It'S Me Kajesa

It'S Me Kajesa
Bab 10 Rencana



Kemudian Rara menghampiri ayahnya.


"Assalamualaikum ayah, ayah udah nunggu lama?" tanya Rara sembari mencium punggung tangan ayahnya.


"Waalaikumsalam salam belum kok ayah baru saja sampai. Yuk langsung pulang" kata ayah.


"Yah kok tumben ayah jemput Rara?" tanya Rara penasaran


"Ada yang ayah mau omongin nanti di rumah sama bunda" kata ayah


"Oh iya gimana nilai kamu lulus ga?" tanya ayah


"Alhamdulillah Rara lulus dengan nilai yang terbaik" jawab Rara


"Selamat ya sayang perjuangan kamu selama ini tidak sia-sia" kata ayah


"Iya ayah ini juga berkat doa ayah dan bunda" ujar Rara


Setelah beberapa menit mobil ayah memasuki garasi rumah Rara.


"Assalamualaikum Bunda" salam Rara kepada bunda


"Waalaikumsalam sayang gimana hasil ujiannya?" tanya bunda


"Alhamdulillah bunda Rara lulus dengan nilai tertinggi di sekolah" jawab Rara dengan senang


"Ya udah ayok masuk ke dalam makan siang sudah siap" ajak bunda


"Ehem ehem suami sendiri dilupakan ini" canda ayah


"Ehh iya bunda lupa hehe ayok masuk yah" ajak bunda kepada ayah


Mereka pun makan siang bersama setelah selesai makan siang ayah membuka suara


"Rara kamu ada rencana ngga mau kuliah dimana?" tanya Ayah


"Rara pengennya sih di Universitas B yah selain disana favorit kan juga deket dari rumah jadi Rara ngga harus ngekos" jawab Rara


"Emang jadinya ambil jurusan apa sayang?" tanya bunda


"Rara pengen ambil jurusan manajemen bun, Rara mau nglanjutin restoran ayah, boleh kan yah?" tanya Rara


"Ya boleh dong nak kamu kan anak ayah masak anak sendiri ngga boleh nerusin usaha orang tuanya, nanti siapa kalau bukan Rara yang nerusin kan anak ayah cuma Rara" jelas ayah


"Okey makasih ayah" kata Rara


"Sama-sama sayang" jawab ayah


"Oh iya Rara ada yang ayah mau sampaikan nak" kata ayah


"Ada apa ayah?" tanya Rara


"Lho siapa yah?" tanya Rara kembali


"Calon suami kamu" kata ayah


"Hah? Calon suami Rara? Ayah ngga bercanda kan? Rara ini baru lulus lho yah" ujar Rara tidak percaya


"Ayah serius ayah sudah menjodohkan kamu dengan anak sahabat ayah, ayah menjodohkan kamu sebelum kamu lahir" terang ayah


"Ngga yah ngga, Rara ngga mau menikah Rara masih muda Rara belum kuliah" tolak Rara


"Tidak! Kamu harus mau" bentak Ayah


"Ayah sabar bicarakan dengan baik" kata bunda menenangkan ayah


"Tapi yah Rara masih ingin kuliah Rara ingin meraih mimpi Rara" kata Rara


"Ayah sudah bicarakan itu semua dengan sahabat ayah, kamu akan tetap kuliah setelah menikah" jawab ayah


"Baik kalau itu keputusan ayah" kata Rara yang hampir menjatuhkan air matanya.


"Terimakasih nak kamu telah menerima keputusan ayah" ucap ayah sembari memeluk anak semata wayangnya.


Rara pun menangis dipelukan bunda


"Sabar ya sayang mungkin ini keputusan yang terbaik dari ayah untuk Rara" kata bunda sambil menenangkan Rara


"Iya bunda insyaallah Rara terima dengan ikhlas" jawab Rara


"Makasih ya sayang kamu mau mengikuti keputusan ayah" ucap ayah


"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat gih" kata bunda


"Iya tapi ditemani bunda ya" pinta Rara


"Baiklah" jawab bunda


Bunda dan Rara naik ke kamara Rara. Kemudian Rara berbaring dan diikuti bunda.


Tiba-tiba Rara memeluk bunda dan bunda pun membalasnya.


~Bersambunggg..


Ps: Jangan lupa vote, like, and komen ya teman-teman.


Makasih udah baca novel aku yang ceritanya cuma cerita gaje aja


Dan jangan lupa follow akunku inii ya


Terimakasih 🙏🏻