IN THE DARK ROOM WITH YOU

IN THE DARK ROOM WITH YOU
#53



Mereka mengobrol santai sembari bersenda gurau menghabiskan waktu sampai malam.



Keesokan paginya, Belle bangun pagi seperti biasanya. Dia langsung mandi dan membuat sandwich. Belle juga membuat kopi panas untuk Bryan. Sedangkan membuat Jus buah untuk dirinya sendiri.


Bryan yang baru saja bangun langsung menuju dapur dan memeluk tubuh Wangi Belle.


"Apa yang kau buat baby?", tanya Bryan mencium tengkuk leher Belle.


"Sandwich seperti biasa..kau mau?", tanya Belle.


"Hmm..aku akan mandi dulu sebentar", jawab Bryan.


Bryan kembali menuju kamar dan mandi. Belle menunggu di balkon berukuran lumayan besar dan duduk disana. Tak lupa, Belle juga membawa bukunya serta.


Bryan terlihat keluar dari kamar dan menuju balkon lalu mencium puncak kepala Belle. Bryan mengambil sandwichnya dan langsung menghabiskannya.


"Kau tidak ke perusahaan?", tanya Belle.


"Tidak..aku ingin menemanimu", jawab Bryan.


Belle tersenyum lalu menutup bukunya. Bryan mengangkat Belle ke pangkuannya dan memeluknya.


"Kau tidak rindu bercinta denganku baby?", ucap Bryan pelan di dada Belle.


"Hmm", jawab Belle singkat.


"Lalu?", tanya Bryan.


"Nikahi aku, lalu kita bisa bercinta lagi", kata Belle.


Bryan melihat Belle dengan serius dan menangkup rahangnya.


"Kau sungguh sungguh baby?", tanya Bryan.


Belle mengangguk dan tersenyum.


"Tapi aku akan sangat menyebalkan", ucap Belle.


"Aku sudah terbiasa dengan hal itu", Bryan tersenyum dan mengecup bibir Belle.


"I love you", lirih Bryan.


"Aku tahu", Belle tersenyum.


"Apa aku tak boleh melakukannya sekarang?", tanya Bryan.


"No", Belle tertawa pelan.


Lalu Bryan menggendong Belle ke dalam dan duduk di sofa.


Mereka duduk sambil berpelukan. Belle mulai sharing tentang dirinya pada Bryan dan Bryan mendengarkannya dengan seksama. Bryan selalu menjadi pendengar yang baik bagi Belle.


Obrolan ringan seperti ini sangat disarankan oleh dokter Shania untuk menguatkan mental Belle.


"Kapan kau mengenal Alice?", tanya Belle yang berusaha membahas masalah ini.


Belle tak ingin masalah Alice membuat hubungannya dengan Bryan kembali retak.


"Kau yakin ingin membahas ini sayang?", tanya Bryan.


"Hmm", jawab Belle singkat.


"Baiklah..kami mengenal beberapa bulan sesudah kita bercinta..ibuku yang mengenalkan kami..dia menyukaiku dan aku hanya menganggapnya teman..dan dia menerima hal itu.. keluarganya sangat baik..dan aku sudah mengatakan padanya jika jangan terlalu dekat dengaku karena kau tak menyukai hal itu", kata Bryan.


"Lalu?", tanya Belle.


"Apa kau marah padaku karena hal ini?", tanya Belle.


"Tidak..karena aku juga akan cemburu jika kau dekat dengan pria lain", jawab Bryan.


"Apakah kita pasangan yang posesif Bryan?", tanya Belle sambil tertawa pelan.


"Maybe..", kata Bryan mencium kening Belle.


"Hmm..i love you", kata Belle mengecup bibir Bryan.


"Bolehkah aku menggodamu?", tanya Bryan menciumi leher Belle.


"No..tak boleh", jawab Belle yang kegelian karena ciuman Bryan di lehernya.


"Kau benar benar mengujiku baby", kata Bryan pasrah.


"Aku memang suka mengujimu..sangat menyenangkan", kata Belle tertawa geli karena Bryan masih menciumi bahunya.


"Bryan..stop it", kata Belle.


"Aku tak akan berhenti", jawab Bryan yang kini menciumi wajah cantik Belle.


Belle tertawa karena tangan Bryan sudah menggelitiki pinggangnya sekarang.


"Oh my...kau membuatku geli Bryan", teriak Belle sambil tertawa.


Lalu Bryan berhenti dan melihat mata Belle.


"Besok kita menikah", kata Bryan.


"Are you kidding?", tanya Belle menahan tawanya.


"No...i'm so serious", jawab Bryan serius.


"Tunggu..aku akan memikirkannya", ucap Belle.


"Jangan harap..kau wajib menikahiku besok..titik", kata Bryan tersenyum.


"Kau memaksa sekali".


"Hmm..aku tak sabar menghajarmu".


"Jadi hanya karena itu?".


"Aku tak ingin kehilanganmu lagi sayang...kau akan benar benar kuikat sekarang...dan kali ini aku akan mengikatmu dengan pernikahan", jawab Bryan dan memainkan bibirnya di atas bibir Belle lagi.


"Bagaimana dengan keluargamu?", tanya Belle.


"Mereka bisa langsung terbang kemari...itu bukan masalah bagi keluarga kami", jawab Bryan enteng.


Belle tertawa pelan dan memeluk Bryan.


"I love you pria tampanku", kata Belle.


**PENGUMUMAN


Novel otor yang baru dah tayang ya.. tapi upnya santuy..


silahken dibaca..semoga suka ya mak**..



JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤