
Tidak seperti biasanya pagi itu Issa lebih awal bangun tidur ketimbang yang lain, Issa menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badan kemudian memakai pakaian rapi. Hari ini dia harus melakukan daftar ulang di kampus barunya, kampus yang dipilihkan oleh kedua orang tuanya, Issa memilih jurusan ilmu Pemerintahan, berbeda dari prediksinya yang akan memilih jurusan seni, Issa malah memilih jurusan lain yang sama sekali tidak berkaitan dengan karirnya, tidak ada alasan pasti tapi dia memilih ilmu pemerintahan agar memiliki banyak waktu luang untuk berkarya. Yang katanya jurusan itu paling gampang, walaupun sebenarnya Issa juga tidak tau apakah yang katanya itu benar.
Celana jeans di padukan dengan kemeja polos berwarna hitam, tak lupa beberapa aksesoris yang melekat di leher juga pergelangan tangannya, khas style Issa, style fakboi kalau kata anak-anak jaman sekarang. Issa memasukkan berkasnya kedalam map, tak lupa membawa tas selempang kecil berisi dompet, ponsel, dan jangan lupakan vape nya.
“lo jadi kuliah sa?.” Tanya Bagas yang baru saja bangun dan pergi ke dapur.
“iya mau gimana lagi, disuruh nyokap masa gue tolak, lagian kan juga gratis.” Jawab Issa santai.
“kalo gue jadi lo juga bakal kuliah sih.”
“lo sendiri gimana?.”
“gue mau kerja dulu lah habis itu kalo niat ya daftar kuliah.”
“bagus gitu, gue cabut dulu, ntar lo masak aja sendiri atau mau order juga ngga masalah, kalau mau maska bahannya ada di kulkas.”
“yoi.”
Issa mengambil kunci mobilnya, sebelum pergi lebih dahulu memanasi mesin mobil beberapa menit lalu berangkat menuju ke kampus yang Issa akan tuju. Kampus yang cukup mahal, bukan hanya karena swasta tapi juga karena kampus terbaik versi swasta jadi wajar kalau mahal jika kuliah disana, kalau Issa tidak serius maka dia membuang banyak uangnya untuk hal yang tidak jelas. Jadi minimal dia harus sedikit serius untuk mendapatkan IPK yang bagus saat kuliah nanti.
Mobil Issa sampai di parkiran kampus, sambil bermain ponselnya, Issa berjalan menuju ke tempat untuk daftar ulang sambil membawa map berkas miliknya, antre di antara yang lain Issa menunggu cukup lama, banyak yang meminta foto bahkan menyapanya sambil senyum-senyum sendiri, membuat Issa sedikit tidak nyaman. Hingga giliran Issa pun tiba, Issa memberikan mapnya juga menandatangani beberapa hal, dia juga sudah mendapatkan almamater dan perlengkapan lainnya.
Issa meninggalkan area daftar ulang menuju ke mobilnya, tanpa sengaja dia bertemu dengan Gea, dia tidak tau kalau Gea satu kampus dengannya hanya berbeda jurusan yang di ambil. Gea juga baru selesai daftar ulang beberapa menit yang lalu saat wanita itu menghampiri Issa.
“Issa, gue minta maaf soal semalam.” Ucap Gea yang mengundang banyak pertanyaan di kepala Issa atas maksud wanita itu malam meminta maaf padanya.
“ngapain lo minta maaf ke gue, emang lo salah apaan ke gue, salah lo kan ke Asa bukan ke gue.” Jawab Issa singkat.
“kalo gue ketemu Asa gue bakal minta maaf ke dia.”
“baguslah.”
Mereka berdua duduk disalah satu meja kosong setelah memesan makanan dan minuman, dulu mereka pernah melakukan hal ini, makan bersama, bahkan Issa memperlakukan Gea dengan sangat baik, selalu melempar senyuman, bercanda hal yang bisa membuat Gea tertawa, tapi itu dulu dan Issa menyesali waktu yang terbuang dengan akhir yang sia-sia. Walaupun kalau saja Gea mengajak berbaikan dan kembali pacaran, Issa sangat menolaknya, dia tidak ingin mengulang sakit hati yang berkepanjangan karena seorang Geanora yang cukup populer di kalangan cowok-cowok.
Tanpa mereka sadari salah seorang fans mereka berdua memotret kebersamaan Issa dan Gea disana, jug mengunggahnya di media sosial dengan caption ‘kapalku belum karam, yukk bisa yuk otw balikan’ dengan banyak like dan komentar yang saling mencari tau tentang foto tersebut, banyak spekulasi yang terbentuk setelah itu, bahkan grup fans club juga ramai karena foto tersebut.
Wendy yang tengah bermain ponsel tiba-tiba banyak notif masuk dari grup, wanita itu langsung membukanya dan membaca dari awal mengenai konspirasi foto baru yang berada di grup. Foto yang menampakkan Issa dan Gea yang tengah makan bersama, mereka juga nampak seperti asik makan, foto yang menggambarkan ada hubungan lebih dari teman. Banyak yang bilang kalau Gea dan Issa akhirnya balikan setelah menunggu sekian lama, tapi ada juga yang tidak setuju kalau Issa balikan dengan Gea, begitulah fans.
Tapi yang menjadi permasalahannya sekarang adalah bagaimana dengan Asa, Wendy langsung mengirim pesan di grup mengenai foto tersebut, Asa juga sudah membukanya, tapi belum ada jawaban dari Asa padahal kedua temannya sudah heboh ingin tau bagaimana hubungan Asa dan Issa.
Asa hanya mengatakan kalau hubungannya dengan Issa hanya sebatas teman dan tidak lebih, kalau pun Issa balikan dengan Gea maka tidak ada masalah apapun, toh Asa tidak berniat untuk mendekati Issa juga. Hanya itu yang bisa Asa katakan, padahal dia tengah chatingan dengan Issa, tapi Issa mengatakan kalau dia sedang mendaftar ulang ke kampus barunya. Tidak mengatakan kalau dia bertemu dengan Gea, Asa juga berfikir kenapa harus mengatakan padanya kalau Issa bertemu Gea, mereka tidak ada hubungan apa-apa. Asa menaruh ponselnya dan lebih memilih untuk menonton film di tab nya, dia sudah tidak peduli banyak pesan masuk ke ponselnya.
Hari itu setelah berita mengenai Issa dan Gea, Asa sama sekali tidak membalas pesan Issa bahkan Asa memblokir kontak Issa, dia tidak ingin ada salah faham kembali antara dirinya dengan Gea yang bagi Asa sangat tidak penting. Kalaupun ingin berteman, mereka bisa berteman melalui media sosial seperti instagram, tidak perlu 24/7 chatingan terus.
Setelah makan dengan Gea, Issa langsung pulang, dia juga menunggu balasan dari Asa tapi saat mengirim pesan lagi sudah centang dan profil Asa hilang. Banyak notif instagram yang masuk, foto makan dengan Gea beredar dan bahkan banyak yang mengatakan kalau dirinya dan Gea balikan.
“shittt!!.” Issa mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah Asa, rumahnya nampak sepi, area perumahan itu sepi saat jam kerja tapi dia tidak menyangka kalau rumah Asa juga sepi.
Issa keluar dari mobilnya dan memencet bel rumah beberapa kali, tidak ada orang yang keluar padahal Issa menunggu cukup lama. Hingga seorang pembantu keluar dari rumah Asa menghampiri Issa didepan gerbang.
“cari siapa ya mas?.” Tanyanya
“Asa nya ada?.”
“nona Asa tidak ada dirumah.”
“ohh gitu, ya udah makasih.”
“sama-sama mas.” Issa meninggalkan rumah Asa, hari ini senin, mungkin Asa ada kelas. Issa pun pergi ke kampus Asa berharap dia bisa bertemu dengan Asa disana.
Tapi sayangnya saat Issa bertemu dengan salah seorang teman satu kelas Asa yang ia lihat beberapa hari yang lalu mengatakan kalau hari ini tidak ada kelas.