
"Baiklah, kuakui awalnya karena itu. Tapi sejak aku berhubungan denganmu, aku sama sekali tak pernah berhubungan dengan wanita lain lagi. Dan aku tak pernah merasakan ini sebelumnya," ucap Bryan.
Bryan menatap Belle dengan tatapan serius.
"Jangan menatapku," kata Belle.
"Why? Aku suka menatapmu, wajah cantik yang selalu ingin kulihat sejak lama," jawab Bryan membelai pipi Belle.
Tatapan mata tajam Bryan benar benar membuat Belle tak berdaya menolak pesona. Apalagi mereka sudah beberapa kali bercinta.
"Aku harus kembali ke kampus, Bryan," kata Belle.
"Baiklah, aku akan mengantarmu dan menunggumu sampai kau pulang," jawab Bryan.
"Kau mengaturku, Bryan?"tanya Belle.
"No, aku hanya ingin bersamamu," jawab Bryan santai lalu berdiri dan menarik tangan Belle agar berdiri juga.
Bryan memeluk Belle erat kemudian mencium bibirnya mesra.
"Aku kedinginan," kata Belle karena bajunya basah.
"Oh my, aku benar benar lupa, sorry," kata Bryan yang kemudian mengambil kemeja putihnya di kamar sembari menarik tangan Belle.
"Pakailah," kata Bryan memberikan bajunya pada Belle.
"Terima kasih. Di mana kamar mandinya?" tanya Belle.
"Kau bisa menggantinya disini, aku sudah sangat hafal tubuhmu," jawab Bryan.
"Kau hanya merabanya, bukan melihatnya," kata Belle.
"Itu bagus, karena sekarang aku ingin melihatnya secara langsung," kata Bryan santai.
Belle salah tingkah karena tatapan Bryan hingga akhirnya dia mencari sendiri kamar mandinya.
Bryan hanya tersenyum dan duduk menunggu di ranjangnya.
Setelah berganti pakaian, Belle keluar dari kamar mandi lalu Bryan mengantarnya kembali ke universitas.
Sebelum keluar dari mobil, Bryan mencium bibir Belle.
"Bryan, ini di kampus," protes Belle.
Belle masih belum sepenuhnya menerima Bryan. Dia masih ingin berpikir lebih dalam lagi. Dia tak ingin melakukan kesalahan.
Belle akan menjalani ini untuk sementara sembari mengenal pribadi masing masing sebelum memutuskan melanjutkan hubungannya lebih jauh bersama Bryan.
Kemudian Belle turun dari mobil sport Bryan dan menjadi pusat perhatian disana.
Belle langsung masuk ke ruangannya dan mengambil bukunya lalu langsung menuju kelas kuliahnya.
"Belle!!!" panggil Maya.
"Aku harus segera mengajar, Maya. Simpan segala pertanyaanmu nanti, oke?!" kata Belle terburu buru berjalan cepat ke kelasnya.
"Oke, aku sangat penasaran dengan adegan ranjangnya," bisik Maya sambil mengerlingkan matanya.
"Shut up," bisik Belle sembari Belle membelalakkan matanya dan kembali berjalan cepat.
Bryan langsung menuju perusahaan daddynya sebentar sembari menunggu Belle selesai mengajar. Kehadiran Bryan membuat para pegawai perusahaan sedikit kaget dan kedatangannya menjadi pusat perhatian karena auranya yang mendominasi dan berwibawa.
Bryan menulis pesan pada Belle agar segera menghubunginya jika sudah selesai bekerja.
Belle menyunggingkan senyum manisnya ketika mendapat pesan dari Bryan.
Jam 5 sore Belle menghubungi Bryan dan menyuruhnya menjemput kenkampus setengah jam lagi.
Tak lama, Bryan langsung menuju kampus hanya dalam waktu 15 menit saja.
Bryan turun dari mobilnya dan tuan Javier melihatnya. Dia berpikir Bryan ada perlu dengan pihak universitas.
"Tuan Bryan? Apakah ada yang bisa dibantu? Anda seharusnya tinggal menelepon kami saja jika ada hal yang ingin disampaikan," kata Javier.
"Tidak, aku ingin menjemput seseorang," kata Bryan.
"Ah begitu?" tanya Javier yang otaknya masih berpikir.
"Dimana ruangan Belle?" tanya Bryan.
"Nona Belle? Apakah ada urusan dengannya? Mari kuantar," tanya Javier berjalan mengantar Bryan.
"Dia kekasihku," jawab Bryan santai sambil berjalan dan membuat Javier sedikit kaget.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤