
Asa bersama dengan Windi berjalan menyusuri kampus barunya yang ada disini, walaupun sebenarnya Asa lebih nyaman berkuliah atau menempuh pendidikan di Indonesia ketimbang di negeri orang, tapi mau bagaimana lagi dia harus melakukan itu karena keinginan kakeknya, atau dia akan terkena masalah kalau tidak menurut.
Masih beberapa jalan, tiba-tiba beberapa orang suruhan kakeknya datang menghampiri Asa dan Windi, mereka menarik Asa secara paksa masuk kedalam mobil kakeknya. Dalam hanya ada kakeknya saja yang seharusnya sudah berada di kantor pagi ini.
“baru saja kakek mendengar kalau kemarin ada yang kerumah.” Ucap kakek sangat dingin dan tanpa ekspresi, Asa tau kalau tidak mungkin Windi yang mengatakan pada kakek mengingat kemarin saja tidak ada reaksi apapun.
“kakek tahu darimana?.”
“siapa dia? Pria yang membuatmu masuk kedalam banyak masalah? Bukannya kakek sudah mengatakan sejak awal kalau kamu dari kecil sudah dijodohkan.”
“tapi Asa nggak mau kek. Asa nggak mau berakhir kayak mama dan papa.” Jawab Asa kesal jika mengingat bahwa kedua orang tuanya dulu dijodohkan dan berakhir tidak baik sama sekali.
“berhenti dari sekarang atau kakek akan membuatnya menderita.” Ucap tuan Atmaja, dari raut wajahnya, Asa sangat tahu kalau kakeknya tidak pernah main-main dengan ucapannya.
Asa keluar dari mobil kakeknya dan masuk kedalam mobilnya dengan Windi.
“apa nona Alyasa baik-baik saja?.” Tanya Windi penasaran, sejak kemarin Windi sangat kasihan pada Asa, sehingga membuatnya menjadi berada di pihak Asa.
“iya, tenang aja. Ke hotel xxxx sekarang.” Ucap Asa pada sopirnya.
Mobil tersebut meninggalkan area kampus dan pergi ke hotel yang Asa tunjuk, dia ingin menemui Issa lebih awal agar Issa segera kembali ke Indonesia lebih dahulu. Baru saja mobil Asa sampai di depan lobby hotel, mata Asa menangkap sosok Issa yang tengah berada di kedai depan hotel. Asa langsung keluar dari mobil mengabaikan panggilan Windi yang terus memanggilnya agar tidak sembarangan keluar dari mobil.
Tringg
Suara pintu terbuka membuat Issa melihat kearah pintu, matanya sedikit terkejut juga bahagia saat melihat Asa berdiri disana, tapi ada yang aneh dengan wajah Asa, tidak seperti biasanya. Issa pun menghentikan live nya secara mendadak membuat para fans nya khawatir.
“ada apa?.” Issa menghampiri Asa dan menyuruhnya duduk di meja yang sama dengan Issa.
“bisakah kamu kembali saja ke Indo?.” Ucap Asa dingin.
“apa ada masalah?.” Issa mulai serius menanggapi.
“kakek ku tahu soal kita, aku takut kamu kenapa-kenapa kalau terus disini.”
“baiklah aku mengerti.” Issa beranjak dari tempat duduknya dan memeluk Asa erat “aku selalu ingin kamu baik-baik saja, bagaimana pun caranya aku akan terus menghubungimu, aku akan mendapatkan restu dari keluargamu, jadi tolong bertahanlah Asa.” Bisik Issa.
Asa mengangguk dalam pelukan Issa, dia tidak yakin mereka berdua bisa bersama hingga akhir, tapi yang bisa Asa lakukan hanya percaya dengan apa yang dikatakan Issa, dan yang bisa Issa lakukan adalah memberikan kepercayaan pada Asa walaupun kenyataannya sangat sulit. Dia ingat saat ayah Asa sama sekali tidak menyetujui hubungannya dengan Asa, ditambah dengan kakek Asa yang juga tidak menyetujui hubungan mereka berdua, semuanya sangat sulit.
Siang itu Issa berangkat ke bandara di antarkan oleh Asa, mereka akan terpisah hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Kembali Issa memeluk Asa dan masuk kedalam pesawat, Asa melambaikan tangannya pada Issa sambil tersenyum.
Penerbangan Issa lancar sampai di Indonesia, dia sudah menghubungi teman-temannya agar menjemputnya di bandara. Terlihat Bagas, Julian, dan Haikal yang sudah menunggunya di bandara Soekarno-Hatta. Layaknya sebuah persahabat yang sangat erat, mereka saling memeluk satu sama lain memberikan selamat pada Issa karena mendapatkan hati Asa.
Issa menarik nafas panjang-panjang saat suara para fans nya terdengar sangat nyaring di depan panggung utama. Hari ini adalah debut single Issa yang berjudul “MISTAKE”, sebuah lagu yang di dedikasi kan atas kesalahannya pada Asa kala itu, membuat Asa merasa bahwa Issa sama sekali tidak mencintainya, padahal nyatanya salah, Issa sangat mencintai Asa lebih dari apapun hingga tidak ingin melepaskan wanita itu sedikitpun.
Issa berdiri di panggung, alat musik mulai dimainkan, di depan mic suara Issa terdengar sangat merdu membawakan lagu terbarunya. Lagu ini adalah lagu mellow yang membuat semua fans nya meneteskan air mata, terlalu berlebihan tapi banyak orang juga mengalami hal yang sama, tidak bisa mengungkapkan perasaannya hingga pada akhirnya orang yang disukai pergi jauh.
Terkadang kita terlalu mencari jauh bagaimana perasaan kita hingga melupakan bahwa sebenarnya kita benar-benar mencintainya terlalu dalam sehingga kita tidak pernah tahu bahwa rasa cinta itu seakan menjadi sebuah kebiasaan baru.
Musik berhenti, Issa berdiri didepan semua fans nya yang bersorak menyebut namanya.
“bagaimana kabar kalian setelah sekian lama?.” Pertanyaan yang keluar dari mulut Issa.
“baik.” Teriak semua fans nya secara bersamaan.
“terimakasih telah setia mendukungku, semoga kalian menyukai single terbaru yang aku keluarkan. Musiknya bisa kalian dengar melalui aplikasi musik kalian di ponsel masing-masing, dan jangan lupa untuk menonton MV nya di Youtube ISSA.”
“ISSA....!!.” teriak fans nya dengan nada sedih.
“ya?.” Jawab Issa polos “aku lupa satu hal.” Issa berjalan ke belakang mengambil bunga yang selalu ia siapkan, tapi kali ini bukan bunga mawar merah melainkan mawar putih yang cukup banyak berada di tangannya.
Issa menunjuk seorang wanita yang berada di tengah dengan mata yang sembab, gadis itu maju kedepan dan naik keatas panggung.
“untukmu.” Ucap Issa lembut.
Gadis itu malas menangis sejadi-jadinya membuat Issa memeluknya “are you ok?.” Tanya Issa pada gadis itu “whats your name?.”
“Nadia.” Jawabnya sambil sesenggukan.
“Why do you cry, Nad?.” Tanya Issa kembali sambil melepaskan pelukannya pada Nadia.
“Issa, kenapa Issa menahannya? Kenapa Issa harus sesedih ini dan semenderita ini hanya karena tidak bisa mengungkapkan perasaan Issa pada wanita yang Issa cintai? Bahkan kami sangat mendukung siapapun wanita yang bisa membuat Issa bahagia.” Jelas Nadia yang membuat Issa terdiam, namun kemudian Issa tersenyum pada Nadia dan semua fansnya.
“ada banyak hal yang tidak bisa digapai termasuk cinta, karena tidak semua rasa cinta yang sudah diungkapkan akan berakhir bahagia. Mungkin terdengar seperti putus asa, tapi itu memang kenyataannya, kesalahan dan penyesalan akan tetap ada, maka dari itu buatlah kata kesalahan dan penyesalan untuk memperbaiki semuanya.” Ucapan Issa membuat semua orang bertepuk tangan.