
Kehidupan Belle dan Bryan semakin hari semakin mesra. Tak ada halangan yang berarti.
Sudah 3 bulan berjalan pernikahan Bryan dan Belle. Belle kembali menjadi orang yang realistis dan mulai optimis memulai kuliahnya lagi yang sempat tertunda.
Dan Belle sudah mengutarakan tentang hal itu pada Bryan. Bryan menyerahkan semua keputusannya pada Belle.
"Aku ingin yang terbaik untukmu..dan kau tahu apa yang terbaik untuk dirimu sendiri sayang..aku mendukung apapun keputusanmu termasuk jika kau menyuruhku ikut bersamamu", kata Bryan tersenyum.
"Tidak perlu Bryan..kau tidak perlu ikut ..kau bisa menyusulku ke Boston jika merindukanku atau sebaliknya", Belle memeluk Bryan.
"Kau yakin?", tanya Bryan.
"Hmm..", jawab Belle.
"Baiklah...tapi aku ingin kau menempati apartemen baru yang akan kubelikan disana", ucap Bryan mèngusap punggung Belle.
"Oke..no problem..oh ya belikan yang ada kolam renang didalamnya..punya suami kaya raya harus dimanfaatkan bukan?", kata Belle tertawa pelan.
Bryan ikut tertawa karena ucapan Belle itu.
"Aku akan membelikanmu penthouse saja kalau begitu", kata Bryan.
"Aku akan menerimanya dengan senang hati Tuan", kata Belle tersenyum.
Hari ini Belle dan Bryan hanya bersantai saja. Mereka menikmati hari libur mereka di Apartemen Bryan di tengah kota.
Mereka hanya saling berpelukan di sofa sembari bercerita tentang apapun. Hal yang sangat disukai oleh Belle, karena kini dia memiliki tempat untuk sharing.
"I love you", bisik Belle dengan tangan yang meraba wajah tampan Bryan yang ada di hadapannya.
"Love you too baby", jawab Bryan kemudian mencium bibir Belle pelan. Kali ini mereka tak melakukan percintaan karena kemarin mereka telah melakukannya semalaman.
Belle dan Bryan tak terlalu memikirkan tentang masalah kehamilan. Mereka menjalani pernikahan dengan santai.
Rencananya Belle akan mulai kuliah 2 minggu lagi. Bryan sudah mengurus semuanya. Dan Belle tinggal masuk saja.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Bryan membantu Belle menata semua barangnya di apartemen baru. Belle benar benar menatanya dengan sangat rapi.
Bryan kadang masih takjub dengan keteraturan dan kerapian hidup Belle. Benar kata Belle, dia memang perfeksionis. Bahkan Belle selalu membenarkan letak pasta gigi yang tidak rapi di matanya. Sedetail itu.
Bryan tak pernah melihat rumah mereka berantakan. Bahkan setelah bangun tidur, Belle selalu menata ranjang mereka tanpa menunggu pelayan.
Saat ini, Bryan berada di sofa tengah dengan fokus pada laptopnya.
Sedangkan Belle masih menata buku bukunya di rak yang ada di ruangan itu juga.
"Sayang..istirahatlah..kau sama sekali tak berhenti dari tadi", kata Bryan.
"Aku tak akan bisa istirahat sebelum melihat apartemenku rapi, Bryan", kata Belle sembari menata bukunya.
Bryan menghampiri Belle dan memggendongnya sampai ke meja makan.
"Bryan..jangan menggangguku", protes Belle.
"Kau belum makan siang sayang..bahkan ini sudah hampir sore", jawab Bryan.
"Tapi aku memang belum lapar", kata Belle.
"Kau tetap harus makan meskipun sedikit", ucap Bryan.
Belle tersenyum dan mengecup bibir Bryan.
Lalu Belle pun makan makanan yang tadi sudah dipesan Bryan dari sebuah restoran.
"Kapan kau pulang?", tanya Belle di sela sela kegiatan makannya.
"Minggu depan", jawab Bryan yang melihat ponselnya.
"Bagaimana jika besok kita ke kepantai?", tanya Bryan sambil menunjukkan foto pantai.
Belle mengangguk dan tersenyum.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤