Issa Asa

Issa Asa
Song 1.3




Malam itu Issa pergi ke café 123 saat Bagas mengatakan kalau disana juga ada Gea, dia ingin meluruskan semuanya pada Gea bahwa hubungan mereka berdua telah selesai, bukan untuk public tapi untuk Asa. Issa ingin Asa tau dan percaya bahwa antara dirinya dengan Gea telah berakhir. Issa memakai kaos putih polos dipadukan dengan celana pendek, dia mengeluarkan motornya dari dalam garasi, karena malas menggunakan mobil. Kalau pakai motor akan lebih cepat sampai di tempat tujuan karena di jalanan bisa menyalip dengan gampang.


Sampai di café 123 pandangan Issa langsung tertuju pada teman-temannya yang ada di salah satu meja juga ada Gea dan teman-teman ceweknya. Issa melepaskan helm nya dan menghampiri meja teman-temannya, semua menyapa kedatangan Issa dengan senang.


“gue mau ngomong sama lo ge.” Ucap Issa dengan wajahnya yang dingin.


“ngomong aja sa.” Jawab Gea sambil tersenyum.


“lo tau kan kita ngga ada hubungan apa-apa, lo kan yang buat gosip ngga jelas itu.”


“maksud lo apa sih sa, gue ngga ngelakuin apapun, itu juga fans lo kalik.”


“yang lo sebut fans gue udah bilang kalo lo yang nyuruh, ngga ada putus terus temenan Ge, lo ngerusak rencana gue, gue ngga mau tau lagi soal kayak gini.” Setelah mengatakan hal itu, Issa meninggalkan tempat tersebut.


Namun baru setengan jalan, dia menghentikan motornya dan membuka ponsel, dia membuka akun instagramnya dan melakukan live di pinggir jalan hanya di terangi cahaya lampu jalan. Issa melepaskan helm nya dan menyapa seluruh followers nya, banyak yang meninggalkan komentar untuk pertanyaan kenapa Issa ada di pinggir jalan malam-malam.


“halo semua… mungkin kelihatannya aneh gue ada di pinggir jalan-.” Ucapan Issa terhenti saat nama Alyasaputri bergabung dengan live nya, lekas Issa tersenyum dan melanjutkan ucapannya yang tertunda “terimakasih sudah bergabung, gue harap ucapan gue semua nya bisa denger. Gue mau klarifikasi hubungan gue sama Geanora yang beberapa jam yang lalu sempat heboh karena foto yang gue sendiri ngga tau gimana bisa diambil secara diam-diam. Gue sama Gea udah ngga ada hubungan apapun, kebetulan gue daftar ulang di salah satu kampus dan itu ternyata kampus yang sama dengan kampus Gea juga daftar. Kita hanya sarapan untuk tanda pertemanan, walaupun kita sudah putus, gue harap masih ada pertemanan seperti dulu, hanya itu dan tidak lebih.” Jelas Issa


Semua teman yang Issa kenal juga bergabung dalam live yang Issa lakukan, hingga satu komentar yang membuat Issa mulai bicara kembali, komentar yang bertanya ‘apakah kak Issa sedang mendekati cewek sehingga melakukan live dadakan?.’


“gue emang lagi deketin salah satu cewek, gue live dadakan juga karena dia, dia fikir gue belum selesai sama Gea jadi dia sama sekali ngga mau gue deketin bahkan sekedar chat saja dia tidak mau. Gue harap setelah ini dia mau balas chat gue, dan cewek yang gue deketin tidak ada hubungannya sama hubungan gue yang lalu, gue baru kenal sama dia, gue harap dia bisa terima gue walaupun Cuma teman.”


Semua mengatakan kalau Issa sangat sweet, wanita yang mendapatkan Issa pasti sangat beruntung, wanita yang Issa maksud akan sangat beruntung jika menerima Issa.


“mungkin sekian dari gue, makasih yang udah gabung, see you next live, bye…” Issa menutup live nya dan melihat chat masuk dari Bagas.


Issa memasukkan ponsel nya kedalam saku celana, memakai kembali helm nya dan melajukan motornya menuju ke tempat Bagas, Bagas sudah pulang lebih awal dari café 123, mereka berdua merencanakan bertemu di dekat rumah Bagas. Sampai di tempat Bagas, Issa mematikan motornya dan menghampiri Bagas, satu tonjokan mengenai wajah Issa.


“anjingg!! Lo gila ya!!.” Issa menyentuh sudut bibirnya yang sedikit terluka karena pukulan Bagas yang keras.


“LO YANG GILA ANJING!!.” Teriak Bagas tidak kalah kencang.


“NGOMONG DONG GUE SALAH APAAN KE LO TAI!.” Issa sangat kesal dengan sikap Bagas


“GARA-GARA LO! GEA NANGIS, DIA MASIH SAYANG SAMA LO NYETT.”


“Cuma gara-gara Gea lo nonjok gue gas? Temen lo Gea apa Gue!?.”


“Gue suka sama GEA, PUAS LO!.”


“Gue ngga bisa liat Gea nangis.”


“terus salah gue? Gue udah ngga suka sama Gea, lagian dia yang putusin gue sejak awal. Gue juga mau kejar orang yang gue suka, apa salahnya?.”


“ASA? Apa sih bagusnya tuh cewek, cantik juga engga!.”


Buugghhh


Satu pukulan mengenai wajah Bagas membuatnya terhuyung kebelakang.


“jaga mulut lo! Lo ngga kenal Asa, lo ngga tau dia kayak gimana.”


“BACOT LO, GUE RELA GEA JADIAN SAMA LO, TAPI APA? MALAH LO BIKIN NANGIS DIA.”


“berapa kali gue bilang kalo Gea yang putusin gue, lo kurang bukti apa sih gas.”


Bagas duduk di pinggiran jalan, pria itu menunduk. Lekas Issa duduk disebelahnya.


“Gea masih suka sama lo sa, gue pengen banget deketin dia, tapi yang ada malah dia selalu curhat tentang lo. Gea bilang ke gue kalo waktu kalian putus, Gea ngerasa bosen sama lo yang sibuk terus katanya buat lagu tapi ngga ada lagu rilis juga.”


“gue tau Gea bosen sama gue karena sikap gue, gue juga udah ngerasa kalo lo naruh hati ke dia. Tapi untuk saat ini bener-bener gue udah ngga bisa sama Gea lagi, lagian Gea pasti lebih bahagia kalau sama lo gas.”


“lo serius sama Asa?.” Bagas menatap kearah Issa dalam-dalam.


“gue ngga akan langsung klarifikasi soal hubungan gue kalo gue ngga serius sama Asa, dia beda dan gue ngerasa kalau dia butuh gue.”


“lo deketin Asa karena cinta apa kasihan?.”


“gue jatuh cinta pada pandangan pertama sama Asa, tapi makin kesini gue ngerti kalau ada banyak hal yang ngga gue tau soal dia, hal yang buat dia menyembunyikan segalanya. Dia yang ada bukanlah yang sebenarnya, dan gue mau jadi orang yang ada disebelahnya terus dalam keadaan apapun.”


Bagas memeluk Issa, sebuah persahabatan, mereka berdua juga tidak ingin persahabatan hancur hanya karena satu wanita. dan Bagas sekarang tau bagaimana Issa sangat menghargai orang lain terutama orang yang ia sayangi. Masalah Gea hanya masa lalu Issa yang tidak mungkin bisa di kembalikan seperti dahulu, Issa punya masa depannya sendiri.


“Gue bakal kejar Gea.” Ucap Bagas tegas.


“gue bakal selalu dukung lo.” Jawab Issa tak kalah semangat.