Issa Asa

Issa Asa
Song 2.4




Seminggu berlalu, kegiatan hanya begitu-begitu saja, liburan selalu di dalam kamar atau di rumah saja, beberapa kali keluar untuk membeli kopi atau hanya sekedar hangout dengan teman. Issa juga belum bertemu dengan Asa kembali, hanya melakukan video call dan chat setiap hari, Issa yang membantu kakaknya mempersiapkan pertunangan jadi lebih sibuk dari sebelumnya. Hari ini adalah hari sabtu dimana mereka semua akan pergi ke Bandung untuk liburan. Issa memasukkan tas nya ke dalam bagasi mobil, menunggu Haikal dan Julian datang.


Jam menunjukkan pukul 7 pagi saat Haikal dan Julian tiba di rumah Issa bersamaan dengan mobil Gea yang juga tiba di rumah Issa. Gea membawa kedua temannya, Chika dan Kalila, mereka bertiga adalah geng sejak SMA, selalu sama-sama bahkan kuliah di tempat dan jurusan yang sama juga.


Haikal memasukkan motornya kedalam garasi rumah Issa, sedangkan Julian memasukkan tas mereka ke dalam bagasi mobil Issa. Bagas baru saja keluar dari mobil Gea, begitupula Gea yang menghampiri Issa sambil tersenyum seperti biasanya walaupun Issa sedikit risih dengan Gea.


“kal, lo ikut mobil gue aja biar bisa gantiin.” Ucap Bagas


“di tuker sama gue ya?.” Usul Gea yang berniat ikut dengan mobil Issa.


“ngga bisa dong ge, Bagas kan bawa mobil lo, mana ngerti dia perihal mobil lo kalo kenapa-napa.” Jawab Issa yang masih sibuk dengan ponselnya.


“berangkat sekarang bisa nggak?.” Tanya Bagas yang sudah tidak sabar liburan.


“iya nih nunggu apaan lagi sih.” Kalila yang berada di dalam mobil Gea ikut nimbrung mengajak segera berangkat.


“oke berangkat sekarang, lo jalan duluan aja gas, gue menghampiri Asa dulu sama temen-temennya.”


“oke deh.”


Mobil Bagas lebih dulu jalan, didalamnya ada Bagas, Haikal, Gea, Kalila, dan Chika. Kemudian mobil selanjutnya milik Issa yang di isi Issa dan Julian, tapi sebelum itu mereka akan menghampiri rumah Asa yang kebetulan lewat jadi Asa tidak pergi ke rumah Issa untuk berkumpul lebih dahulu. Teman-teman Asa juga sudah stand by di rumah Asa yang letaknya tidak terlalu jauh juga tidak dekat tapi kalau ke Bandung lewat jalan depan perumahannya.


Mobil Issa berhenti didepan rumah Asa, gerbang rumahnya sudah dibuka dan Asa juga sudah menunggu didepan rumah bersama Wendy dan Adinda. Issa pun keluar dari mobil membukakan bagasi mobil untuk mba Aila memasukkan tas milik Asa dan teman-temannya.


“Jul, pindah kebelakang ya?.” Ucap Issa pada Julian yang sudah pw duduk di sebelah Issa.


“lah masa sama ciwi-ciwi sih sa.”


“lo ngga mau?.”


“mau banget lah.” Julian beranjak dari tempat duduknya dan pindah ke belakang bersama Wendy dan Adinda.


“gue nggak disini aja?.” Tanya Asa bingung karena saat dia mau masuk di dahului Julian.


“lo depan aja sama Issa.” Jawab Julian santai.


“depan aja sa.” Wendy tersenyum sambil mengejek.


Issa membukakan pintu untuk Asa duduk, bahkan memasangkan seatbelt juga.


“gue bisa sendiri padahal.” Ucap Asa karena tidak nyaman ada banyak teman-temannya yang liat.


Mobil berangkat ke Bandung pagi itu, sebelum sampai di villa, Asa terlebih dahulu mengajak untuk membeli bahan makanan dan beberapa snack karena disana jauh dari makanan yang bisa di jangkau dengan cepat. Kalau mau liburan ke sana harus sudah membawa makanan sendiri, jadi membeli di market saat lewat.


Hanya Asa dan Issa yang masuk ke dalam supermarket, jangan tanyakan mereka bertiga kemana. Julian merokok di luar, sedangkan Wendy ketiduran dan Adinda masih nelpon dengan kedua adiknya yang sudah kangen padahal baru semalam tidur di rumah Asa, apalagi kalau sudah besok, bisa lebih kangen banget.


Issa mendorong troli belanja, sedangkan Asa memilih makanan apa saja yang bisa mereka makan selama 2 hari satu malam di villa. Ada mie instan yang cup, anak beberapa snack, coklat, coca-cola botol besar, soda kaleng, dan jangan lupakan air mineral dalam botol.


“tapi gue belum nanya ada apa engga alatnya.”


“ya udah nggak usah deh.”


“tapi ini kayaknya butuh.” Asa mengambil jagung dan ketela, makanan yang bisa di bakar karena kalau untuk membuat api unggun hanya untuk membakar jagung dan ketela masih bisa dilakukan.


Setelah semua selesai, Issa memanggil Julian untuk membantunya memasukkan semua belanjaan ke dalam mobil. Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke villa, dalam perjalan menuju villa sudah melewati banyak villa bagus, tapi setelah sampai di depan villa bernomor 12, semuanya takjub kecuali Asa, Adinda, dan Wendy karena mereka sudah pernah kesana beberapa kali. Mobil Bagas juga sudah tiba di depan villa, Gea dan teman-temannya tentu saja membuat instastory di depan villa.


“waah villa nya pasti mahal ya sa?.” Tanya Bagas pada Asa yang baru saja mengambil tasnya mau masuk.


“ngga tau gue. Bentar ya.” Asa menuju ke area belakang untuk menemui penjaga villa yang kebetulan rumahnya berada di belakang villa tersebut.


Setelah menemuinya, Asa mendapatkan kunci villa sekaligus bersama dengan pria paruh baya yang berpenampilan sedikit kucel tapi bersih.


“ini namanya mang Arif, dia yang jaga villa.” Ucap Asa memperkenalkan pria itu dengan nama Arif penjaga villa.


“selamat datang di villa, iya non Asa. Tu-.”


“apa mang?.”teriak Asa yang menghentikan ucapan mang Arif.


“itu ada beberapa daging di lemari pendingin, kemarin di kirim, sama buat barbeque nya nanti saya siapkan.”


“makasih mang.”


Mereka semua masuk kedalam villa, memang sangat mewah dan bagus, apalagi villa nya juga sangat bersih.


“emang villa ini di sewa in?.” tanya Haikal penasaran


“engga.” Jawab Adinda datar dan benar, villa tersebut tidak pernah di sewakan pada siapapun bahkan berapapun yang bisa dibayar, tetap tidak untuk di sewakan karena itu adalah villa keluarga.


“lo ngerasa ada yang aneh sama cewek itu nggak sih.” Bisik Chika pada Gea


“maksud lo?.” Tanya Gea bingung


“kayaknya dia ada hubungan sama pemilik villa, masa penjaga nya sampek hafal sama dia.”


“nggak mungkin lah Asa punya hubungan sama pemilik villa, lo juga tau kalo villa ini milik keluarga Atmaja, bokap gue yang bilang.” Jelas Gea


“ngga usah ngerumpi.” Sindir Wendy ketus.


Pembagian kamar, ada beberapa kamar di villa tersebut mengingat villa nya yang cukup luas. Lantai satu ada 2 kamar besar dipakai Haikal sekamar dengan Julian, dan Issa sekamar dengan Bagas. Kemudian di lantai dua nya ada 2 kamar juga yang cukup luas, dibagi menjadi dua kelompok, Asa dan kedua teman sekamar, lalu Gea dan kedua temannya juga sekamar.


Untuk fasilitas lainnya, di lantai dua ada balkon yang bisa untuk bersantai, juga ada kursi santai beserta meja nya. Kemudian di lantai satu ada ruang keluarga lengkap dengan tv, juga ada ruang tamu. Keluar ke belakang ada kolam renang beserta tempat santai dan halaman. Villa tersebut di lingkari dengan gerbang tembok yang cukup tinggi, jadi tidak akan ada hewan liar yang masuk, kalau mau lihat pemandangan sangat jelasnya melalui balkon di lantai dua. Untuk dapur ada di sebelah kamar yang ditempati Issa dan Bagas, dapur bersih lengkap dengan tempat duduk nya, lemari pendingin, dan beberapa perlengkapan dapur lainnya.