Issa Asa

Issa Asa
Song 3.3




Issa tidak bisa mengantarkan Asa kembali pulang kerumahnya, karena Asa takut kalau kakeknya tau bahwa Issa ada disini bersamanya. Asa kembali pulang kerumah dengan asisten pribadinya, karena cukup lama beradaptasi dan sering berinteraksi dengan asistennya itu, Asa menjadi sangat dekat dengannya dan dia pun mengenal Asa sangat baik, apalagi Asa tipikal anak yang penurut.


“saya tidak akan mengatakan pada tuan masalah hari ini nona Alyasa.” Ucap asisten pribadi Asa, Asa melihat kearah asistennya yang bernama Winda tersebut, dia duduk di kursi sebelah sopir.


“aku tahu kamu akan tetap mengatakan pada Kakek jadi terserah kamu.” Jawab Asa ketus, sejak kepindahannya ke Singapura, dia menjadi wanita yang sangat judes dan tidak ramah seperti sebelumnya, Asa merasa banyak orang memanfaatkan sikapnya hanya karena dia tipe orang yang hampir tidak pernah marah.


Mobil yang membawa Asa masuk kedalam kediaman keluarga Atmaja, Asa langsung keluar dari mobil dengan membawa tas selempang juga ponselnya, dia sudah berhasil memberikan kontak ponselnya pada Issa secara diam-diam tanpa diketahui oleh Winda, walaupun sebenarnya Winda tidak akan mengatakan apapun pada kakeknya setelah dia mendengar saat Asa curhat pada Issa mengenai kehidupan gadis itu membuat Winda mulai kasihan pada Asa, ada beberapa hal yang tidak seharusnya Winda katakan pada tuannya.


“malam kek.” Sapa Asa sambil mencium pipi kakeknya yang tengah berada di ruang keluarga membaca dari tab nya, apalagi kalau bukan pekerjaan.


“kenapa keluar rumah? Tidak biasanya?.” Ucap kakek yang membuat Asa menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.


“Asa membeli ini.” Asa mengeluarkan sebuah gantungan penyaring mimpi “karena sering mimpi buruk tiap malam.”


“kenapa tidak bilang ke kakek saja?.”


“kakek sangat sibuk, aku hanya pergi untuk membeli ini dan makan di luar.”


“yang penting ajak Winda.”


“iya kek.” Asa melirik kearah Winda yang menunduk hormat pada kakeknya. “Asa naik dulu mau istirahat.”


“oh iya Asa, besok mulai ke kampus baru, sudah kakek urus semuanya.”


“oke kek.” Asa pun melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua, biasanya kakek akan langsung tahu pergi kemana dia dan dengan siapa dia pergi karena Winda mengatakan pada kakek, tapi ternyata hari ini Winda tidak mengadu apapun pada tuan Atmaja.


Asa duduk di ranjang kamarnya, tanpa melepaskan pakaian dan sepatu yang dia pakai. Wanita itu mengeluarkan ponselnya dan tersenyum saat melihat notifikasi masuk dari Issa.


[ISSA]   : aku sudah di hotel, bagaimana denganmu?


[ASA] : sudah dirumah


[ISSA]   : aku masih ingin melihatmu


Perbincangan antara Issa dan Asa melalui chat berlangsung sangat lama hingga larut malam saat Asa baru saja masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur. Kehadiran Issa di sini membuat Asa merindukan teman-temannya, terutama Adinda dan Wendy, sudah sangat lama dia tidak menghubungi kedua temannya itu.


Setelah membersihkan badan dan mengganti pakaian dengan pakaian tidur, Asa mengeluarkan sebuah kotak barang di dalam lemari dekat meja kerjanya, disana dia menyimpan buku data pribadinya, dia menuliskan alamat juga nomor telepon kedua temannya kalau saja mereka berdua ulang tahun dan Asa ingin mengirim sesuatu pada mereka. Beruntung kala itu Asa berpikir mengenai hal tersebut, kalau tidak mungkin dia tidak akan bisa menghubungi kedua temannya, kecuali meminta tolong pada Issa.


[ASA] : hai, ini Asa.


Pesan Asa pada kedua temannya, gadis itu merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menunggu balasan dari Wendy dan Adinda hingga membuatnya tertidur sampai pagi.


Wajah Issa sangat cerah baru saja bangun tidur, kejadian kemarin saat dengan Asa membuatnya sangat bahagia. Akhirnya Asa menerima pernyataan cintanya, walaupun harus dalam perjuangan yang sangat panjang dan jauh.


[ISSA]   : Selamat pagi cantik


Sebuah panggilan masuk kedalam ponselnya, Issa keluar dari kolam renang, mengambil handuk dan mengusapkan pada wajah dan menaruh di kepalanya. Issa menerima panggilan tersebut yang dilayar menampakkan nama Manajer nya.


“halo..”


“sejak kapan lo ada di Singapura?.”


“mau bahas apaan?.”


“gue tanya sejak kapan lo disitu? Lo nggak inget minggu depan debut single lo.”


“iya gue inget bang, lagian gue minta liburan satu minggu apa salahnya?.”


“nggak salah tapi lihat berita sekarang.”


Issa mengecek instagramnya, beberapa foto memperlihatkannya yang tengah makan dengan seorang wanita, tentu saja itu Asa. Kala itu Asa memutuskan untuk memakai masker dan kacamata agar tidak bisa dikenali siapapun, terutama orang-orang bawahan kakeknya.


“siapa itu?.” Tanya Manajer Issa penasaran.


“cewek gue.”


“Asa?.”


“udah tau kan? Gue tutup ya.” Issa mematikan panggilan teleponnya, kemudian meletakkan ponsel tersebut diatas ranjang.


Issa masuk ke kamar mandi, membasuh tubuhnya dengan air mengalir dan memakai pakaian baru. Kaos putih polos di padukan dengan celana pendek hitam. Issa melihat penampilannya di kaca, hingga pesan masuk ia terima dari Asa.


[ASA] : Pagi juga... maaf ya hari ini aku tidak bisa menemanimu, aku harus ke kampus baru.


[ISSA : tidak apa-apa, kabarin ya kalau butuh apa-apa.


[ASA] : tentu, have a nice day Issa.


Setelah itu yang dimana niatnya Issa akan menemui Asa pagi ini di urungkan, dia memutuskan untuk keluar kamar hotel mengambil sarapan dibawah. Karena banyaknya orang yang juga tengah makan dan harus antri cukup panjang, Issa pun memutuskan untuk sarapan di luar hotel. Di dekat sana ada sebuah kedai kopi, Issa pun masuk ke sana. Dia pergi memesan makanan dan juga kopi sebagai teman Issa duduk disana beberapa menit atau bahkan hingga jam.


Satu meja kosong, Issa duduk disana dengan tenang, sesekali dia melihat notifikasi di ponselnya tapi hanya notifikasi dari instagram dan grup pertemanannya. Dia sudah memberitahukan kepada semua teman-temannya kalau dia dan Asa sudah resmi jadian kemarin. Semua temannya sangat senang, termasuk Haikal yang sejak awal menjadi benci dengan Issa karena Isa mengatakan hubungannya dengan Asa hanya lah sebuah pertemanan dan tidak lebih.


Karena semua sudah tahu kalau Issa berada di luar negeri, Issa pun melakukan live di instagramnya.


“hai semuanya...” sapa Issa pada seluruh penggemarnya di live, awalnya yang menonton hanya 100 an orang tapi hanya beberapa menit kemudian sudah hampir 100rb yang melihat live Issa.


“kak lagi dimana?.” Baca Issa pada salah satu pertanyaan yang muncul “gue lagi ada di Singapura.” Jawab Issa santai sambil memakan makanannya.


Issa menjawab beberapa pertanyaan saja terutama yang membahas mengenai single barunya yang akan segera dikeluarkan.