
Tak terasa kehamilan Belle sudah menginjak 6 bulan. Kehamilan kali tak rewel seperti biasanya. Belle justru lebih kuat fisiknya.
Belle diperkirakan hamil bayi perempuan dan tidak kembar seperti sebelumnya. Hal itu membuat Gen sedikit kesal karena dunianya akan dipenuhi dengan wanita di rumahnya.😁
"Honey..si kembar akan diajak mommy ke swiss..apa tidak masalah?semua cucu mommy berkumpul disana karena sedang bersalju", kata Bryan.
"Hmm..no problem..lagipula anak anak sedang libur sekolah", jawab Belle sembari memakan cake strawberrynya di sofa tengah.
Bryan menghampiri Belle dan mengusap perut buncitnya kemudian menciuminya.
"Apa dia sering bergerak?" tanya Bryan.
"Hmm..dia sangat aktif," jawab Belle menyisir rambut Bryan dengan tangan kirinya.
Dari arah tangga, Revekka tampak menghampiri kedua orang tuanya di ruang tengah.
"Mom... Benarkah kita akan ke Swiss? Tadi kak Andrei mengatakan hal itu pada Gen," kata Rev.
"Ya sayang. Kau tak mengajak Valery?" tanya Belle.
"Valery berlibur ke Texas mom," jawab Rev.
"Sayang sekali. Siapkan kopermu sayang kalian akan berangkat besok bersama uncle Bryce dan aunty Yara, mereka akan kemari besok pagi," kata Bryan.
"Bryce dan Yara ada di Boston?" tanya Belle.
"Ya.. kakak Yara melahirkan kata Bryce," jawab Bryan.
"Bersama anak anak juga?" tanya Belle lagi.
"Ya..mereka juga ikut. Dan mereka akan langsung ke Swiss besok siang," jawab Bryan.
Belle mengangguk dan Rev tampak duduk dibawah Belle dan menyalakan televisi.
"Dimana Gen?" tanya Bryan.
"Seperti biasanya. Dia sudah ada di dunia lain jika sudah di kamar Dad," jawab Rev yang ikut makan cake strawberry Belle di meja.
Mereka menikmati hari libur di rumah saja hari ini. Bryan dan Belle lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga dibanding teman temannya.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
5 tahun kemudian.....
"Rev sayang, tolong bermainlah dengan adikmu sebentar," kata Belle pada Revekka.
"Ya mom," kata Revekka yang menghampiri Elora yang sedang bermain di atas karpet.
Belle segera mengangkat ponselnya yang berbunyi sejak tadi.
"Halo Vina.. Ada apa?" tanya Belle.
"Belle.. Aku akan kesana sebentar lagi," jawab Vina.
"Baiklah aku akan menunggumu," kata Belle.
"Apakah itu aunty Vina?" tanya Revekka.
"Ya..aunty akan kemari," kata Belle.
"Apakah Val juga ikut?" tanya Rev.
"Mungkin saja sayang.. Bukankah ini hari minggu?" jawab Belle dan kembali meneruskan pekerjaannya membuat cookies.
"Dimana daddy mom?" tanya Rev.
"Daddy ke rumah uncle Rey.. Uncle Rey sedang ada di New York sekarang," jawab Belle yang masih fokus dengan cookiesnya.
"Mom..Aku ingin cookies itu," kata Elora dengan suara imutnya.
Lalu Belle mengambil cookies coklat dan memberikannya pada Elora.
"Ini sayangku yang paling imut," kata Belle.
"Thanks mommy," jawab Elora tersenyum cantik.
Tak lama, Vina datang bersama Valery dan juga suaminya, Gavin.
"Hei.. Ada apa ini? Tumben kalian datang bersama," kata Belle memeluk Vina dan Valery yang terlihat semakin cantik di usia remajanya.
"Belle.. Kami ingin berpamitan, kami akan pindah keluar negeri," kata Vina dengan nada sendu.
"Oh My God. Apakah ada sesuatu?kenapa mendadak sekali?" tanya Belle terkejut.
"Perusahaanku di London sedang bermasalah. Jadi kami harus pindah kesana," jawab Gavin.
"Val ikut?" tanya Revekka sedih.
"Tentu saja sayang," jawab Vina.
Valery menghampiri Revekka dan mereka berpelukan. Rev tampak menangis karena akan berpisah dengan sahabat baiknya.
"Hei..jangan menangis..kita masih bisa bertemu jika liburan kan," kata Val sembari menghapus air mata Rev.
"Aku akan kesepian," kata Rev sedih.
"Kita masih bisa video call Rev," jawab Val.
"Kau akan mendapatkan teman baru dan melupakanku," kata Rev.
"Kau sahabat baikku.. Aku tak akan pernah melupakanmu," Val memeluk Rev lagi.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤