IN THE DARK ROOM WITH YOU

IN THE DARK ROOM WITH YOU
#57



Belle dan Bryan menikmati bulan madunya selama seminggu di resort.


Belle merasa sangat bahagia akan hal itu. Tetapi kadang dia masih takut jika kebahagiaan yang didapatnya saat ini hanya sementara.


Bryan selalu menguatkan ketika dirinya sedang merasa hatinya sedang tidak enak. Karakternya yang perfeksionis membuatnya ingin semua terlihat sempurna.


Bryan dan Belle sudah pindah ke mansionnya lagi sekarang. Mereka tak tinggal di apartemen lagi.


Belle menelepon Maya dan mengatakan padanya bahwa dia sudah menikah dengan Bryan.


Maya tentu saja ikut bahagia mendengarnya. Belle tidak menceritakan tentang insiden yang pernah dialaminya dulu. Dia ingin menyimpannya sendiri bersama Bryan.


"Aku berangkat dulu sayang", Bryan mengecup kening dan bibir Belle yang sedang membaca buku.


"Apakah lama?", tanya Bryan.


"Hanya sebentar..apa kau yakin tidak ikut?", tanya Bryan.


Belle menggeleng. Bryan sengaja datang lebih awal agar tak terlalu lama di pesta nanti.


Malam ini adalah ulang tahun perusahaan. Belle memilih tak ikut karena akan ada Alice dan keluarganya disana. Belle takut masih belum bisa menahan emosinya jika bertemu.


Dan Belle sudah sangat mempercayai Bryan sekarang. Hanya perasaan Bryan yang penting baginya.


Setelah Bryan pergi, Belle tampak membaca buku seperti biasanya. Belle masih menimbang nimbang apakah ingin menyusul Bryan atau tidak. Bukankah seorang istri harus selalu ada disamping suaminya?itulah yang ada dipikiran Belle.


Belle akhirnya memutuskan untuk menyusul Bryan karena acara pasti masih belum dimulai.


Belle memakai gaun pestanya dan berdandan sangat cantik. Dia tak ingin mempermalukan Bryan. Sebagai istri seorang pria seperti Bryan pasti akan menjadi sorotan.



Belle meminta supir untuk memgantarnya ke perusahaan.


Sesampainya dilobby Belle menelepon Bryan tetapi Bryan tak mengangkatnya.


Belle kemudian menemui pegawai yang verseliweran di sana.


"Maaf..apakah kau bisa mengantarku ke Tuan Bryan?", tanya Belle pada salah seorang pegawai wanita.


"Maaf..tuan Bryan masih ada di ruangannya..karena pesta belum di mulai", jawab pegawai itu.


"Kalau begitu..antar aku ke ruangannya", ucap Belle.


"Aku istrinya", jawab Belle.


"Oh my God..maaf..aku tak mengenali anda", kata pegawai itu.


"Mari kuantar", lanjut pegawai itu.


Belle mengikuti pegawai itu disampingnya dan naik ke ruangan Bryan.


"Silahkan masuk nyonya".


"Terima kasih", jawab Belle.


Belle membuka pintu ruangan Bryan dan melihat Bryan sibuk memeriksa beberapa dokumennya.


Bryan melihat ke arah pintu dan sedikit terkejut melihat Belle.


"Sayang.?", Bryan berdiri dan menghampiri Belle lalu mengecup bibirnya.


"Aku bosan dirumah..aku ingin menemanimu", kata Belle tersenyum.


"Kau sangat cantik..i love you", kata Bryan mengecup bibir Belle lagi.


"Apakah masih lama acaranya?", tanya Belle.


"Tidak..sebentar lagi", jawab Bryan.


Setelah menata dokumennya, Bryan kemudian langsung menuju Aula bersama Belle.


Kehadiran Belle di sisi Bryan menjadi sorot perhatian tamu undangan disana. Termasuk Alice yang sudah berada disana bersama keluarganya.


Belle tak melihatnya karena dia tak ingin moodnya buruk. Entah mengapa Belle masih belum bisa menerima Alice mendekatinya. Belle tak suka kenyataan bahwa Alice masih menyukai Bryan, meskipun Bryan sama sekali tak menanggapinya.


Bryan memperkenalkan Belle ke tamu undangan sebagai istrinya. Pernikah mereka yang private membuat banyak orang tak tahu dengan kabar pernikahan mereka termasuk Alice dan keluarganya.


Tampak raut kekecewaan di wajah Alice karena kabar pernikahan Belle dan Bryan. Dia pikir Bryan dan Belle telah berpisah ketika terakhir mereka bertemu. Ibu Alice tampak memegang tangan Alice untuk menguatkan karena dia tahu betapa Alice sangat mengharapkan Bryan.


Belle berhasil melalui pesta ini dengan lancar. Dia tampak senang dengan hal ini karena Bryan selalu berada disisinya dan tak pernah sekalipun meninggalkannya.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤