It'S Me Kajesa

It'S Me Kajesa
Bab 19 Berdua dan Bertiga



Kemudian Zara dan Caca meninggalkan dua sejoli itu.


Hanya tinggalah Rara dan Devano yang ada disitu


"Ra mau kemana dulu?" tanya Devano lembut


"Kak photo booth di snapshoot yuk" ajak Rara sambil berlalu menuju time zone


"Ya udah yukk" Devano berlalu sambil menggandeng tangan Rara


Rara yang terkejut hanya diam membeku sambil berjalan


Devano yang mengerti akan hal itu pura-pura tidak mengetahui


"Ra kamu mau berapa lembar?" tanya Devano sambil masuk ke dalam ruang snap shoot


"1 aja kak" jawab Rara yang masih panas dingin mengingat kejadian tadi


"Hey kamu kenapa?" tanya Devano menahan tawa


"Hah Rara gapapa kok" jawab Rara menundukkan kepala


"Ya udah ini aku mulai ya berarti kita ambil 3 lembar" Devano pun mengambil kartunya dari dalam dompetnya


"Lha banyak amat kak" kata Rara


"Kan katanya kamu 1 aku mau 2 ya udah ayuk ngga jadi mulai" jawab Devano santai


"Ya udah digesekin kak" kata Rara


Devano pun menggesekkan kartu time zone nya. Dan mereka foto berdua.


Setelah selesai foto mereka keliling time zone dan bermain-main sewaktu bermain ada anak kecil yang menabrak kaki Rara berumur sekitar 4 tahun.


"Ehh" kata Rara terkejut


"Maaf tante Nap ngga sengaja" kata anak kecil itu dengan menangis


"Eh sayang kamu kenapa?" tanya Rara lembut


Bukanya menjawab anak itu masih menangis


"Hei anak cantik kita beli es cream di sana dulu ya nanti kamu baru cerita" kata Devano menenangkan anak kecil itu


Mereka menuju gelato yang ada di mall itu


Setelah memesan es cream mereka duduk di salah satu meja


"Cerita sama tante kamu kenapa sayang?" bujuk Rara


"Jadi tadi Nap diajak mama kesini terus sampai ditempat main mama tiba-tiba pergi Nap kejar mama tapi mama malah marah kata mama jangan temuin mama lagi" cerita anak kecil itu sambil menangis


"Udah dong jangan nangis kenalin nama Om Devano dan ini Tante Rara" Devano dengan lembut membujuk anak itu agar tidak menangis


Rara yang mendengar itu salut karena Devano ternyata mempunyai hati yang lembut kepada anak kecil


"Iya nama kamu siapa cantik?" Rara membelai rambut anak itu


"Nama aku Napisa" kata anak itu yang suda reda Nangis nya dan masih terlihat logat cedalnya


"Nafisa?" ulang Rara anak itu mengangguk


Tak lama pesanan mereka datang dan Rara menyuruh Nafisa untuk memakan es creamnya


"Rara Nafisa mau dibawa kemana ngga mungkin kita tinggal di sini lagi" tanya Devano kepada Rara yang sedang membelai rambut Nafisa


"Kan kalau mau lapor polisi harus 1×24 jam nih kak nah, Nafisa biar di rumah aku aja dulu bunda sama ayah pasti senang terus besok kita baru laporin ke polisi" saran Rara


"Ya udah tapi gapapa kan?" Devano memastikan


"Iya kak gapapa" jawab Rara


"Nafisa habis ini mau kemana" tanya Devano


"Nafisa terserah om dan tante" Nafisa masih memakan es creamnya


"Jangan panggil tante dan om dong kakak aja ya" kata Rara


"Okeyy" Nafisa mengacungkan jari jempolnya


"Nafisa habis ini kita ke departemen store dulu ya beliin kamu baju" kata Rara Nafisa mengangguk


Setelah Nafisa selesai makan es cream mereka jalan ke departemen store


Nafisa ditengah dengan menggandeng tangan Rara dan Devano bak anak dengan orangtuanya


"Nafisa mau yang mana?" tanya Rara yang memilihkan baju untuk Nafisa


"Terserah kakak aja" jawab Nafisa yang sedang duduk dengan Devano


"Kak yang mana nih?" Rara menunjukkan baju kepada Devano


"Semua juga boleh bagus semua kok" ujar Devano yang sedang berbicara dengan Nafisa


"Kayak orang tua pilihin baju anaknya aja, tapi gue suka semoga besok gue sama Rara kayak gini terus aamiin" batin Devano


"Ayok kak udah selesai milihnya" Rara menunjukkan tas belanjaanya


Mereka ke kasir dan saat Rara ingin membuka tasnya untuk mengambil dompetnya tapi dicegah oleh Devano


"Ini aja mba" Devano menyerahkan kartu debit


"Makasih ya kak" Rara berterimakasih kepada Devano


Devano membalasnya dengan senyuman


Mereka pun pulang karena hari menjelang sore.


Sesampainya dirumah Rara mereka turun dan masuk ke rumah Rara


"Assalamualaikum" salam Rara dan Devano


"Waalaikumsalam udah pulang ya lho ini anak siapa?" bunda penasaran


"Rara ceritain di dalam ya bun" balas Rara


"Yaudah ayuk masuk" ajak bunda


"Ayah kemana bund" kata Rara sambil pergi ke dapur mengambil minum untuk Devano dan Nafisa


"Tadi ayah ada pertemuan katanya ngga tau juga bunda sama Papa Devano kok" terang bunda


"Hei anak manis namanya siapa?" tanya bunda


"Napisa" jawab Nafisa


"Nafisa ya?" bunda memastikan dan Nafisa mengangguk


"Bunda tadi Rara sama kak Devano ketemu Nafisa nangis di mall nah terus Rara tanyain kenapa kok nangis ternyata ia ditinggal mamanya sendirian di mall" cerita Rara


"Astagfirullah kok tega ya mamanya" kata bunda


"Jadi rencananya Vano sama Rara mau bawa Nafisa ke kantor polisi besok karena kan harus 1 hari kan bun, jadi kalo boleh Nafisa di sini untuk sementara" tambah Devano setelah meminum minuman yang Rara ambilkan


"Gapapa kok bunda seneng kalo ada temennya kan sekarang pasti Rara sering keluar" kata bunda


"Nafisa panggil bunda aja ya nama bunda Bunda Cici" bunda memperkenalkan dirinya


"Iya bunda" jawab Nafisa


"Kalau gitu Vano pulang dulu bun Assalamualaikum" Devano pamit dan keluar rumah


Mereka keluar rumah mengantarkan Devano hingga halaman


"Makasih ya kak, Nafisa bilang apa ke Kak Vano" kata Rara


"Makasih Kak Devano" kata Nafisa


"Hati-hati ya nak salam untuk mama papa dan Caca" sambung bunda


"Iya bun assalamualaikum" salam Devano


"Waalaikumsalam" jawab mereka


"Dada Kak Devano" kata Nafisa yang ada di gendongan Rara


"Dada" balas Devano


"Nafisa tinggal di sini dulu ya sama keluarga kakak besok pagi kita cari mama Nafisa" Rara mengambil paper bag berisi baju Nafisa


"Nap ngga mau ketemu mama, mama jahat sama Nap" kata Nafisa yang duduk di sofa ruang keluarga dengan bunda dan Rara


"Kok Nap bilang gitu?" tanya bunda


"Nap selalu dipukul sama mama, mama selalu marahin Nap tadi Nap diajak ke mall Nap kira mama udah baik sama Nap tapi ternyata Nap ditinggal sama mama" cerita Nafisa yang hampir menangis


"Tapi tadi Nap ketemu kakak" Nafisa memeluk Rara dan menangis


"Udah Nafisa ngga usah nangis ya kita besok lapor ke polisi sekarang Nafisa cerita semuanya" kata bunda


"Jadi setelah papa ninggalin mama, mama jadi kasar sama Nap kalo pulang mama bawa om om, terus kalau Nap salah sedikit Nap dipukul" cerita Nap dengan mengeluarkan air mata


"Yang dipukul mana sayang?" tanya bunda lagi


"Ini bunda di sini sakit" Nap menunjukkan punggunya yang ada bekas memar


"Bunda memarnya banyak banget Nap ini masih sakit ngga?" Rara terkejut melihat memar di badan Nafisa


Nafisa menangguk


"Ya udah kita tunggu ayah sekarang kalian bersih² dulu" kata bunda


"Yaudah kita ke atas ya bun ayok Nap" Arra menggandeng tangan Nafisa dan mengambil paper bag baju Nafisa


Nafisa dan Rara pun naik ke dalam kamar Rara


"Nap sekarang tidur sini ya sama kakak" Rara meletakkan paper bagnya di meja belajarnya


"Kakak makasih ya kakak baik sama Nap" Nap memeluk Rara


"Iya sayang sekarang mandi ya dimandiin atau mandi sendiri?" tanya Rara


"Sendiri aja kak, Nap bisa kok" kata Nap


"Ya udah sini dilepas dulu bajunya" Rara melepas baju Nafisa dan menyuruh Nafisa masuk ke dalam kamar mandi


Rara menyiapkan baju untuk Nafisa yang baru dibelinya


"Kakak" teriak Nafisa memanggil Rara


"Udah mandinya Nap?" Rara menghanduki tubuh Nafisa


Dan Nafisa menanggukan kepalanya


"Sini kakak pakaikan baju" Rara mengoleskan minyak telon dan menaburkan bedak baby ke tubuh Nafisa lalu memakaikan bajunya dan menyisir rambut Nafisa




"Nah udah selesai Nap mau tunggu kakak mandi dimana? Dibawah ada bunda lagi nonton tv" tanya Rara sembari mengambil baju yang akan dipakai


"Nap sama bunda ya kak" kata Nap dengan logat cedalnya


"Hati-hati turun tangganya ya Nap" Nafisa pun berlalu turun untuk menemui bunda cici


"Nda nda" panggil Nafisa


"Eh anak bunda udah selesai mandi ya" Nafisa hanya mengangguk dan duduk di dekat bunda


Tak lama mereka menonton tv dan berbincang-bincang ayah pulang


"Assalamualaikum" ayah masuk ke dalam rumah


"Waalaikumsalam" jawab bunda dan Nafisa


"Lha bun anak siapa?" tanya Ayah masuk ke ruang keluarga


"Anak bunda" jawab bunda santai


"Anak sama siapa kan cuma Rara" ayah bingung


"Haha jadi tadi sewaktu Rara dan Devano di mall ketemu Nafisa, dia ditinggalin sama orang tuanya di mall nah rencana besok Rara sama Vano mau ke kantor polisi" terang bunda


"Ohh kenalin nama ayah, ayah Rizal" ayah berlogat seperti orang lain


"Nama Nap, Napisa" jawab Nafisa


"Ayah udah pulang" Rara menuruni anak tangga


"Iya udah kenapa emangnya?" tanya ayah


"Ayo bun jadi kan?" tanya Rara kepada bunda


"Bunda ambil tas dulu" bunda pergi ke kamar


"Ini pada mau kemana kok ayah ngga diajak" kata ayah bingung


"Kalo ayah ngga ikut siapa yang nyetir" kata Rara meledek


"Enak aja dijadiin sopir, mau kemana sihh" kata ayah yang masih dibingungkan oleh anak dan istrinya


"Mau ke rumah sakit ayah, di punggung Nafisa banyak luka memar takut terjadi luka dalam" jelas bunda yang keluar dari kamar


"Ya udah ayuk" ayah menggandeng tangan Nafisa


Kemudian bunda mengunci pintu dan mereka pergi ke rumah sakit


Nafisa lebih banyak diam dari pada tadi


"Nap kok diem" tanya Rara


"Nap takut" Nafisa menoleh kepada Rara


"Nap takut apa memangnya?" tanya bunda yang ada di depan


"Nanti kalo Nap ketemu mama dan dipukul lagi sama mama" jawab Nafisa seperti orang dewasa karena ia masih 4 tahunan


"Nafisa ngga akan disakiti sama mama Nap lagi kok" kata ayah menenangkan


Mereka sampai di rumah sakit dan langsung mendaftar ke dokter spesialis anak


Beberapa menit menunggu nama Nafisa dipanggil oleh suster


"Dok apa luka Nafisa berat?" tanya bunda kepada dokter


"Sebenarnya ini terlalu banyak luka karena luka yang lain belum sembuh sudah ditambah dengan luka baru, apa orangtua memukul dia?" dokter bertanya


"Nafisa cerita katanya sering dipukul mamanya dok" jawab Rara


"Kalau gitu saya beri obat dalam dan luar tolong hindari benturan agar luka cepat pulih" terang dokter sembari memberikan resepnya


"Terimakasih dokter" kata bunda mengambil resep


Kemudian bunda menebus resep sedangkan Rara, Nafisa dan ayahnya duduk di ruang tunggu


"Rara kita makan malam di restoran aja ya" kata ayah


"Iya yah" Rara menjawab dengan bermain ponselnya


Setelah bunda menebus resepnya mereka menuju restoran mereka untuk makan malam


Beberapa menit kemudian sampai di restoran dan langsung masuk ke dalam


"Selamat datang pak, buk, mbak" satpam memberi hormat kepada keluarga Rara


"Terimakasih" jawab ayah yang lain hanya menganggukkan kepala tanda terimakasih


Setelah memilih menu mereka berbincang-bincang.


"Nak lusa kan kamu wisuda nah foto preweddingnya kapan?" tanya bunda


"Ngga tau bun Kak Farrel belum ngasih kabar" jawab Rara yang tengah bermain dengan Nafisa


Beberapa menit kemudian makanan mereka datang. Mereka pun menikmati makanan tersebut hingga habis


Setelah habis mereka pulang ke rumah dan pergi pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


~Bersambunggg


Terimakasih bagi yang sudah membaca karyaku


Jangan lupa Like dan komennya💛