
Setelah mengantarkan Asa pulang kerumahnya, Issa kembali ke pesta mengingat pesta nya belum selesai, bahkan hingga tengah malam ia luangkan untuk berbincang hal yang tidak penting dengan teman-temannya yang ada di rumah keluarga Issa. Issa juga memutuskan untuk tidur di rumah keluarganya karena kelelahan semalaman, malas untuk menyetir mobil, ponselnya juga kebetulan mati, tidak membawa cas, malas untuk meminjam pada Alin.
Issa terbangun setelah pagi hari, dia langsung pulang kerumahnya bahkan tanpa berpamitan pada anggota keluarganya yang lain karena mereka masih tertidur, Issa hanya berpamitan kepada pelayan yang bekerja dirumah keluarganya saja.
Sampai dirumah yang Issa lakukan pertama kali yaitu mencharger ponselnya, tidak ad notifikasi dari Asa tapi banyak chat masuk lainnya mengenai banyak gosip termasuk mengenai Geanora yang tiba-tiba membuat postingan foto mereka berdua saat masih berpacaran dengan caption emoji love merah dan hitam. Tentu saja Issa sangat geram, foto itu diambil tahun lalu saat mereka masih pacaran, tapi memang tidak pernah di posting dimanapun, bahkan rambut Issa juga masih di warna.
Gosip mengenai hubungannya dengan Asa, seakan luntur di gantikan dengan gosip balikan dengan Gea. Issa langsung menekan panggilan ke nomor Asa, beberapa kali tidak di angkat hingga Asa pun menerima panggilan teleponnya setelah yang ke lima.
“Halo Asa, selamat pagi, maaf semalam ponsel gue lowbat jadi ngga sempet ngebarin lo. Soal postingan yang Gea buat semuanya bohong, gue ngga balikan sama Gea. Apa? lo ngga tau?, gue Cuma mau bilang soal itu doang, pasti gue lurusin lagi ke Gea. Selamat beraktifitas Asa.” Issa menutup panggilannya, yang ia bisa ambil dari hal ini adalah Asa yang sama sekali tidak peduli perihal Gea, apapun yang Gea lakukan, Asa sama sekali tidak tau karena wanita itu sebenarnya bodo amat dengan gosip yang beredar kalau yang bersangkutan sudah menjelaskan.
Berniat untuk tidur kembali malah harus bersiap kerumah Gea, Issa juga mengajak Bagas untuk pergi kerumah Gea, dia hanya ingin hubungannya dengan Gea selesai benar-benar selesai, malah Issa senang kalau Gea mulai membuka hatinya untuk Bagas.
Issa memakai pakaian santai dengan sandal rumahan dan mengeluarkan motornya, dia pergi kerumah Bagas terlebih dahulu untuk menjemput Bagas sebelum menuju kerumah Gea.
Diluar dugaan Issa, saat melihat komentar yang ada di postingan Gea, banyak yang mengatakan kasihan pada gebetan Issa yang baru apalagi berita mengenai Gea yang sengaja mendorong gebetan Issa ke kolam renang saat pesta juga tersebar. Followers Gea yang sudah sangat banyak langsung turun drastis, bahkan Gea juga mengunci akun instagramnya.
Saat Issa dan Bagas sampai dirumah Gea, tidak ada orang sama sekali, yang kata pembantu dirumah nya kedua orang tua Gea masih dinas di luar kota dan Gea nya juga belum pulang sejak semalam, entah kemana perginya wanita itu hingga tidak pulang kerumah. Namun saat Issa dan Bagas keluar dari rumah Gea, mobil Gea baru saja datang.
“Issa, Bagas. Ngapain kalian kesini?.” Tanya Gea yang seakan seperti tidak ada masalah.
“harusnya gue yang nanya ke lo, ngapain lo posting foto lama?.”
Gea menyentuh tangan Issa sambil memohon “gue masih suka sama lo sa, gue mau balikan sama lo, lo nawarin gue balikan kan? Gue terima sa.” Ucap Gea, Issa memang sempat mengajak balikan karena hubungan mereka yang cukup lama, tapi Gea sudah menolaknya, Issa juga sudah tidak mau berhubungan dengan Gea lagi.
“CUKUP! LO JANGAN KAYAK ORANG ANEH, GUE KASIH TAU LO SEKALI LAGI, GUE NGGA MAU ADA HUBUNGAN LEBIH DARI TEMAN DI ANTARA KITA BERDUA. GUE SUKA SAMA ASA, JADI TOLONG BANGET LO NGERTIIN HIDUP GUE YANG BARU.” Ucap Issa tegas dan jelas.
“mending lo hapus dan minta maaf daripada lo diserang netijen.” Ucap Bagas menambahi, lebih tepatnya Bagas ingin memberikan nasehat terbaik untuk orang yang sangat dia sayangi walaupun tidak berbalas hingga hari ini.
“OKE FINE, GUE BAKAL HAPUS DAN GUE NGGA AKAN MAU SAMA LO LAGI KALO LO MOHON-MOHON KE GUE BUAT BALIKAN.”
“gue ngga akan minta sih Ge.” Jawab singkat Issa.
Setelah semuanya selesai, Issa dan Bagas pergi dari rumah Gea. Mereka berdua menuju kerumah Issa, Bagas yang berniat untuk main musik dan Issa yang ingin melanjutkan tidurnya semalam yang masih kurang.
Sebelum tidur kembali, Issa memasak beberapa makanan yang bisa dimakan oleh Bagas dan kedua temannya yang akan datang menyusul nanti siang.
“gue ngga keterlaluan sama Gea kan?.” Tanya Bagas bingung, sejak tadi Bagas hanya diam sambil memainkan gitar nya tidak jelas, bahkan saat Issa masuk membawa makanan dan minuman yang ia buat.
“engga, lo udah bener kalik buat kebaikan Gea, gue salut sama lo.” Issa mengacungkan jempolnya bangga setelah meletakkan makanan dan minuman di meja. “gue ke kamar dulu, ntar kalo Julian sama Haikal udah dateng suruh aja masuk.”
“oke.”
Issa keluar dari studio music dan pergi ke kamarnya, hal yang pertama ia lakukan adalah mengecek ponsel dan mengirimi pesan Asa. Berbeda dari sebelumnya saat Asa memilih menjauh, kali ini Asa bersikap sama sekali tidak peduli dengan gosip yang beredar entah karena apa tapi Issa malah jadi tidak nyaman karena seakan tidak ada apa-apa padahal di luar sana ramai membicarakannya.
Siang itu Issa kembali menemui mimpinya, namun tidak sampai sore dia terbangun karena suara ramai teman-temannya yang datang grusak-grusuk di lantai bawah. Issa beranjak dari tempat tidurnya berjalan keluar dari kamar sambil masih mengucek mata, saat pria itu melihat dari lantai dua, kedua temannya yang datang saat di bukakan pintu oleh Bagas.
“woiii!! Baru bangun aja lo.” Ucap Julian sambil berteriak.
“berisik, kenapa baru dateng jam segini?.” Issa menuruni tangga menuju ke dapur untuk mengambil air minum.
Haikal yang membawa makanan juga pergi ke dapur untuk mengambil peralatan makan, dia tidak membeli makanan melainkan ibunya sengaja membawakan makanan untuk mereka berempat makan, saking sangat akrabnya persahabatan mereka.
“bunda yang masak?.” Tanya Issa sambil menyicip makanan yang Haikal taruh di piring.
“hussshhh.” Haikal memukul tangan Issa “tangan lo kotor anjing!.” Ucap Haikal kesal, diantara mereka berempat yang paling bersih adalah Haikal, Haikal juga sangat rapi dan tertib dalam hal apapun.
“gitu doang, gue kan pengen nyoba.”
“kall cepetan, laper nih.” Teriak Julian dari ruang keluarga sambil bermain PS dengan Bagas.
Haikal dan Issa pun membawa makanannya ke ruang keluarga dan menaruhnya di atas meja, Issa mengambil stik ps dari tangan Bagas dan ikut bermain dengan yang lain.