
nah ini yang kedua punyaku di rumah sebelah juga.. PARIS I'M IN LOVE WITH YOU di rumah yang sama fizzz zozo
CERITANYA LUMAYAN SERU N MENGURAS EMOSI YAAKK.. HEEHE..
CUPLIKAN BAB 36
paris 36
"Aku janji tak akan menyentuhmu, Paris. Tapi aku tak akan melepaskanmu apapun yang terjadi," ucap Max.
Jika saja Paris bisa memukul Max, dia akan melakukannya sejak tadi agar bisa lepas dari Max. Tetapi Paris sama sekali tak bisa melakukan hal itu pada Max dan malah membuat tubuhnya gemetar.
"Maafkan aku, Paris. Maafkan aku. Aku tak akan menyakitimu lagi. Tolong maafkan aku," kata Max lirih dengan gerakan tangan memohon.
Paris duduk dan menutup wajahnya dengan tangannya. Max kemudian berlutut dan tetap melihat ke arah Paris.
"Tak masalah jika kau tak mau melihatku, tapi jangan pergi dariku lagi. Aku begitu tersiksa ketika kau pergi dariku. Aku mohon, Paris. Maafkan aku. Kau bisa menyiksaku semaumu untuk menebus kesalahanku dulu," ucap Max memohon.
"Apa yang sudah kau perbuat dulu padaku? Apa kau menyiksaku?" tanya Paris.
"Aku menghianatimu dan membuatmu kecewa," jawab Max pelan.
"Aku selemah itu sampai ingin bunuh diri karena dirimu?" ucap Paris.
Max tak menjawabnya.
"Aku tak akan membiarkanmu kembali pada Grant. Kau milikku dan tak akan ada yang bisa mengambilmu dariku termasuk Grant," ucap Max.
"Aku bukan milik siapapun apalagi dirimu," sahut Paris yang masih menyembunyikan wajahnya agar tak melihat ke arah Max.
"Kau tunanganku dan kita akan menikah, jadi itu artinya kau milikku. Kau lupa bahwa kau pernah mengutukku bahwa aku tak akan bahagia jika aku tak bersamamu? Aku dikutuk untuk selalu menjagamu selamanya, Paris," kata Max.
"Aku akan mencabut kutukanku karena aku akan menderita jika harus bersamamu," sahut Paris.
"Aku sama sekali tak mengingatmu dan aku membencimu. Kita tak akan bisa bersama," lanjut Paris.
Max terdiam dan tak beranjak dari sisi Paris. "Sampai kapan kau akan menahanku seperti ini?" tanya Paris.
"Aku pantang menyerah, Paris. Dan aku akan selalu bersamamu meskipun kau tak menginginkanku lagi," jawab Max.
Tak lama kemudian, pintu ruangan Max terbuka dan Beau tampak masuk lalu melihat ke arah Paris. Beau mendapat kabar tentang Paris dari dokter keluarga Kingsford yang memeriksa Paris tadi.
"Paris!!!" Panggil Beau dan menghampiri Paris.
Beau membuka tangan yang menutupi wajah Paris dan kemudian langsung menangis melihat wajah Paris.
Beau menangkup wajah Paris dan menciuminya. "Sayang ... Kau ke mana saja?" ucap Beau terisak dan memeluknya.
Paris masih tak tahu harus bereaksi apa tetapi di dalam pelukan Beau, Paris merasa tenang dan aman. Lambat laun debaran di dadanya mulai kembali normal dengan datangnya Beau.
Beau masih mengusap-usap punggun Paris dan menangis.
"Maafkan, Mommy. Mommy tak bisa menjagamu dengan baik," ucap Beau terisak.
Paris belum mengerti dengan situasi yang dihadapinya kini. "Bawa aku pergi dari sini. Aku tak ingin melihat pria itu," bisik Paris di telinga Beau.
Beau kemudian terdiam dan melihat ke arah Max. "Dia tak mengingat kita, Mom."
Lalu Beau melihat wajah Paris yang semakin cantik dan tampak dewasa itu.
"Kau tidak mengingar mommy, Sayang?" tanya Beau.
Paris menggeleng. "Tolong bawa aku pergi dari sini," ucap Paris.
"Max, ada apa ini?" tanya Beau bingung.
"Cepat bawa aku pergi dari sini. Dadaku sakit jika melihatnya," ucap Paris dengan nada keras.
"Bawa dia ke mansion, Mom. Dia masih tak ingin melihatku. Nanti aku akan menyusul ke sana," kata Max.
"Tidak!! Jangan menemuiku lagi!!" teriak Paris dan memeluk Beau.
"Mommy bersama siapa kemari?" tanya Max.
"Hanya dengan supir," jawab Beau.
"Kalau begitu aku akan mengantar kalian dulu ke mansion. Dia akan kabur jika tak ada yang mengawasinya," ucap Max.
Beau merangkul bahu Paris dan membawanya ke sofa. Ponsel Beau berbunyi dan itu panggilan dari sang suami -- River.
Beau melepaskan rangkulannya dan mengangkat ponselnya. Mata Paris tampak melihat tajam ke arah pintu yang terbuka. Max menuju ke mejanya untuk mengambil kunci mobilnya.
Hal itu dimanfaatkan Paris untuk lari dan keluar dari ruangan Max. Paris lari dengan kencang dan menuju lift.
"SHIITT!!" Max mengumpat keras dan mengejar Paris.
Begitu juga dengan Beau yang langsung menutup ponselnya dan menyusul di belakang Max. Paris membuka sepatu hak tingginya dan mengubah arah larinya menuju tangga darurat.
Max masuk ke pintu tangga darurat. "KAU TAK AKAN BISA LARI DARIKU, PARIS!!!" teriak Max dan melompat lebar setiap melewati tangga.
Paris pun bergerak lincah karena ini sudah biasa dalam pekerjaannya. Paris bahkan melompat cukup tinggi dan tangga atas ke dasar tangga.
"PARIS!! BERHENTI!!" Max kembali berteriak dan tetap mengejar Paris hingga akhirnya Paris keluar dari tangga darurat itu. Dia menuju lift yang pas terbuka ketika dia keluar dari pintu tangga darurat.
Max mengejar masuk ke dalam lift tetapi lift itu tertutup dan Max menggunakan lift di sebelahnya. Max memencet pintu lift itu hingga akhirnya terbuka.
Di dalam lift, Max kembali mengumpat dan menelepon asistennya untuk menyuruh security mencegat Paris di pintu lobby.
Pintu lift yang dinaiki Paris terbuka dan Paris langsung berlari keluar tetapi security tampak menunggunya di depan. Paris berlari menghindar dan mencari pintu lain.
Adegan kejar-kejaran itu tentu saja menjadi perhatian para pegawai yang ada di area lobby.d
TING ... Pintu lift yang dinaiki Max terbuka dan dia melilhat tiga security mengejar Paris. Paris dengan mudah menghindari ketiga security itu hingga hampir menuju pintu lobby.
Max langsung berlari menuju Paris dan Paris melihat hal itu. Paris menendang salah seorang security yang menghalangi jalannya hingga security itu terjatuh.
Max dengan cepat menuju ke arah Paris yang sudah berhasil keluar pintu lobby. "PARISSS!!" teriak Max.
Paris berlari ke halaman perusahaan yang memiliki halaman rumput yang cukup luas dan Max masih mengejarnya.
"Kau pikir bisa lepas dariku, Girl?" gumam Max dengan ngos-ngosan.
Aksi kejar-kejaran itu tentu saja menjadi tontonan para pegawai perusahaan karena ada adegan menarik di mana bos mereka mengejar seorang wanita cantik yang ingin lari darinya.
"SHIIITTT!!!" umpat Paris ketika dia melihat Max hampir mendekatinya.
"JANGAN MENGEJARKU, BRENGSEKK!!!" teriak Paris.
"KAU CALON ISTRIKU DAN AKU TAK AKAN MELEPASKAMU, BABY!!!" balas Max dengan suara ngos-ngosan.
Paris tetap berlari menjauhi Max hingga hampir sampai di pinggir halaman luas itu. Max yang kini hanya berjarak dua meter saja dari Paris langsung melompat ke arah Paris dan menangkapnya.
Mereka berdua terjatuh bergulung di atas rumput hijau itu dan terdengar sorak sorai dari pegawai perusahaan Max ketika sang bos berhasil menangkap Paris dalam pelukannya.
"LET ME GO!!!" ucap Paris.
"Aku tak akan melepaskanmu karena kau akan berusaha kabur dariku lagi," jawab Max.
"Dadaku sakit," ucap Paris yang mulai merasa kesakitan di dadanya.
Max melepaskan pelukannya dan Paris meringkuk di atas rumput. Beau tampak menyusul mereka dan nafasnya juga ngos-ngosan.
"Bawa dia ke mobil, Mom," ucap Max.
"Kau bisa menggendongnya, Max," balas Beau yang kini duduk di sebelah Paris.
"Dia akan kesakitan seperti itu jika berada dekat dengankku," jawab Max.
naah seru kaaann??? dijamin gregetan deh dan ini masih on going yaa..