
Bryan akhirnya mengikuti kemauan Belle untuk pulang ke Boston. Bryan sendiri yang akan mengantarnya meskipun Belle menolak.
Bryan memasukkan koper Belle ke mobil range rovernya. Belle masuk ke dalam mobil tanpa ekspresi. Tak ada obrolan sama sekali dari mereka. Setiap Bryan bertanya sesuatu, Belle menjawabnya dengan singkat.
Ditengah perjalanan, Bryan berhenti di sebuah pantai untuk beristirahat sebentar. Bryan menarik tangan Belle agar keluar dari mobil.
Dan Belle menurutinya dengan malas kemudian membuka jaketnya. Belle menghirup udara pantai yang sedikit membuatnya tenang.
Bryan memeluknya dan mencium puncak kepalanya.
"I love you," bisik Bryan di telinga Belle.
Belle menutup matanya dan membalas pelukan Bryan. Tak bisa dipungkiri bahwa Belle juga mencintai Bryan. Tetapi Belle masih belum bisa menyatukan prinsipnya dengan Bryan.
Belle punya karakter dominan karena sejak lama dia selalu sendirian. Dia tak ingin diatur dan memiliki aturannya sendiri.
Bryan menangkup pipi Belle dan membelainya. Lalu Bryan mencium bibir Belle cukup lama.
"Aku tak ingin kita berpisah. Kita perbaiki ini, oke?!" lirih Bryan.
"Kau tak akan tahan denganku," jawab Belle pelan.
"Aku akan belajar memahamimu. Sit with me. Hanya kita. Lets talk, until the world doesn't scary anymore for you," balas Bryan menatap mata wanita yang sangat dicintainya itu kemudian mengecup bibir Belle lagi.
"I love you but don't know what to do," lirih Belle.
"I have so much on you in my heart, Baby," ucap Bryan tenang dan memeluk Belle.
Menjelang malam, mereka tiba di Boston. Bryan akan berada di Boston sampai Belle masuk kuliah minggu depan.
Dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Belle. Bryan berusaha mengalah dan mengikuti aturan Belle.
Bryan baru merasakan cinta yang mendalam hanya pada Belle. Bryan tak ingin kehilangan Belle.
Bryan melihat ke sekelilimg apartemen Belle yang kecil tetapi sangat cozy baginya. Bryan bisa saja membelikan Belle apartemen mewah. Hanya saja, pasti Belle akan menolak.
"Aku akan membelikannya yang lebih besar," jawab Bryan santai.
Bryan memeriksa ponselnya untuk melihat pesan dari asistennya. Belle sudah selesai menata bajunya dan langsung mandi. Belle keluar dari kamar mandi dan memakai baju dihadapan Bryan. Tak ada kamar di apartemennya jadi dia tak berniat menggoda Bryan dengan hal ini.
"Kau menggodaku, Baby?" Bryan menaruh ponselnya dan menghampiri Belle.
"Tak ada kamar disini, Bryan. Jadi aku akan berganti baju dimana saja," jawab Belle.
Bryan tersenyum dan membuka bajunya lalu memeluk Belle dari belakang. Bryan mencium leher Belle yang harum sabun beraroma bunga.
"Kau mau mandi?" tanya Belle.
"Hmm ... Seharusnya kita mandi bersama tadi," kata Bryan yang masih menciumi leher Belle.
"Kamar mandiku terlalu sempit untuk kita berdua," jawab Belle.
Bryan mulai meraba tubuh Belle dibalik kaos lebarnya. Belle tanpa sadar mendesah ketika tangan Bryan bermain di area sensitifnya.
Bryan membalikkan tubuh Belle dan menyandarkannya di lemari. Bryan mulai mencium bibir Belle kemudian membuka bajunya.
"Aku baru saja memakainya dan sekarang kau langsung membukanya," kata Belle tertawa pelan.
Bryan tersenyum dan kembali mengexplore tubuh seksi Belle.
Bryan membawa Belle ke kasur dan menghajar Belle dengan kenikmatan disana.
"I love you. Aku tak akan bosan mengatakan hal ini padamu," bisik Bryan di telinga Belle.
Mereka sama sama bergerak liar melepaskan semua emosi yang sejak kemarin melanda mereka.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤