Issa Asa

Issa Asa
Song 1.7




Asa mengganti dress nya menggunakan dress milik Alin, tidak buruk saat Asa yang memakai dress itu, sangat cocok dan terlihat pas di tubuh Asa. Warnanya hitam, panjangnya hanya sebatas lutut dan tanpa lengan. Mungkin harganya cukup mahal, tapi kalau Asa tidak mengganti dress nya yang putih maka dia harus mau basah-basahan terus. Asa keluar dari kamar mandi, di kamar sudah ada Alin yang tengah duduk sambil menyiapkan pengering rambut juga beberapa alat make up.


“kamu ngapain lin?.” Tanya Asa bingung


“mau bantuin kak Asa.”


“hahaha ngga usah tau, aku juga ngga terlalu pake make up paling Cuma keringin rambut aja sih.”


“iya biar cepet, aku bantuin kak.”


“makasih ya.”


“iya kak.”


Asa duduk didepan Alin yang mulai mengeringkan rambut panjang Asa menggunakan hairdyer, Alin berceritanya banyak hal mengingat dia adalah anak perempuan di satu keluarga yang dimana semua saudaranya adalah laki-laki, apalagi keduanya sudah tidak tinggal dirumah, hanya ada kedua orang tuanya, kakek neneknya, juga pamannya yang banyak bekerja di luar.


Setelah selesai membantu Asa, bertepatan saat Issa masuk kedalam kamarnya untuk mengajak mereka berdua keluar karena kedua orang tua Issa dan Alin mencari kehadiran mereka. Mereka bertiga pun keluar dari kamar Issa, Issa beberapa kali mencuri pandang kearah Asa yang tengah bergurau dengan Alin sambil menuruni tangga. Pemandangan yang sangat indah untuk Issa pandang, dia masih ingat dengan jelas saat Alin bertemu dengan Gea, bagaimana Alin sangat membenci Gea habis-habisan hanya karena Gea memang sangat judes dan terlalu cuek pada Alin, mengingat Alin yang sangat manja dengan Issa.


Fahira menyentuh lengan Asa lembut sambil tersenyum “are you okay?.” Tanya Fahira lirih yang sangat jelas di telinga Asa.


“ngga papa kok tan.” Jawab Asa tidak enak, karena saking baiknya ibu Issa padanya.


“maaf ya, untung Issa langsung gercep, ngga tau gimana kalau sampai kamu kenapa-napa pasti orang tua kamu khawatir.”


“orang tua Asa, sibuk tan, mereka jarang dirumah, Cuma sama mba di rumah.”


“ohh gitu, sering-sering main kesini kalau sama Issa, nanti tante masakin yang enak.”


“makasih tante.”


“sama-sama, tante seneng banget liat kamu.”


“hehehe tante bisa aja.”


Perbincangan mereka terhenti saat Issa mengajak Asa untuk keliling sebentar, mereka berdua menuju ke halaman samping dimana banyak bunga-bunga yang di tanam sendiri orang Fahira. Issa sangat menyesali atas apa yang terjadi hari ini, bahkan Issa juga baru tau kalau Asa tidak bisa berenang, Asa tenggelam karena Gea, entah sekarang Gea kemana yang pasti setelah kejadian itu kata teman-teman Issa yang lain, Gea pamit duluan, tapi jelas memang Gea sengaja mendorong Asa hingga terjatuh ke dalam kolam renang.


Mereka duduk di bangku taman berwarna putih sambil melihat langit yang sangat cerah malam ini, Issa beberapa kali melihat kearah Asa yang hanya tersenyum melihat pemandangan di rumah keluarga Issa.


“Asa.” Panggil Issa yang membuat wajah cantik Asa menoleh kearahnya pelan.


“lo cantik pake itu.”


“thanks, sorry ya gara-gara gue, lo jadi ikutan ganti baju.”


“ngga papa harusnya gue yang minta maaf ke lo, gue ngga tau kalo lo ngga bisa berenang.”


“gue ngerti kok, sorry juga pasti Gea marah ke lo gara-gara gue deketin lo.”


“bukannya kita Cuma teman, harusnya dia ngga akan marah kan.”


Issa menatap lembut mata Asa “gue ngga bisa nganggep lo Cuma teman, gue berharap lebih sa.”


“emm gue belum bisa jawab soal itu.”


“ngga papa gue bisa tunggu kok.”


“makasih.”


Mereka berdua bagaikan diserang fikiran masing-masing, pasalnya setelah itu tidak ada perbincangan lagi, kembali ke pesta yang masih panjang jam menunjukkan pukul set 11 malam, Issa mengantarkan Asa lebih awal karena takutnya kalau pulang terlalu malam tidak sopan, apalagi kalau kedua orang tua Asa berada di rumah. Walaupun Asa sudah mengatakan pulang jam berapapun tidak masalah, tapi tetap saja Issa tidak nyaman jika mengantarkan Asa pulang hingga selesai pesta. Setelah berpamitan dengan kedua orang tua Issa, mereka berdua pulang kerumah Asa.


Mobil milik Issa berhenti didepan gerbang rumah Asa.


“makasih ya untuk pestanya dan udah nganterin pulang.” Ucap Asa sebelum keluar dari mobil Issa.


“sama-sama, maaf ya.”


“ngga papa kok, ntar kalau bajunya ini udah di cuci, gue balikin.”


“santai aja, lagian Alin ngga akan pake dress dirumah.”


“siapa tau dia mau pake.”


“gampang.”


“gue masuk duluan ya.” Asa keluar dari mobil Issa, menutup pintu mobilnya kembali dan sebelum masuk kerumah, Asa melambaikan tangannya pada Issa.


Asa masuk kedalam rumah setelah mobil Issa meninggalkan area rumahnya, wajah Asa menjadi berubah datar setelah masuk kedalam rumah yang suddah sangat sepi, mba Aila juga sudah tidur di jam segini di kamar khusus pembantu rumah tangga. Asa mengambil air minum dingin di lemari pendingin yang ada di dapur, kemudian membawanya naik ke lantai dua menuju ke kamarnya.


Asa membersihkan tubuhnya dan meletakkan dress kotor milik Alin ke tempat khusus, karena dia akan membawanya ke tempat laundry khusus dress langganan Asa.


Setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur, Asa membuka laptopnya dan mengerjakan beberapa tugas ujian akhir semester seperti makalah dan analisis kasus, sebenarnya Asa sudah sangat lelah tapi dia harus mengerjakan sedikit demi sedikit sebelum deadline. Beberapa pesan masuk kedalam whatsapp milik Asa yang dia kaitkan di web laptopnya, terutama dari grup geng bertiganya, Adinda dan Wendy yang menanyakan kabar Asa, entah darimana mereka tau kalau Asa terjebur di kolam renang saat pesta anniversary pernikahan orang tua Issa.


Ternyata banyak fans Issa yang sebenarnya anak dari teman orang tua Issa, mungkin mereka tidak memiliki bukti saat Asa terjebur, tapi mereka mengambil potret saat Issa menolong Asa, dan bagaimana wajah khawatir Issa saat membantu menyelamatkan Asa, Asa baru menyadari satu hal kalau ada yang khawatir dengannya hingga seperti itu walaupun tidak sedarah.


Kabar mengenai hal itu sangat cepat menyebar, apalagi berita hubungan Issa dengan wanita yang belum diketahui namanya. Mungkin sebenatar lagi nama Alyasa Putri akan tersebar karena gosip kedekatannya dengan ISSA, seorang musisi yang banyak di gandrungi kaum hawa jaman sekarang.


Baru tengah malam Asa menutup laptopnya, tidak berniat memikirkan siapapun, tapi Asa sedari tadi seakan menunggu notifikasi dari seseorang yang tidak kunjung menghubunginya sejak mengantarnya kembali ke rumah. Beberapa kali mengecek ponsel tapi kosong, hanya ada notifikasi permintaan mengikuti yang Asa terus abaikan. Hingga Asa pun mulai menemui alam mimpinya, terlelap hingga pagi matahari membangunkan tidur nya dengan cahaya yang menerobos masuk melalui celah jendela yang terbuka.