Issa Asa

Issa Asa
song 2.6




Melihat Julian dan Haikal yang masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat, karena memang dia belum membuka lemari pendingin sejak datang ke villa tersebut. bahkan isinya melebihi isi atm pribadinya saat bekerja paruh waktu di gabung dengan uang jajan tanggal muda. Asa berlalu meninggalkan mereka berdua yang masih di dapur membawa banyak saus yang ada di lemari penyimpanan ke meja yang sudah di sediakan di halaman belakang.


Disusul Issa yang baru saja keluar dari kamar setelah memakai pakaian bersih dan membersihkan tubuhnya dengan air dikamar mandi kamarnya. Issa menghampiri Asa yang berada di halaman menata makanan yang sudah di sediakan di dapur sebelumnya.


“siapa yang nyiapin tempat panggang nya?.” Tanya Issa karena sebelumnya belum ada disana.


“mang Arif.”


“terus yang di panggang.”


“ada di kulkas.”


Julian datang dengan banyak celetukan yang keluar dari mulutnya “gila sih kita makan besar hari ini.” Ucap Julian yang membuat Issa menoleh ke arah pria itu.


“lo yang beli semuanya sa?.” Tanya Haikal yang juga baru datang pada Asa.


“iya.” Jawab Asa singkat.


“habis berapa segitu banyaknya?.” Tanya Julian penasaran.


“ngga banyak, yang penting hari ini cukup, masalah itu nggak usah dipikirin.” Jawab Asa kembali.


Adinda dan Wendy baru saja menuruni tangga setelah foto-foto memakai polaroid, sebelumnya mereka sudah memotret Asa karena Asa akan segera keluar untuk mengecek halaman siapa tau mang Arif sudah nyiapin dan benar.


Issa duduk di sofa sambil mengambil gitarnya, banyak hal yang ingin ia tanyakan pada Asa tapi Asa sepertinya masih sibuk sendiri, dia sudah sangat yakin kalau sebenarnya villa ini milik keluarga Asa walaupun agak tidak mungkin mengingat dia sendiri tahu rumah Asa bagaimana.


‘Atmaja’ Asa meletakkan gitarnya dan beralih mengeluarkan ponselnya, mengetik di pencarian google mengenai keluarga Atmaja. AMJ Group, perusahaan besar yang bergerak di banyak bidang, bukan hanya memiliki bank tapi juga terus melebarkan sayapnya hingga ke dunia perfilman, bahkan baru saja mendirikan AMJ entertainment. CEO nya sekarang adalah Deon Atjama, dengan foto profil formal memakai setelan jas. Issa membesarkan wajahnya, dan dia ingat-ingat wajah yang terpampang di foto-foto rumah Asa.


‘dia’ Issa melihat ke arah Asa yang tertawa bersama teman-temannya, nampak sangat indah tapi juga menakutkan.


Cekreekk


Wendy tersenyum setelah memotret Issa yang duduk di sofa, bagaimana dia tidak senang hampir 24 jam bersama dengan idola nya sendiri setelah putus dengan pacarnya, sebuah kenangan yang lebih indah yang pernah Wendy rasakan.


“waahh bagus.” Ucap Wendy bahagia.


“liat?.” Issa mulai berjalan menghampiri Wendy.


“lo mau liat juga foto Asa?.” Wendy mulai menggoda Issa.


“mana?.”


Wendy merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa hasil foto polaroid di tangannya dan memberikan pada Issa bagian wajah Asa, satu-satunya foto Asa saat di kamar sebelum dia keluar untuk menata makanan.


“gue ambil dulu.”


“buat lo.”


Tibalah malam yang sangat mereka tunggu-tunggu yaitu makan sambil barbeque, Issa bertugas menyanyikan beberapa lagu bersama dengan Bagas yang bermain gitarnya. Asa sibuk sendiri dengan Wendy dan Adinda memanggang daging, sedangkan Haikal dan Julian bertugas memanggang jagung dan ketela. Jangan tanyakan Gea dan teman-temannya karena mereka duduk-duduk sambil membuat story.


Insta story Gea yang mereka Issa saat bermain gitar dan memberinya emoticon love berhasil membuat para netizen heboh, semua berspekulasi kalau mereka berdua sedang liburan berdua saja karena hanya ada Issa di frame itu, yang lain juga belum membuat insta story.


“what?.” Wendy yang tengah sibuk tertawa dengan kedua temannya kembali dikejutkan dengan berita baru yang di share di grup fans club nya Issa. “gila ya tuh cewek pansos nya.” Ucap Wendy kesal sambil melihat kearah Gea yang membuat kedua temannya ikut penasaran.


“kenapa lagi?.” Tanya Adinda.


“nih.” Wendy menunjukkan instastory Gea.


“biarin aja lah, kita kan mau seneng-seneng disini.” Jawab Asa santai.


“lo dikira pelakor anjir.” Celetuk Wendy kesal pada Asa yang terlalu bodo amat soal Gea dan Issa.


“gue sih nggak pernah rebut siapa-siapa, lagian gue sama Is-.” Ucapan Asa terhenti saat ternyata Issa menghampirinya bahkan menyentuh tangannya yang membawa cupit untuk membalik daging agar tidak gosong.


“udah mau gosong.” Ucap Issa lirih sambil tersenyum pada Asa dan mengambil alih cupit yang ada di tangan Asa. “lagi ngomongin gue ya?.” Tanya Issa tanpa tau apa-apa.


“lo bener-bener ngga tau?.” Wendy mulai bersuara namun terlihat kesal “lo nggak ngerasa bersalah ke temen gue ini, walaupun lo baik dan gue suka banget sama lo, tapi gue masih tim Asa, lo nggak tau apa kalo Asa selama ini dikira pelakor dan perusak hubungan lo sama Gea. Temen gue polos ya, lo jangan bikin dia kotor hanya karena Gea.”


“kenapa sih? Emang kenapa lagi? Bukannya sudah jelas ya?.”


“lo liat story Gea aja.” Jawab Adinda.


Issa pun mengambil ponselnya dari dalam saku celana, melihat story Gea dan apa yang dikatakan Wendy memang ada alasannya. Issa pun menyalakan kamera nya merekam semua yang ada di sekeliling, semua tanpa terkecuali, dan mengirimnya di instastory akun instagramnya sendiri.


Bukan hanya itu saja, ingat foto polaroid yang Wendy ambil dan Wendy berikan pada Issa, dimana dia juga memberikan foto milik Asa. Issa sudah memotretnya menjadi satu frame di ponsel. Dua kertas polaroid dengan pose yang cukup mirip, dan mengirimnya di instastory dengan emoticon love berwarna hitam dan bintang.


“wah… hebat juga lo tau cara nyelamatin harga diri temen gue.” Ucap Adinda.


“apa nih rame-rame di lambe.” Ucap Julian sambil bermain ponsel dan makan-makanan yang ada di meja. “cinta bertepuk sebelah tangan.” Lanjut Julian yang membuat Gea merasa tersindir.


Bagas melihat ke arah Gea, pria itu sebenarnya sangat kasihan pada Gea, selain kasihan juga sangat menyukai Gea tapi sepertinya Gea tidak akan pernah membalas cintanya walaupun hanya sedikit.


Mereka semua melanjutkan makan sambil bernyanyi hingga tengah malam, Kalila sedari tadi membuka ponselnya karena penasaran dengan villa yang mereka tempati, selain itu Kalila juga sangat percaya soal perhantuan dan tempat angker jadi dia sangat penasaran dengan villa yang bisa mereka tempati secara gratis. Setelah membaca mengenai pemilik villa, kemudian dia mulai bertanya pada Gea.


“ge, Asa itu anak keluarga Atmaja ya?.” Tanya Kalila penasaran, karena berita yang didapatkan mengenai keluarga Atmaja, mereka punya satu cucu perempuan yang umurnya sekitaran mereka. Tapi tidak pernah disebutkan nama dan bagaimana wajahnya, hanya jenis kelamin perempuan saja.


“mana mungkin, lo liat aja dong tampang sama penampilannya.”


“iya juga sih.” Kalila kembali diam setelah melihat Asa.