It'S Me Kajesa

It'S Me Kajesa
Bab 20 Adopsi



Pagi harinya mereka menjalani aktivitas seperti biasa.


Akan tetapi keluarga Rara bersiap-siap untuk mengantarkan Nafisa pergi ke kantor polisi.


Setelah sarapan mereka menunggu Devano diruang tv karena rencananya keluarga Rara dan Devano lah yang akan langsung mendapatkan informasi tentang Nafisa


Di Kediaman Abraham


Setelah sarapan Devano bersiap-siap untuk pergi ke rumah Rara


Sampai di ruang keluarga, Caca mama dan papanya heran karena pagi-pagi Devano sudah rapi sedangkan ini adalah weekend


"Mau kemana kamu Vano?" papa yang sedang duduk di shofa bertanya


"Mau ke kantor polisi" jawab Devano santai


"Lha mau ngapain lo ngga kena kasus kan kak" Caca yang mendengar ikut bertanya


"Gila apa gue kena kasus, jadi kemarin Vano nemu anak nah dia ditinggal sama orang tuanya di mall terus hari ini Vano mau laporin anak itu ke kantor polisi" Devano menjelaskan


"Lha terus mana anak itu" tanya mama


"Di rumah Rara" Devano dengan santainya menjawab semua pertanyaan yang di lontarkan keluarganya


"Vano pergi dulu ya assalamualaikum" Devano pergi meninggalkan rumah


"Waalaikumsalam" jawab semuanya


Devano pun menuju ke rumah Rara.


Beberapa menit kemudian Devano sampai di halaman rumah Rara dan langsung masuk ke dalam rumah Rara


"Assalamualaikum" salam Devano


"Waalaikumsalam" jawab semuanya Devano pun mencium punggung tangan ayah dan bunda


"Mau pergi sekarang aja?" tanya Devano


"Iya sekarang aja" kata ayah


"Ya udah yuk keluar bunda kunci pintu dulu" titah bunda


Setelah bunda mengunci pintu mereka berangkat menuju kantor polisi.


Di perjalanan mereka berbincang-bincang


Beberapa menit kemudian mobil Devano sampai di depan kantor polisi.


"Selamat siang tuan ada yang bisa kami bantu" tanya pak polisi dengan menjabat tangan ayah dan Devano


"Saya mau melaporkan seorang anak kemarin anak saya bertemu di mall menurut cerita anaknya ia ditinggal oleh kedua orangtuanya di mall" jelas ayah


"Anaknya mana pak?" tanya pak polisi yang bernama Pak Agus (dari name tagnya)


Rara dan bundanya mendekat kepada ayah dengan membawa Nafisa


"Saya mohon selidiki informasi anak ini hingga selesai pak" kata Devano


"Baik Tuan Devano kami akan menyelidiki informasi anak ini" kata Pak Agus yang sudah tau Devano (siapa juga yang ngga tau CEO Abraham Group)


"Tapi kami baru akan memberi tau besok, bagaimana dengan anak ini?" sambung Pak Agus


"Biar di rumah saya saja" kata ayah


"Baiklah kami akan menghubungi anda secepatnya" kata Pak Agus


"Pak ditubuh anak ini banyak luka memar tadi malam saya sudah antar dia ke dokter katanya luka ini disebabkan pukulan keras yang belum sembuh dan kemudian dipukul kembali" kata Rara sembari menunjukkan hasil cek up tadi malam


"Tindakan ini masuk kedalam kdrt terhadap anak, saya akan menindak lanjuti kasus ini" Pak Agus melihat hasil cek up itu dan menyimpan sebagai barang bukti


"Kalau begitu kami permisi pak" kata ayah dengan menjabat tangan Pak Agus


Mereka pun pulang. Akan tetapi sebelum pulang mereka mampir dulu ke restoran ayah untuk makan siang


Setelah sampai di restoran Devano pertama membuka suara


"Ra besok setelah kamu wisuda kita prewedding ya temanya mau apa?" Devano mengawali pembicaraan


"Aku mau Out Dorr aja kak nanti di bukit jerami ya" jawab Rara


"Terserah kamu" Devano menjawab dengan senyuman


"Oo iya yah semuanya udah beres tinggal tamu undangan aja. Ayah sama papa udah diskusikan?" Devano beralih bertanya kepada Ayah


"Sudah tinggal tamu kalian aja" jawab ayah santai


"Jadinya mau dimana?" bunda yang sedari tadi bermain bersama Nafisa ikut bertanya


"Di salah satu hotel papa aja bun" jawab Devano dengan minum minumannya


Setelah selesai makan mereka pulang, Devano mengantar Rara dan keluarganya terlebih dahulu


Setelah sampai di depan rumah Rara Devano langsung pamit karena ada kelas


"Ayah bunda Devano langsung pamit ya ada kelas soalnya" pamit Devano


"Ya sudah terimakasih ya nak hati-hati" jawab bunda


"Iya bun assalamualaikum" salam Devano


"Waalaikumsalam" jawab mereka


Rara dan keluarganya masuk ke dalam rumah. Dan beristirahat terlebih dahulu.


***


Keesokan harinya setelah sarapan Rara bersantai di teras rumah bersama keluarganya sekarang mereka ber-4 karena kehadiran Nafisa. Tapi itu bukanlah penghalang kebahagiaan untuk keluarga Rara justru kebahagiaan mereka bertambah berkat kehadiran Nafisa. Karena Nafisa memiliki sifat yang ceria dan mudah akrab dengan orang. Saat sedang berbincang-bincang ponsel Rara berdering, Rara pun dengan cepat mengangkat teleponnya


πŸ“ž


Devano


"Halo Ra" Devano yang menelepon pun mengawali pembicaraan


πŸ“ž


Chairara


"Iya kak ada apa?" tanya Rara


πŸ“ž


Devano


"Tadi aku ditelphone sama Pak Agus nah katanya kita hari ini disuruh ke kantor polisi lagi ada yang mau dia sampaikan katanya" jelas Devano


πŸ“ž


Chairara


"Ya udah mau jam berapa kak?" tanya Rara


πŸ“ž


Devano


πŸ“ž


Chairara


"Oke kak aku tunggu ya" kata Rara.


Kemudian Devano mengakhiri panggilannya


"Yah jam 11an kita disuruh ke kantor polisi lagi katanya mau ada yang disampaikan" kata Rara


"Ya udah siap-siap sekarang aja udah jam segini bentar lagi jam 11" jawab Ayah


Kemudian mereka bersiap-siap untuk pergi ke kantor polisi. Jam 11 kurang sedikit Devano telah sampai di rumah Rara


" Assalamualaikum" salam Devano


"Waalaikumsalam " jawab Nafisa yang ada di luar


" Yang lain mana Naf?"Devano bertanya kepada Nafisa


"Masih siap-siap di dalam" jawab Nafisa yang sedang bermain di teras rumah


"Udah datang ya kak?" Rara yang sudah keluar dari kamarnya menuju teras


"Iya nih baru aja" jawab Devano


"Berangkat sekarang aja yuk" ajak ayah yang keluar dari dalam rumah


"Bunda kunci pintu dulu" bunda yang keluar bersiap untuk mengunci pintu


Kemudian mereka berangkat menuju Kantor Polisi dengan menggunakan mobil Devano.


Setelah menempuh beberapa menit mereka telah telah sampai di depan kantor polisi dan mereka langsung masuk ke dalam


"Selamat siang Tuan Devano dan Tuan Rizal" Pak Agus selaku polisi yang menangani kasus Nafisa menyapa keluarga Rara dan Devano


"Siang pak" ayah dan Devano menjabat tangan Pak Agus


"Bagaimana informasinya pak?" tanya Devano yang sudah tidak sabar ingin mengetahui


"Menurut hasil penyelidikan saya ananda Nafisa dinyatakan korban kdrt orang tuanya dan sengaja ditinggalkan oleh kedua orang tuanya pada saat di mall. Tapi untuk siapa orang tuanya masih belum jelas informasinya karena pelaku menutup identitasnya" terang Pak Agus


"Lalu bagaimana dengan Nafisa pak?" tanya Devano kembali


"Dengan berat hati kami masukkan ke panti asuhan atau ke dalam asrama perlindungan anak dan wanita" jawab Pak Agus


"Jika boleh saya dan keluarga akan mengadopsi Nafisa menjadi anak saya" kata bunda yang dari tadi hanya menyimak


"Iya jika boleh kami akan mengadopsi Nafisa dan akan merawat Nafisa" sambung ayah


"Baik jika itu keputusan Tuan Rizal beserta keluarga. Mulai sekarang hak Nafisa anda yang berikan" kata Pak Agus


"Terimakasih pak jika ada info lebih lanjut hubungi saya" kata Devano


"Pasti tuan terimakasih telah mengadopsi Nafisa" kata Pak Agus


"Baiklah kami permisi" jawab Ayah dengan menjabat tangan Pak Agus


"Bunda gimana kalau sekarang fitting baju? Kemarin mama sama papa udah nah kalau si Caca tu maunya bareng sama temennya satunya" tanya Devano saat sudah berada di mobil


"Biasanya Caca maunya sama aku" kata Rara


"Kata dia seoulmatenya udah direbut sama abangnya jadi takut kalau sama kamu" jawab Devano


"Aku telfon Caca ya biar dia nyusul sam Zara" kata Rara lagi


"Ya terserah kamu" jawab Devano


"Ya udah kita fitting baju aja" kata ayah


Kemudian mereka pergi ke butik dari WO yang disewa Farrel.


Setelah melewati jalanan jakarta yang macet mereka sampai di butiknya dan terlihat mobil Caca yang ada disana.


Mereka masuk bersama-sama. Caca yang belum tahu siapa Nafisa pun berkenalan.


Setelah fitting baju mereka kembali pulang ke rumah dikarenakan hari sudah semakin siang dan mereka menjalani aktivitas masing-masing.


Malam harinya keluarga Rara bersantai bersama di ruang keluarga setelah makan malam


"Nafisa sekarang udah jadi anak ayah dan bunda serta jadi adek kak Rara, Nafisa seneng ga?" ayah bertanya kepada Nafisa


"Nap seneng banget karena Nap bisa ngerasain punya keluarga makasih bunda ayah dan kak Rara" Jawab Nap yang senang dengan memeluk satu persatu keluarga barunya


"Ya sudah tidur Yuk Nap besok kakak wisuda jadi harus bangun pagi Nap juga temenin kakak besok" Rara mengajak Nafisa untuk istirahat


"Wisuda apa bunda?" tanya Nafisa yang tidak mengerti


"Wisuda itu hari kelulusan setelah sekolah, bentar lagi Nap sekolah ya" jawab bunda


"Oke bunda. Nap istirahat dulu sama kakak selamat malam ayah bunda" Nap mencium pipi bunda dan ayah


"Selamat malam anak-anak bunda" jawab bunda


Rara dan Nafisa naik ke atas untuk istirahat karena besok pagi adalah acara kelulusan Rara.


Di kediaman Abraham


Papa dan mama Devano yang sengaja mengambil cuti beberapa hari untuk ikut menyiapkan pernikahan Rara dan Devano yang hanya menghitung hari saja serta menghadiri wisuda kelulusan Caca.


Keluarga Abraham nampak sedang berbincang-bincang Mama Sara yang bertanya tentang Nafisa dan Devano yang menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan Mamanya.


Caca merasa bahagia karena setelah bertahan-tahun ia mengharapkan ini semua yaitu keluarganya kumpul dalam satu ruangan dan bersanda gurau karena walaupun bulan puasa dan hari raya mama papanya akan tetap kerja walaupun di rumah. Akan tetapi hari ini Caca merasakan kebahagiaan yang selama ini ia tunggu yaitu dapat berkumpul dengan keluarga.


Caca memang selalu berkecukupan dalam materi akan tetapi Caca butuh kasih sayang yang banyak dari mama papanya dan itu baru ia rasakan saat ini.


Dari kecil Caca dan Devano memang sudah ditinggal pergi keluar kota oleh mama papanya karena urusan bisnis.


Caca dan Devano hanya ditemani oleh beberapa maid yang bekerja dirumahnya.


Caca bersyukur karena Rara ia menjadi berkumpul dengan keluarganya yang ia nantikan.


Jika Rara tidak menerima perjodohan ini dan Devano menikah dengan Sisca mungkin keluarganya tidak berkumpul seperti ini apalagi kedua orangtuanya tidak menyukai Sisca


Caca selama ini lebih sering menghabiskan waktunya di rumah Rara karena di sana ia mendapat kasih sayang dari Bunda Cici.


Tak lama kemudian mereka pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat agar besok pagi tidak telat bangun dan tepat waktu pergi menghadiri acara wisuda Caca.


~Bersambunggg..


Terimakasih bagi yang berminat membaca karyaku.


Aku minta untuk Likenya☺️