Issa Asa

Issa Asa
Song 0.8




Pandangan Asa tertuju pada raut wajah Issa yang terlihat sangat jelas tidak nyaman, Asa berfikir bahwa Issa masih sangat mencintai Gea hingga pria itu tidak tau harus melakukan apa karena mereka berdua sudah selesai sekarang, harusnya kalau memang keduanya saling mencintai maka tidak saling melepaskan, Asa heran akan hal tersebut, tapi itu bukan urusannya, lagipula disini dia hanya menuruti keinginan Wendy yang mengajaknya dengan paksa.


Asa memakan makanan nya dengan lahap, dia bahkan tidak peduli dengan sekitarnya, setelah itu bermain game di ponsel, disaat Wendy dan Adinda heboh sendiri karena melihat Issa dan teman-temannya main music. Asa sama sekali tidak peduli dengan hal itu semua, karena ponselnya lebih menarik, sesekali Asa juga tertawa sendiri karena membaca komik.


"sa, sa, sa, ASA!."


"iya kenapa?." tanya Asa bingung


"lo asik bener sendiri, tuh dipanggil Issa." Bisik Wendy


"gue?." Asa menunjuk dirinya sendiri.


Asa melihat kearah Issa yang tersenyum padanya.


"gue kenapa?." tanya Asa bingung.


"lo maju sana." Ucap Adinda sambil menarik Asa untuk berdiri dan mendorongnya kedepan.


Asa berjalan kearah Issa sambil senyum-senyum tidak nyaman, karena semua orang melihat kearahnya. Sampai didepan Issa, wanita itu melambaikan tangan membuat Issa terkekeh, namun sedetik kemudian Issa mengeluarkan bucket bunga mawar dan memberikannya pada Asa.


"buat gue?." Tanya Asa lirih.


"iyalah buat lo."


"makasih." Asa mengambil bunga tersebut "ini udah? boleh balik kesana belum?." Tanya Asa kembali dengan lirih.


"boleh, mau di anterin?."


"ngga usah, makasih." Asa membalik badannya dan kembali duduk di iringi banyak tepuk tangan, padahal sebelumnya dia tidak tau kenapa Issa memberinya bunga.


Sampai di tempat duduk, Wendy dengan wajah berbinar menatap kearah Asa.


"pengen jadi Asa aja." Ucap Wendy


"ini kenapa sih pake ngasih bunga?." Tanya Asa bingung.


"jadi sa, setiap Issa manggung itu selalu ada bunga yang di kasih ke fans nya sebagai tanda terimakasih Issa karena sudah datang." Jelas Adinda.


"bener banget, udah 2 tahun sa gue pengen dapet bunga juga."


"ya udah buat lo aja." Ucap Asa sambil memberikan bucket bunganya.


"ya ngga bisa dong, orang Issa nya ngasih ke lo, rasanya tetep beda sa, kalo bukan dari Issa ya kayak bunga biasa, kalo dari Issa langsung itu bunga luar biasa."


"gitu ya. Baguslah gue dapet bunganya padahal fans baru." Jawab Asa sambil menampakkan wajah sombong, wajah sombongnya adalah wajah Asa kalau lagi becanda dengan teman-temannya.


Namun di kejauhan Gea terus melihat kearah Asa tidak suka, dari Bagas dia tau kalau Issa lagi mendekati cewek, dan sekarang Gea tau siapa cewek yang di maksud Bagas. Melihat wajah Issa yang sangat bahagia saat memberikan bunga itu, bukan seperti idol yang memberikan hadiah pada Fansnya.


Asa melihat kearah Gea, saat mata mereka bertemu, ada hal yang Asa sadar bahwa hal itu bukan tatapan pertemanan, melainkan tatapan permusuhan. Padahal baru tau tapi sudah jadi musuh, Asa menghembuskan nafas beratnya kemudian fokus ke depan kembali melihat Issa yang menyanyikan lagu keduanya, mungkin setelah itu Issa sudah tidak lagi menyanyi, tinggal Bagas karena malam ini adalah acara Bagas, Issa hanya meramaikan saja.


Lagu kedua berakhir, Issa mengucapkan terimakasih dengan sambutan tepuk tangan meriah. Dia kembali ke belakang, kemudian masuk lagi menuju ke salah satu meja kosong yang memang di gunakan untuk tempat duduk teman-temannya disana.


Issa menengok kearah Asa dan tersenyum membuat Asa sangat tidak nyaman karena menjadi pusat perhatian kalau Issa melihat kearahnya. Banyak notif yang masuk ke ponselnya terutama dari instagram yang ingin berteman dengannya, untung nya Asa tidak open DM sebelum memfollow.


"instagram gue jadi rame, cuma ada 10 request sih tapi bagi gue ini rame." Ucap Asa pada kedua temannya.


"sabar ya sa, itulah rasanya kalau di notice idol jadi ikutan populer, btw lo udah masuk grup fans Issa."


Wendy menunjukkan ponselnya, ada foto Asa yang menerima bunga dari Issa dan konspirasi yang kemudian muncul begitu saja, banyak yang mengatakan hanya fans biasa dan bahkan ada yang bilang itu gebetan baru Issa. Ada juga yang bandingin Asa dengan Gea, yang katanya beda jauh, Gea lebih dari gela-galanya.


"tapi jahat banget ngga sih komentarnya." Ucap Adinda sedikit kesal saat melihat komenan membandingkan fisik Asa dengan Gea.


"emang nyatanya cantikan Gea kan, terus apa yang salah?." Tanya Asa sambil tertawa, tapi malah membuat kedua temannya sedih.


"ihh engga tau sa, lo cantik menurut gue." Ucap Wendy


"cantikan lo Wen, huhuhu." Jawab Asa


"mungkin Wendy cantik, tapi lo tuh beda sa, liat lo itu lebih bahagia daripada liat Wendy." Ucap Adinda


"din, kok lo bandingin sama gue sih jadinya." Protes Wendy kesal.


"hahaha."


"siapa lagi, diantara kita bertiga lo doang yang udah laku, berarti lo yang paling cantik."


"emang ngaruh ya din?."


"kalo kata netijen sih engga ngaruh Wen, tapi mungkin pemikiran Dinda bener sih." Jawab Asa


"kalian berdua sekongkol ya?."


"haha engga-engga." Asa dan Adinda seakan memberikan pelukan pada Wendy yang kesal.


Baru beberapa menit berlalu, Asa berpamitan untuk pergi ke toilet. Wanita itu beranjak dari duduknya menjadi perhatian Issa karena melewati Issa jika akan pergi ke toilet.


"mau kemana sa?." Tanya Issa.


"ehh itu ke toilet dulu." Asa langsung berlalu ke toilet setelah menjawab pertanyaan Issa.


Wanita itu masuk kesalah satu bilik toilet, hanya butuh beberapa menit hingga Asa keluar dari toilet, namun saat akan mencuci tangan, Asa bertemu dengan Gea yang baru saja masuk ke toilet. Gea berdiri di sebelah Asa sambil mencuci tangan sambil merapikan make up nya, Asa memang tidak ada apa-apanya ketimbang Gea yang cukup cantik dan berpenampilan menarik.


"lo yang namanya Asa?." Tanya Gea yang membuat Asa menoleh.


"iya kenapa?."


"lo ada hubungan apa sama Issa?."


Asa tersenyum, melihat sikap Gea yang sama sekali tidak punya sopan santun membuat Asa kesal. Asa memang tidak pernah mempermasalahkan sikap apalagi gila hormat, tapi Gea benar-benar tidak punya sopan santun saat bertemu orang baru yang bahkan belum dia kenal sebelumnya.


"lo yang namanya Geanora itu?." Asa melihat kearah Gea tajam sambil menyandarkan tubuhnya di wastafel.


Gea melihat kearah Asa kesal "lo ngga tau gue?."


"gue ngga perlu tau siapa lo, tapi asal lo tau, lo ngga punya sopan santun ke orang asing yang bahkan ngga lo kenal sebelumnya. Dan gue lebih tua dari lo, gini cara lo ngomong sama orang lain?."


"terus gue peduli? Jangan deket-deket sama Issa."


"hahaha." Asa terlihat menertawakan Gea "bukannya lo udah putus sama Issa, dan gue juga ngga ngedeketin Issa, jadi tenang aja, kalo lo masih suka ya kejar lagi jangan di tinggalin, takutnya di ambil orang lain, walaupun belum tentu gue." Jawab Asa kemudian meninggalkan toilet, menyisakan kekesalan Gea.