Issa Asa

Issa Asa
Song 0.7




Sejak pagi Asa berada di rumahnya, hari ini dia tidak ada kelas tambahan seperti kemarin, Asa mengerjakan beberapa pekerjaan kecil karena dia harus menyelesaikan deadline tugasnya yang terakhir kumpul besok. Hingga sore hari Asa baru menyelesaikan tugasnya dan mengimkan melalui email ke dosen hukum pidana nya, tugas menganalisis kasus. Dia melihat ponselnya yang sudah banyak pesan masuk, bahkan request instagram yang mau memfollownya juga banyak, tapi yang terpenting adalah pesan dari teman-temannya di grup yang terus menyebut namanya melalui tag.


Wendy mengajak Asa pergi ke café 123 karena Issa jadi guest stars nanti malam, padahal ingin sekali Asa menidurkan tubuhnya untuk beristirahat, dia lelah karena mengerjakan tugas yang cukup banyak. Malamnya masa harus ikut Wendy dan Adinda nonton acara music, Asa kemudian membalas chat dari Issa terlebih dahulu yang menanyakan apakah dia datang atau tidak, Asa menjawab tidak bisa karena lelah, kemudian membalas pesan di grup kalau dia malas untuk pergi.


Setelah membereskan meja belajarnya, Asa menuju ke tempat tidur untuk mengistirahatkan badan, baru juga sekitar 1 jam tidur, ada suara yang mengganggu tidurnya, panggilan masuk dari Wendy ke dalam ponselnya.


"halo." Ucap Asa malas setengah mata tertutup karena masih mengantuk.


"sa, buka dong gue ada didepan rumah lo nihhh." Teriak Wendy sangat keras yang membuat Asa langsung terbangun dari tempat tidurnya dan melihat ke balkon, terlihat Wendy yang melambaikan tangannya pada Asa.


Asa pun mematikan panggilannya dan menuruni tangga menuju keluar, membuka gerbang dan menyuruh Wendy masuk, Wendy sendirian tidak dengan Adinda malam ini, karena memang sudah malam.


"lo ngapain kesini?." Tanya Asa bingung padahal dia sudah bilang kalau tidak ikut.


"jemput lo lah, Adinda udah disana terus dia ngga mau kalo ngga ada lo ya udah gue jemput lo, masa sih lo ngga ikut s ague udah kesini jauh lo."


"lagian kan gue ngga nyuruh lo kesini, ya udah lo mau minum apa? gue siap-siap dulu."


"ngga usah, lo siap-siap aja gue tungguin."


"bentar ya." Asa naik kembali ke lantai dua menuju ke kamarnya untuk mencuci muka dan menggosok gigi, dia sembarang memakai pakaian yang penting rapi dan tidak berantakan, kasihan kalau Wendy menunggunya lama. Pilihan outfitnya jatuh pada sweater dipadukan dengan celana jeans, tidak lupa sandal dan tas selempang untuk menaruh ponsel.


Setelah siap semuanya, Asa keluar dari kamar dan menghampiri Wendy sambil membawa helm nya, karena Wendy datang menggunakan motor, jadi dia harus membawa helm sendiri untuk menjaga keselamatan dan menaati peraturan lalu lintas.


Mereka berdua pergi ke café 123, selama dalam perjalanan Wendy terus bertanya mengenai Issa dan kegiatan Asa kemarin saat di ajak Issa jalan, entah kenapa Wendy juga tidak mengerti kenapa Issa tertarik pada Asa sahabatnya itu, kenapa tidak Wendy saja, kenapa harus Asa, tapi walaupun begitu Wendy juga senang karena idola nya tidak salah pilih, Asa baik dan selalu baik.


Sebenarnya Wendy sudah punya pacar, dia pacaran sejak sekolah menengah atas, pacarnya sekarang sudah jadi anggota kepolisian. Apa lagi yang harus Wendy khawatirkan, pacarnya juga sangat sayang sama dia, bahkan tau kalau Wendy sangat menyukai Issa, pernah berfikir untuk mengundang Issa ke ulang tahun Wendy, sayangnya Issa saat itu banyak job jadi tidak bisa mencari celah.


Asa dan Wendy duduk bergabung dengan Adinda, bahkan Adinda sudah memesankan minuman untuk mereka bertiga sekaligus makanan ringannya kesukaan masing-masing. Mereka bercerita banyak hal hingga live music nya dimulai, acara yang sangat di tunggu-tunggu, Wendy ikut berteriak saat mc memulai acara, bukan hanya Wendy, banyak juga fans Issa yang datang kesana hingga memenuhi tempat, untungnya Adinda sudah stay disana sejak awal.


"btw gue tadi waktu ke kamar mandi bentar ngga sengaja ketemu Issa dijalan, dia nanyain lo sa, terus gue bilang aja kalo lo ngga dateng, padahal lo pasti dateng kalo di jemput Wendy."


"jadi hubungan lo sama Issa apaan sa?." Tanya Wendy sangat antusias.


"ngga ada hubungan apa-apa, lagian kan gue baru kenal Issa, tau juga baru waktu itu walaupun udah sering dengerin lagunya."


"bukannya cowok kayak gitu playboy ya?." Tanya Asa polos


"Asaaaa... tau ngga, gue udah lama banget suka sama Issa, mantan aja Cuma Geanora doang, itupun mereka putus gue baca-baca dari forum fans Issa, Gea udah bosen sama Issa, kasihan Issa anak baik." jelas Wendy.


"gue baru kenal Issa, jadi mungkin kita hanya teman. Hehehe." Jawab Asa dengan candaan, nyatanya memang seperti itu, Asa tidak ingin berharap pada siapapun karena baginya tidak ada harapan yang pasti jika bukan harapan pada dirinya sendiri.


Bagas naik keatas panggung, menyapa para tamu yang hadir, dia mulai memaikan gitarnya untuk bernyanyi akustik menyanyikan lagu milik Issa yang berjudul "I SEE" salah satu EP yang di keluarkan Issa pertama kali, lagu itulah yang membawa nama Issa booming hingga hari ini. Masuk ke reef ada suara yang tidak asing berada diantara suara Bagas, yaitu Issa yang datang dari dalam dan bergabung dengan Bagas di depan.


Lagu I See adalah lagu yang pernah menjadi lagu favorit Asa, bahkan Asa ikut bernyanyi dengan yang lain, pandangan mereka bertemu, Issa tersenyum pada Asa sekaligus tidak menyangka kalau Asa berada diantara tamu yang hadir padahal dia tadi bertanya pada Adinda kalau Asa tidak hadir karena harus istirahat.


Namun diantara tamu yang hadir juga ada Geanora dengan teman-temannya di meja lain, berbeda dengan Asa yang berpenampilan simpel, Geanora sangat cantik mengenakan jaket jeans crop dipadukan dengan rok diatas lutut yang memamerkan kaki jenjangnya, Gea juga tambah cantik setelah memotong rambut panjangnya dan dibuat sedikit bergelombang.


Issa dan Bagas sangat menikmati lagu di depan, menjadi pusat perhatian semua orang sambil menikmati malam. Hingga lagu berakhir, Gea berdiri dan bertepuk tangan sangat heboh, tapi membuat Wendy nampak tidak suka dan kesal.


"kenapa wen?." Tanya Asa bingung melihat raut wajah Wendy


"lo ngga tau? Itu yang namanya Geanora mantan Issa."


"terus kenapa?."


"kesel aja, kok bisa sih masih kesini padahal jan dia udah nyakitin Issa."


"putus baik-baik kalik, kan belum tentu putus terus musuhan Wen."


"tetep aja gue kesel liatnya."


Terlihat Gea juga maju kedepan karena di panggil Bagas menerima sebuah bucket bunga dari Bagas, sayangnya bukan dari Issa, Bagas seperti itu karena tidak enak karena Issa tidak mungkin memberikan bunga nya pada Gea, jadi Bagas saja yang berkorban memberikan bunga nya pada Gea.


"thanks." Ucap Gea sambil tersenyum.


Pandangan Asa tertuju pada raut wajah Issa.