It'S Me Kajesa

It'S Me Kajesa
Bab 27 Pengajian



Semua keluarga sudah memberikan selamat kepada Rara dan Devano. Kini acara demi acara sudah selesai keluarga Rara dan Devano pun pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat karena besok pagi mereka akan ada pengajian di rumah Devano.


Keluarga Rara dan Devano sudah berada di rumah Keluarga Devano untuk acara pengajian pernikahan Devano dan Rara.


Rara menyalami tamu yang datang. Pada saat tamu sudah datang semua Devano mengajak Rara masuk karena acara hampir dimulai.


"Mas semoga dengan adanya acara ini rumah tangga kita sakinah ya" ucap Rara tulus


"Aamiin Ya RabbalAlamin YaAllah. Semoga sampai maut memisahkan" jawab Devano dengan menarik tangan Rara dan menggenggamnya.



"Aamiin" kata Rara


"Ya udah masuk yuk" ajak Devano


Kemudian mereka masuk untuk mengikuti pengajian yang diselenggarakan


Kini acara sedang berlangsung semuanya dengan hikmat mengikuti acara demi acara hingga selesai.


Setelah para tamu pulang semua anggota keluarga berkumpul di ruang tamu.


"Rara kamu mulai sekarang tinggal di sini ya" kata Papa Aditya


"Iya pah" jawab Rara


"Jadi istri yang baik ya nak" kata Bunda.


"Insyaallah bun" jawab Rara


"Ya udah kami pulang ya udah malam" ayah pamit


"Ngga nginep sini aja?" tanya Mama


"Masak mau nginep sini semua Kak" jawab Tante Nasya


"Ya gapapa ramai-ramai" kata Papa


"Ya udah kami pulang dulu assalamualaikum" salam Om Alvin


"Waalaikumsalam" jawab Rara dan Keluarga Devano


"Kakak kok ngga ikut pulang?" tanya Nafisa


"Kak Rara udah tinggal di sini sama kakak" jawab Devano


"Ayo kak pulang" Nafisa menarik tangan Rara


"Nap kakak di sini dulu nanti kakak sering-sering ke rumah Nap ngga boleh nakal ya" Rara mengelus rambut Nafisa


Nafisa mengangguk


"Dada kakak" kata Nafisa


"Dada Nap" balas Rara


Keluarga besar Rara pun pulang ke rumah ayahnya. Rara dan keluarga barunya masuk ke dalam rumah.


"Tante Om Zara juga sekalian pamit ya" kata Zara


"Lho ngga nginep di sini aja?" tanya Mama


"Ngga usah tante makasih" tolak Zara lembut


"Ya udah makasih ya" jawab Mama


"Makasih ya Zar" tambah Rara


"Zara yang makasih tante. Kalau gitu Zara pamit ya assalamualaikum" Zara keluar dari rumah


"Waalaikumsalam" jawab semuanya


Rara dan keluarganya berkumpul di ruang keluarga untuk berbincang-bincang


"Rara semoga betah ya nak" kata Papa


"Iya pah" jawab Rara


"Kan sekarang ini rumah kamu juga jadi jangan sungkan untuk apa-apa" kata Mama. Rara hanya mengangguk


"Eh iya kalian mau bulan madu kemana. Rara belum mulai kan kuliahnya?" tanya Papa


"Belum pa. Kalo urusan bulan madu Rara terserah" jawab Rara


"Caca ikut dong" kata Caca


"Enak aja ini tu bulan madu honeymoon jadi jomblo ngga boleh ikut" jawab Devano


"Iya mentang-mentang sekarang udah nikah ya" ketus Caca


"Iya lahh" jawab Devano santai


"Jadinya mau kemana?" tanya Mama


"Mmm Rara maunya di dalam apa luar negeri?" tanya Devano


"Kalau ke Bali?" Rara bertanya balik


"Oke berarti lusa berangkat ya tapi kalian cuma bisa 1 minggu karena minggu depan kan udah puasa jadi H-1 sebelum puasa harus udah sampai di sini" kata Papa


"Iya pah 1 minggu juga udah cukup kok" jawab Rara


"Ya udah kita ke atas dulu ya pah mah, mau istirahat" pamit Devano


"Iya" jawab Mama, Papa hanya mengangguk


Kemudian Rara dan Devano naik ke atas ke kamar Devano


"Ra nata bajunya besok aja biar suruh Bi Nina aja kamu pasti capek" kata Devano setelah sampai di atas kamar


"Iya aku juga udah capek banget badanku serasa mau tumbang" jawab Rara


"Ya udah kamu istirahat duluan gih nanti aku nyusul aku mau ke kamar mandi dulu" titah Devano


Rara pun mengangguk dan naik ke King Bed yang ada di kamar Devano


Karena Rara sangat lelah maka dari itu ia sudah masuk ke dalam dunia mimpinya.


Devano yang keluar dari kamar mandi melihat Rara yang kelelahan dan menyusul Rara untuk beristirahat.


"Dia cantik banget kalo tidur gini" batin Devano dan mengecup kening Rara


"Selamat beristirahat istriku" kata Devano


Devano pun masuk juga ke dalam mimpinya menyusul Rara.


Pagi harinya Rara sudah bangun. Rara lebih dulu bangun daripada Devano. Rara pun ke kamar mandi mengambil air wudhu dan kemudian membangunkan Devano yang masih terlelap untuk sholat subuh berjamaah. Karena sekarang Rara sudah menjadi istri maka dari itu ia harus berjamaah dengan suaminya jika suaminya tidak pergi ke masjid.


"Mas bangun sholat subuh dulu" Rara menggoyangkan badan Devano pelan.


"Mas bangun yukk" Rara masih membangunkan Devano


"Jam berapa?" tanya Devano dengan suara serak khas bangun tidur


"Udah setengah 5 lho ayuk bangun" jawab Rara


Devano pun mengulurkan tubuhnya dan beranjak bangun untuk mengambil air wudhu.


Saat Devano mengambil air wudhu Rara menyiapkan tempat untuk ia sholat dan perlengkapan sholat Devano.


Setelah Devano selesai berwudhu mereka menjalankan sholat subuh berjamaah. Setelah sholat subuh Rara akan ke bawah untuk membantu Mamanya memasak karena sebanyak pegawai yang di sewa keluarga Devano tetapi jika urusan memasak itu tetap mamanya jika mamanya ada di rumah jika tidak akan ia serahkan kepada Bi Tari selaku senior art di rumah Devano.


"Lho mau kemana masih pagi juga" kata Devano


"Mau bantuin mama masak mas tidur aja kalau masih capek nanti aku bangunin lagi" jawab Rara sembari keluar kamar menuju dapur


"Pagi mama" sapa Rara


"Pagi juga sayang lho kok ngga istirahat?" tanya Mama


"Udah ma Rara mau bantuin mama masak aja" jawab Rara


"Ya udah kamu tolong cuciin sayurannya ya" titah mama


Rara pun hanya menurut


Setelah selesai memasak Rara menata makanannya di meja makan dan ke atas untuk membangunkan suaminya.


"Mas bangun yukk" kata Rara


"Mas" kata Rara lagi


"Hmmm" Devano telah bangun


"Sarapan dulu yuk" ajak Rara


"Aku cuci muka dulu" jawab Devano


Rara pun menunggu suaminya keluar dari kamar mandi


"Yuk" ajak Devano yang keluar dari kamar mandi


Mereka turun ke bawah untuk sarapan bersama.


Saat mereka menuruni anak tangga Devano menggandeng tangan Rara dan seketika Rara terkejut tapi ia sadar yang menggandeng tangannya ialah suaminya sendiri.


Saat mereka sampai di ruang makan mereka menyapa anggota keluarga yang ada.


"Pagi mah pah Ca" sapa Devano dan Rara


"Pagi" jawab mereka


Kemudian Rara mengambilkan makanan untuk Devano dan dirinya. Dan sarapan bersama


~Bersambunggg


Aku nggak bosen untuk selalu minta like dan komentarnya.


Yang mau kasih saran masukan aja ke kolom komentar yaa.


Makasih yang udah baca novel akuu


Jangan lupa Likenya dan komenšŸ¤—