IN THE DARK ROOM WITH YOU

IN THE DARK ROOM WITH YOU
#54



Bryan menelepon sang kakak untuk membantunya mempersiapkan pernikahannya dengan Belle.


Belle berpesan tak ingin ada perayaan apapun karena Belle masih membatasi dirinya bertemu dengan banyak orang.


Jadi Rey menyarankan pada Bryan untuk memakai resort miliknya di pinggir pantai untuk acara pernikahan itu. Dan hanya dihadiri oleh keluarga inti saja.


Bryan ingin pernikahan ini special baginya dan Belle meskipun hanya perayaan sederhana saja. Jadi Bryan tak ingin terburu buru dan pernikahan akan di adakan 2 minggu lagi.


Belle tetap menjalani konseling dengan dokter Shania. Basic Belle yang seorang akademisi membuatnya berpikir lebih rasional dan optimis menjalani terapinya.


Belle selalu belajar dan belajar untuk mengenal dirinya sendiri.


Dokter Shania sangat mendukung Belle dan senang dengan perubahan Belle sejak Bryan kembali lagi dalam hidupnya.


Belle terkadang menginap di rumah Dokter Shania hanya untuk menemaninya agar tidak kesepian. Belle tahu rasanya bagaimana tinggal sendirian.


Dokter Shania sangat bahagia dengan kabar pernikahan Belle yang akan dilangsungkan beberapa hari lagi. Belle juga mengundang Dokter Shania sebagai keluarganya.


"Apakah kau sudah memikirkan kuliahmu sayang?", tanya Dr Shania.


"Belum..aku ingin fokus pada pernikahanku dulu..mungkin aku akan mulai kuliah tahun depan saja", jawab Belle yang sibuk merangkai bunga dari taman Shania.


"Semoga kau selalu bahagia sayang", ucap Shania.


"Terima kasih..kalau bukan karena dokter, aku mungkin masih ada di ruang sempit itu", jawab Belle.


"Tidak sayang..itu semua dari semangatmu untuk sembuh..aku hanya mendampingimu saja", kata Shania.


"Lihatlah..pangeranmu sudah datang", kata Shania melihat Bryan yang datang menuju ke arah mereka.


Belle melihat ke arah Bryan dan tersenyum.


"Kenapa dia sudah datang?bukankah aku menyuruhnya menjemput malam?", gumam Belle.


"Dia tak ingin terlalu lama jauh darimu sayang", kata Shania tertawa pelan.


Belle tertawa dan berdiri menyambut Bryan.


Bryan mengecup bibir Belle dan memeluknya lalu menyapa dokter Shania.


"Kita akan mencari gaun pegantin hari ini", kata Bryan.


"Aku ingin kau mencoba dulu agar pas..begitu yang dikatakan designernya", jawab Bryan.


"Baiklah..tunggu ..aku akan mandi dulu", kata Belle.


Belle menuju kamarnya. Bryan duduk di taman bersama Shania sembari mengobrol ringan.


Belle kemudian keluar bersama Bryan ke sebuah butik designer terkenal. Belle mencoba 3 gaun sederhana yang sangat elegan di tubuhnya.


Setelah fitting selama 1 jam, Belle dan Bryan langsung pulang menuju apartemen. Belle lebih suka menghabiskan waktunya di apartemen daripada di luar.


"Kau tidak kembali ke perusahaan?", tanya Belle membuka bajunya dan menaruhnya di keranjang pakaian kotor.


"Baby..bisakah kau ganti baju di kamar mandi?", kata Bryan.


"Why? kau sudah sangat hafal tubuhku bukan?", goda Belle.


"Oh my...aku sudah lama tak menyentuhmu..kau bisa saja kuperkosa sebelum pernikahan kita", kata Bryan.


Belle yang hanya memakai pakaian dalamnya saja tertawa mendengar ucapan Bryan.



"Oke honey", jawab Belle tersenyum jahil lalu mengambil handuk di kamar mandi.


Belle segera berganti baju dan keluar menuju dapur untuk membuat jus sayur.


"Kau mau?", tanya Belle.


"Tidak..rasanya benar benar tidak enak", jawab Bryan.


"Ini sangat sehat honey", kata Belle dan kemudian duduk didepan Bryan di meja bar dapur.


"Besok lusa semua keluargaku akan datang..kau siap bertemu mereka?", kata Bryan sembari merapikan rambut Belle.


Belle mengangguk sambil meminum jusnya.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤