IN THE DARK ROOM WITH YOU

IN THE DARK ROOM WITH YOU
#67



Setelah makan malam, Belle membereskan semua yang ada di meja dibantu oleh para pelayan. Setelah itu dirinya langsung masuk ke dalam kamar.


Belle menuju kamar mandinya dan membersihkan tubuhnya lalu memakai baju tidurnya.


Dia tak melihat Bryan di kamar. Itu artinya, Bryan sedang berada ruang kerjanya. Belle langsung beranjak ke ranjang dan tidur.


Tak lama, Bryan masuk ke kamar dan melihat Belle yang sudah tertidur. Bryan mematikan semua lampu kamarnya dan membuka bajunya lalu menyusul Belle ke ranjang.


"Sudah kubilang aku akan menghajarmu malam ini honey", lirih Bryan sembari membuka baju tidur Belle dari bawah.


Tangan nakalnya sudah menjelajahi tubuh sintal Belle yang tak memakai apapun di bali baju tidurnya.


"Hmm..aku menunggumu", jawab Belle tersenyum.


"Kau mematikan semua lampunya?", kata Belle.


"Ya..aku ingin mengingat bagaimana dulu kita bertemu", jawab Bryan menciumi tubuh Belle yang sudah polos.


Belle tertawa pelan dan memegang rambut Bryan.


"Aahhh....", desah Belle ketika Bryan mulai menggerakkan pinggulnya.


Lalu giliran Belle yang ada di atas tubuh Bryan sekarang. Belle bergerak liar di atas tubunya dan tangan Bryan membantunya bergerak cepat.


"Oh Honey..kurasa kau semakin liar sekarang", kata Bryan dengan nada mendesah.


"Ini usia matangku sayang..bersiaplah", Jawab Belle dengan suara sexynya.


"I love it", lirih Bryan.


Mereka bercinta cukup lama dan sama sama menikmati malam panasnya. Mereka baru tertidur setelah lewat tengah malam.


Keesokan paginya, Belle sudah siap dengan segala kegiatan rutinnya yaitu memasak makan pagi dan membangunkan si kembar.


Belle benar benar menikmati fase ini karena si kembar akan melewati masa kecilnya hanya sebentar saja. Itulah yang membuat Belle sangat dekat dengan kedua anaknya. Dia tak ingin melewatkan sedikitpun moment perkembangan dan pertumbuhan sang anak.


"Mom..nanti Val akan menginap disini..apakah boleh?", tanya Revekka.


"Oke mom", kata Revekka senang.


"Kenapa kau mengajaknya kemari?", tanya Gen tak suka.


"Dia sahabatku Gen", jawab Rev kesal.


"Aku tak suka si pendek itu..dia menyebalkan seperti dirimu", kata Gen.


"Ya ..apa karena dia pernah meninjumu?..Ha...ha..ha..", ledek Rev sambil menjulurkan lidahnya.


"Aku tak membalasnya karena dia seorang gadis..kalau dia laki laki sudah kubuat babak belur", balas Gen.


"Kids..please..diamlah saat makan..dan cepat habiskan makanan kalian..nanti kalian bisa terlambat", kata Bryan menangahi.


Revekka menjulurkan lidahnya lagi meledek Gen. Gen menatapnya tajam.


Belle hanya tersenyum melihat perdebatan kedua anaknya yang hampir terjadi setiap hari.


Hari ini Belle ingin keluar berbelanja. Dia pergi bersama Vina, ibunya Valery.


Revveka dan Valery baru bersahabat selama setahun belakangan ini semenjak Val pindah ke sekolahnya. Sebelumnya Valery sekolah di Texas.


"Vina..nanti Val akan menginap di mansion..apa tak masalah?", tanya Belle di sela sela kegiatan belanjanya bersama Vina.


"Tentu saja tak masalah Bell..dia anak tunggal, jadi aku senang jika di sekarang dekat dengan Revekka...sebelumnya dia tak terlalu suka berteman", jawab Vina.


"Begitukah?why?", tanya Belle.


"Entahlah..mungkin sejak kematian ibuku..Val sangat dekat dengan neneknya di Texas..jadi dia sedikit pendiam apalagi dirumah tak memiliki teman selain neneknya..dulu aku dan suamiku sangat sibuk bekerja", jawab Vina.


"Kalau begitu, sering seringlah Val menginap dirumah..aku akan sangat senang jika rumahku ramai", kata Belle.


"Thanks Bell", jawab Vina tersenyum.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤