minumnya lemon tea" jawab Zara yang membaca buku menu
"Lo apa Ra?" Caca bertanya kepada Rara yang sedang mencari ponselnya di poucg bagnya
"Gue ramen aja minumnya Red velvet aja" Rara masih fokus mencari ponselnya yang belum ketemu
"Kalo gue mau Ramen, beef teriyaki, sama sushi ya mbak minumnya Green tea" Caca menyebutkan menu yang ia pesan
"Oke ditunggu sebentar ya kak" kata pelayan itu
"Lo kuat Ca makan sebanyak itu?" Zara penasaran dengan porsi makan Caca karena ia baru kenal
"Lo ga tau kalo lagi bener-bener kelaparan lebih parah dari ini" Rara yang ikut nimbrung karena ponselnya sudah ketemu
"Gue laper banget tadi sarapan cuma dikit" kata Caca yang melihat sekitarnya
"Eh Ra, Ra liat itu si Sisca" kata Caca yang menggoyang-goyangkan tangan Rara
"Apaan sihh" Rara asyik dengan ponselnya
"Itu liat Sisca gue mau foto dia mau gue kirim ke ayah sama papa kalau masalah sama Kak Devano itu udah selesai tapi dia yang memperpanjang, dan biar lo cepet tunangan sama kakak gue" Caca sudah mengambil gambar Sisca dengan kekasih selingkuhannya dari Devano
"Lo kenal sama Fransisca?" Zara yang tidak mengerti apapun bertanya
"Keren. Jadi kakak lo mau tunangan sama Rara?" Zara yang masih kepo dengan semuanya
"Udah si biarin gue ngga mau ikut campur sama masalah dia" Rara yang bodo amat dengan apa yang terjadi
Beberapa menit menunggu pesanan mereka datang.
Dan saat pesanan mereka datang ponsel Rara berdering dan Rara pun menjawab telephone dari Devano
📞
Devano
"Assalamualaikum Ra" salam Devano
📞
Chairara
"Waalaikumsalam kak ada apa?" tanya Rara
📞
Devano
"Kamu ada di restoran xx di mall xx kan?" Devano balik bertanya
📞
Chairara
"Iya kak kenapa?" tanya Rara kembali
📞
Devano
"Okey tunggu sebentar" balas Devano
Kemudian telephone dimatikan salah satu pihak
"Siapa Ra yang telephone?" tanya Zara
"Kak Devano" jawab Rara singkat
"Alhamdulillah doaku di kabulkan oleh Allah" sambung Caca cepat
"Lo doain gue apaan?" tanya Rara sinis sembari meminum Red velvetnya
"Ga usah sinis juga kalikk gue cuma doain semoga lo bisa deket lagi sama Kak Devano" jawab Caca yang menyuapkan sushi ke dalam mulutnya
Saat Rara hampir menyuapkan makanannya ke dalam mulutnya Devano datang
"Rara" panggil Devano
"Lho kakak ngapain kesini?" tanya Caca
"Gue manggil Rara ni adek gue budek apa?" kata Devano sewot
"Ya kan Caca tanya" Caca dengan ketus menjawab
"Ra gue mau ngomong" kata Devano lembut
"Ngomong aja kak" jawab Rara yang mengarah kepada Devano
"Ngga di sini di lain tempat" Devano mengajak Rara
"Ya udah yuk, gue tinggal dulu ya" kata Rara
"Lha ntar kita pulang naik apa? Ini yang bayar siapa tiket nonton ada di lo Ra" cerocos Caca untuk mengode Devano
"Nih uangnya ini bawa mobil kakak aja ntar kakak pulang bareng Rara" Devano menyerahkan uang kepada Caca
"Nih tiketnya" Rara menyerahkan tiketnya
"Makasih kakak dan kakak ipar, tapi kak aku mau shoping juga" Caca memberi kode agar diberi uang oleh Devano
"Ini nihh berisik aja" Devano menyerahkan sejumlah uang kepada Caca
"Ohh iya kak uang bulananku dari papa juga udah habis mau minta sama mama takut" Caca memelas kepada Devano
"Ca lo mau manfaatin kakak lo ya?" tanya Zara tiba-tiba
"Ngga cuma gue ngga mau lepasin seoulmate gue gitu aja" kata Caca sinis
"Ya Allah ampuni hambamu minta berapa sih?" tanya Devano
"Mm kan dari papa bentar lagi dapet dari mama juga yaudah aku minta 5 aja untuk cadangan" kata Caca sambil tersenyum sok cute
"Sumpah ni anak manfaatin gue banget untuk morotin kak Devano" kata Rara
"Shuttt udah sana pergi gue udah ditransfer nih hati-hati ya semoga bahagia" kata Caca dengan semangat
Mereka pun menuju Cafe lain dan memilih tempat duduk
Setelah pesan Devano membuka suara
"Ra sebenernya aku mau ngomong serius sama kamu Ra" Devano mengawali pembicaraan
"Ngomong apa kak?" tanya Rara
"Sebenernya..." ucapan Devano menggantung karena ia masih takut jika Rara menghindar
~Bersambunggg
Terimakasih sudah membaca🙏🏻
Mohon maaf jika masih ada kekurangan😟
Jangan lupa like and komen☺️