Issa Asa

Issa Asa
Song 3.1




Sejak hari itu, keberangkatan Issa ke Singapura selalu di tunda karena banyaknya job manggung yang diterima oleh manajernya. Issa sendiri sudah mengatakan sejak satu minggu sebelumnya kalau dia akan pergi ke luar negeri beberapa hari tapi manajernya sudah terlanjur mengambil beberapa job manggung di luar kota.


Karena bayaran sudah diberikan setengah, Issa pun tidak bisa menolak atau membatalkannya, dia harus tetap profesional sebagai seorang publik figur sekaligus sebagai seorang musisi yang hidup dengan bernyanyi kesana kemari menghibur para penonton dan fans nya yang telah lama menantinya untuk bernyanyi.


Sejak hari itu pula, dia tidak mendapatkan kabar apapun dari Asa, teman-temannya pun sama, tapi saat temannya mendatangi teman satu kelas Asa. Mereka mengatakan kalau nama Asa sudah proses mengundurkan diri dari kampus, kemungkinan besar juga Asa tidak akan kembali ke Indonesia lagi, apalagi saat Issa datang kerumah Asa beberapa barang milik Asa berada di dalam koper dan akan dikirimkan ke tempat tinggal Asa yang baru. Beruntungnya Issa berhasil mendapatkan alamat lokasi tujuan barang-barang Asa di kirim, dan jadwalnya kemungkinan setelah liburan dia akan ke Singapura terlebih dahulu, tidak peduli dia harus ijin tidak masuk kuliah terlebih dahulu.


“Issa!.” Panggil Gea yang keluar dari mobilnya didepan rumah Issa.


“Ge, ngapain lo kesini?.”


“gue mau nganterin lo manggung, gue denger lo mau keluarin Single ya?.”


Issa menghembuskan nafas beratnya “iya, gue sibuk, lo pergi aja deh.” Usir Issa karena merasa tidak nyaman dengan Gea, sejak Gea terus datang di acara musiknya, dari yang di luar kota maupun dalam kota, semua orang jadi berpikir kalau mereka berdua balikan.


Masalah Single, awalnya Issa sudah merancang mengeluarkan Album tahun ini, tapi nyatanya semua tidak berjalan sesuai apa yang dia mau, akhirnya Issa memutuskan untuk mengeluarkan Single terlebih dahulu dengan hanya satu lagu di dalamnya, Single tersebut akan launching setelah Issa pulang dari Singapura, dia mendapatkan waktu liburan selama satu minggu disana.


Meninggalkan Gea yang kesal karena tidak diajak semobil dengan Issa, Issa melajukan mobilnya menuju ke salah satu stasiun televisi dalam acara talk show serta dia juga akan membawakan satu lagunya dan untuk promosi awal dimana dia akan mengeluarkan Single baru.


Seperti apa yang seharusnya biasa dilakukan, Gea hadir diantara penonton bahkan duduk disebelah manajer Issa.


“jadi yang duduk disana siapa? Pacar?.” Tanya host yang membuat Issa melihat kearah Gea.


“bukan.” Jawab Issa singkat jelas dan padat “kalau boleh, saya ingin mengatakan sesuatu mengenai single baru yang akan keluarkan.”


“oh iya silahkan.”


“sebenarnya tahun ini akan saya rancang untuk mengeluarkan sebuah Album yang berisi banyak lagu, tapi kemudian saya memutuskan untuk mengeluarkan single karena satu kesalahan saya yang tidak akan pernah bisa dimaafkan, saya telah menyakiti seseorang yang sangat berharga untuk saya, dan musik yang akan saya keluarkan adalah musik permintaan maaf saya padanya.”


“jadi kemungkinan ini lagunya mellow?.”


“benar.” Issa tersenyum pada host mengiyakan.


Syuting talk show pun berakhir, sambil berjalan menuju ke manajernya, Issa melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 10 malam, pesawatnya akan berangkat pukul 11 malam ini.


“terimakasih untuk hari ini.” Ucap Issa pada manajernya lekas meninggalkan studio untuk pergi ke bandara yang jaraknya lumayan jauh, biasanya ditempuh kurang lebih setengah jam sampai disana kalau tidak macet.


Penerbangan antara Indonesia dan Singapura hanya ditempuh sekitar 2 jam kurang, jam satu dini hari versi jam Indonesia atau WIB menunjukkan pukul 1 malam, kalau jam Singapura 2 dini hari. Issa sampai di bandara Changi Singapura, pria itu berjalan keluar dari bandara menghentikan sebuah taksi untuk pergi ke hotel tempatnya menginap malam ini. Sebenarnya Issa punya keluarga jauh di Singapura tapi dia tidak bilang ke orang tua nya kalau pergi ke Singapura hari ini.


Sebenarnya keluarga Issa sangat menyukai Asa terlepas dari Asa dari keluarga yang sangat berada dan terpandang, mungkin keluarga Issa tidak kalah kaya dari keluarga Asa, tapi keluarga Asa jauh lebih kaya daripada keluarga Issa. Itulah yang terkadang membuat kedua orang tua Issa sedikit tidak nyaman kalau putranya memiliki hubungan dengan Asa.


Issa terlebih dahulu istirahat di hotel tempatnya menginap, hotel yang tidak jauh dari alamat yang ada di foto, alamat rumah keluarga Atmaja di Singapura. Hampir seluruh penjuru Singapura adalah kota dengan banyak bangunan tinggi dan rumah-rumah mewah, dari maps yang Issa buka melalui ponsel, alamat rumah keluarga Atmaja menunjukkan sebuah bangunan bergaya modern berlantai tiga besar dan belakang rumahnya memiliki lapangan golf pribadi.


Issa terus melihat postingan instagram milik Asa dan merefresh nya terus menerus berharap setidaknya Asa membuat story atau membuat postingan baru, walaupun Asa tidak membalas pesannya sama sekali. Tiba-tiba saat merefresh, semua postingan lama Asa menghilang seluruhnya, di hapus atau kemungkinan di arsipkan. Issa pun mengirimi pesan melalui Dm ke akun instagram milik Asa, berharap segera di balas.


Asa memposting foto barunya, dari pose itu Issa dapat melihat kalau itu bukan foto informal melainkan sebuah foto yang di ambil di studio pemotretan layaknya seorang model. Bahkan bio nya juga tertulis bahwa akun milik Asa sekarang bukan akun pribadi melainkan dikelola oleh asisten pribadi nya. Asa bukan seorang artis, tapi dia mendapatkan fasilitas layaknya seorang artis tengah naik daun, semua akunnya di kelola oleh asisten pribadinya.


Pagi itu setelah membersihkan badan dan berganti pakaian dengan pakaian yang bersih dan rapi, Issa keluar dari kamar hotelnya dan pergi ke alamat yang tertera di foto yang ada di ponselnya. Tidak membutuhkan perjalanan lama, Issa sampai di sebuah bangunan megah dengan tiga lantai dan gerbang yang tinggi, bahkan di sebelah gerbang tersebut ada pos satpam nya dan penjagaan yang cukup ketat. Issa keluar dari mobil menuju ke pos satpam untuk bertanya apakah benar itu rumah keluarga Atmaja.


“permisi, maaf mau bertanya, apakah benar ini rumah keluarga Atmaja?.” Tanya Issa.


“apakah sudah ada janji bertemu?.” Tanya satpam tersebut.


“saya teman cucu keluarga Atmaja, apa dia ada dirumah?.” Tanya Issa kembali.


“jika tidak ada janji bertemu, maka tidak akan bisa bertemu nona Alyasa.”


“biarkan saya bicara dengannya.”


Satpam tersebut saling melihat satu sama lain, kemudian menghubungi seseorang melalui telepon.


“atas nama siapa?.”


“Is-Alghissa.”


Satpam tersebut kembali berbincang dengan seseorang melalui telepon.