
Issa masuk kedalam gedung hotel tersebut dan pergi ke restoran yang ada di lantai satu, restorannya sangat mewah dengan vibes gelap seperti elegant kerajaan berlantai merah darah. Terlihat salah satu meja dengan banyak orang disana, ada kedua orang tuanya, adiknya, juga kakak dan iparnya. Issa langsung berjalan ke meja tersebut dan duduk di kursi yang kosong. Tapi sepertinya bukan hanya mereka yang akan makan malam di meja tersebut, buktinya ada sekitar empat hingga lima kursi kosong dan belum ada penghuninya.
“maaf ya pa, ma, telat sedikit.” Ucap Issa merasa tidak enak karena keluarganya sudah berkumpul dan hanya dia sendiri yang baru saja datang.
“its ok, kita tunggu dahulu tamu nya ya.” Ucap Fahira.
Cukup lama mereka semua menunggu hingga tamu yang ditunggu pun datang, William dan Fahira pun berdiri dari duduknya dan menyambut mereka. Sedangkan posisi Issa yang membelakangi tamu ikut berdiri memutar badannya ke belakang. Seorang wanita yang sangat cantik dengan rambut yang dicepol atas rapi sedikit pirang menarik perhatiannya, matanya seakan tidak ingin berkedip dan berharap apa yang dia lihat nyata.
“selamat malam.” Ucap seorang pria tua yang kemudian berjabat tangan dengan William dan Fahira
“malam tuan Atmaja. Silahkan duduk.”
“Issa.”
“Asa.”
Mereka berdua saling menyebut nama masing-masing dengan wajah terkejut, kakeknya mengatakan mereka akan menghadiri pesta bisnis, bukan hanya Asa dan kakeknya tapi juga kedua orang tuanya ikut datang.
Asa duduk berhadapan dengan Issa, mereka seperti orang asing namun menatap lembut satu sama lain, dari tatapan mata itu adalah tatapan sebuah kerinduan yang sangat dalam antara keduanya.
“maaf menunggu sangat lama.” Ucap Deon tersenyum pada William dan seluruh keluarganya.
Flashback
Deon dan Diana baru saja mengantarkan Asa masuk kedalam pesawat, dari kejauhan Deon melihat seorang laki-laki yang menoleh kesana kemari seakan mencari tahu hingga laki-laki tersebut menghampiri mereka.
‘bukannya dia putra kedua William.’ Ucap Deon dalam hatinya.
Dengan gaya dinginnya Deon berjalan seakan-akan menghampiri Issa, hingga membuat Issa sadar bahwa disana ada orang tua Asa. Mereka berbincang sangat panjang, dan Deon mengatakan tidak setuju dengan hubungan Issa dan Asa.
Flashback Off
“bagaimana kabarmu? Sepertinya kalian tidak jadi bercerai.” Ucap William sambil melihat Deon dan Diana yang nampak sangat serasi.
“seperti yang kamu lihat.” Jawab Deon santai.
Makanan mereka semua tiba, tanpa sengaja pelayan menumpahkan minuman ke baju yang dipakai oleh Asa. Melihat gelas yang tumpah di pakaian Asa membuat Issa langsung berdiri dan menghampiri Asa sambil mengeluarkan sapu tangan untuk membantu Asa mengelap bajunya.
“thanks.” Ucap Asa merasa tidak nyaman karena semua orang melihat ke arah mereka berdua.
Issa yang dilihat semua orang, langsung berdiri dari jongkoknya dan kembali ke tempat duduknya sendiri. Namun tatapannya masih tertuju pada Asa sedari dia duduk hingga sekarang, pelayan yang minta maaf pun hanya di iyakan oleh Asa walaupun tuan Atmaja sangat marah melihatnya yang tidak bekerja dengan baik.
Waktu makan makanan pembuka pun tiba, semua memakan makanannya dengan santai dan saling melemparkan candaan satu sama lain. Berbeda dengan Asa dan Issa yang sedari tadi bertanya-tanya bagaimana bisa kedua keluarganya yang bahkan sudah menentang hubungan mereka dahulu menjadi sangat akrab layaknya teman baik sejak lama.
Tuan Atmaja pun mulai membuka pembicaraan mengenai acara mereka pada malam ini.
“Alyasa, jadi mereka semua adalah sahabat dekat keluarga Atmaja sejak lama, kami telah melakukan perjanjian perjodohan antar keluarga. Awalnya kamu akan di jodohkan dengan Argantara, putra pertama William dan Fahira.” Ucap tuan Atmaja.
“haii.” Sapa Argantara, kakak dari Issa yang duduk dengan istrinya.
Asa hanya tersenyum membalas sapaannya.
“tapi karena jarak umur kalian yang cukup banyak dan Argantara juga sudah menikah dengan kekasihnya, jadi kamu kakek jodohkan dengan putra kedua mereka, Alghissa.” Ucapan tuan Atmaja membuat Issa tersedak, bahkan Asa pun sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh kakeknya.
“kakek bercanda ya?.” Tanya Asa sedikit kesal, kenapa tidak sejak awal saja mengatakan kalau mereka berdua dijodohkan, bukannya bilang setengah-setengah dan membuat hati Asa merasa sakit.
Diana menyentuh pundak putrinya “maafin mama ya nggak bilang ini sejak awal, mama awalnya juga terkejut tapi kakekmu merencanakan semuanya sejak awal agar kalian bisa melewati masalah terlebih dahulu sebelum menuju ke pernikahan nantinya.” Ucap Diana tapi sama sekali tidak merubah rasa kecewa di wajah Asa.
Melihat Asa yang sama sekali tidak senang membuat Issa bertanya-tanya apakah Asa sudah melupakannya, padahal dirinya saat ini seperti dijatuhi buah-buahan yang matang, dia sangat senang rasanya seperti keajaiban yang datang tiba-tiba.
“Asa ke toilet dulu.” Asa beranjak dari tempat duduknya meninggalkan meja makan dan pergi begitu saja menuju ke toilet.
Issa yang melihat ada yang Asa sembunyikan, seakan tidak mungkin Asa kebetulan pergi ke toilet ikut ijin untuk ke toilet juga. Sampai di belokan, Issa di kejutkan oleh Asa yang tiba-tiba memeluknya sangat erat. Issa membalas pelukan Asa sambil mengusap punggung wanita itu, dia juga sangat merindukan Asa selama ini tapi dia tidak bisa melakukan apapun karena harus menuruti kedua orang tuanya dalam perjodohan gila ini.
Keduanya saling melepaskan pelukan masing-masing, Issa menatap wajah cantik Asa yang meneteskan air mata, mengusap pipinya dengan jari tangannya. Issa menarik wajah Asa mendekat kearah wajahnya dan mengecup bibir indah itu, ciuman mereka yang semula hanya sebuah kecupan, berubah menjadi ciuman yang saling menuntut satu sama lain.
Asa menatap mata Issa, keduanya saling memeluk kembali. Setelah reda, Issa mengajak Asa kembali dengan memakaikan jas yang dia pakai di tubuh Asa. Alasannya karena pakaian Asa yang terkena minuman tersebut terlihat jelas dan Issa tidak ingin Asa kedinginan.
Keluarganya menatap putra putri mereka yang datang bersamaan, mereka ikut senang melihat keduanya yang sangat bahagia hari ini. Diana memeluk putrinya erat sambil tersenyum, Asa juga tersenyum di pelukan ibunya, dia tidak tahu harus mengatakan apa sekarang karena seperti keajaiban yang tiba-tiba datang kebahagiaannya juga terasa sangat lengkap.
Makan malam itu tidak membahas apapun selain mengenai perjodohan juga hubungan keluarga mereka terkait bisnis perusahaan yang akan saling menguntungkan satu sama lain. Tapi Issa tidak peduli masalah itu sekarang, bersama Asa cukup membuatnya sangat bahagia saat ini. Kabar mengenai perjodohan antara Alghissa, seorang musisi muda dengan cucu keluarga Atmaja, Alyasa. Sudah terdengar hingga media-media besar, tidak ada yang menganggapnya aneh, mengingat Issa berasal dari keluarga berada. Tapi yang membuatnya kembali naik ke publik adalah pernyataan Issa dan Asa yang mengatakan pada publik kalau mereka hanya berteman baik dan tidak lebih, nyatanya mereka berdua berjodoh. Tapi bagi sahabat mereka masing-masing yang ingat jelas perjalanan cinta Issa dan Asa sangat senang mendengar itu, akhirnya mereka bersama kembali.