IN THE DARK ROOM WITH YOU

IN THE DARK ROOM WITH YOU
#39



Belle dan Bryan keluar dari apartemen Belle di siang harinya setelah makan siang.


Mereka menuju ke parkiran basement dan Belle tetap tak menemukan mobilnya.


"Dimana mobilku Bryan?", Belle melihat ke sekeliling.


Lalu Bryan mengeluarkan sebuah kunci mobil dan memencetnya.


"Itu", Bryan menunjuk sebuah mobil sedan mercedez putih keluaran terbaru.


"It's not my car, Bryan", kata Belle.


"Aku membelikanmu mobil baru", kata Bryan enteng.


"What???mobilku tak terlalu buruk hingga kau sampai menggantinya tanpa persetujuanku", kata Belle.


"Pegawaiku bilang mobilmu mogok ketika dalam perjalanannya kemari..dan setelah diperiksa mesinnnya tak terlalu bagus dan sudah lama..aku tak mau kau mengalami kesulitan karena hal itu nantinya", jawab Bryan santai.


Belle memandangi wajah Bryan lama dan Bryan memasang wajah tak bersalahnya lalu mengecup bibir manis Belle.


"I love you..ayo kita berangkat", kata Bryan menarik tangan Belle.


Belle masih diam di dalam mobil.


"Kau marah?", tanya Bryan.


"I don't know", jawab Belle singkat.


"Aku hanya ingin menjadi kekasihmu yang manis baby", ucap Bryan tersenyum.


"Lain kali bilang padaku dulu Bryan", jawab Belle.


"Oke..i'm sorry", jawab Bryan lalu mencium tangan Belle.


Mereka menuju ke Museum of fine Arts. Belle suka dengan hal hal tentang pengetahuan. Jadi dia suka berjalan jalan ke museum.


"Ini Museum..kukira kita jalan jalan ke tempat yang romantis", kata Bryan melihat bangunan museum didepannya.


Belle tertawa dan menggenggam tangan Bryan lalu mengajaknya masuk ke dalam museum.


"Ini akan sangat seru Bryan", kata Belle antusias.


"Aku sudah pernah kemari baby", kata Bryan.


"Tapi aku belum", Belle tersenyum.


"Baiklah..aku akan menuruti semua maumu selama aku disini", jawab Bryan.


"I love you", ucap Belle pelan.


Menjelang malam, Belle dan Bryan menuju restoran untuk makan malam. Suasana hati Belle sangat bahagia hari ini. Dan Bryan senang melihat Belle yang ceria.


Setelah makan malam, Belle dan Bryan langsung pulang ke apartemen. Mereka naik lift dan bertemu Charles di dalam lift.


"Belle?", sapa Charles.


"Hai..kau Charles kan?", kata Belle ramah.


Bryan mengeratkan pelukannya di pinggang Belle.


"Kau belum masuk kuliah?", tanya Charles.


"Belum..beberapa hari lagi", jawab Belle.


"Kau bisa menanyakan apapun tentang harvard padaku..aku sudah kuliah 2 tahun disana", kata Charles.


Bryan tak melepaskan tatapan tajamnya pada Charles dan membuat Charles terintimidasi.


"Ya..terima kasih Charles", jawab Belle.


Charles merasa tak enak dengan tatapan Bryan dan memilih berhenti mengobrol dengan Belle.


Lalu Mereka keluar dari lift dan Charles lebih dulu masuk ke kamarnya. Dia masih takut dengan tatapan Bryan yang seakan menusuk matanya.


"Haruskah aku mencarikanmu apartemen baru?", tanya Bryan ketika masuk ke dalam apartemen Belle.


"Untuk apa?disini sangat dekat dengan kampus jadi akan memudahkanku", jawab Belle.


"Aku tak yakin dengan tetanggamu itu", kata Bryan.


Belle menoleh pada Bryan dan tertawa.


"Aku tak akan berpaling darimu pria tampan", ucap Belle sembari tertawa.


"Besok lusa aku pulang, Kita masih sempat untuk mencari apartemen lain yang lebih dekat dengan kampus", Kata Bryan.


"Oh my.... aku tak pernah berteman dengan seorang pria satupun Bryan..karena aku sangat membatasi hal itu sejak dulu..hanya kau satu satunya teman priaku", Jawab Belle dan Bryan memeluknya.


"Kau terlalu mempesona jika kutinggal sendiri", kata Bryan.


Belle tertawa lagi.


"I love you...aku sudah menutup mata dan hatiku untuk semua pria kecuali dirimu...aaahhh manis sekali kata kataku", Belle tersenyum geli.


Bryan menciumi wajah dan bibir Belle yang benar benar membuatnya kecanduan.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤