
DUA TAHUN BERLALU...
Belle tampak sibuk menjaga kedua anak kembarnya yang kini sudah mulai di fase senang berlari dan banyak bertanya.
Belle menikmati setiap moment perkembangan anak anaknya meskipun dirinya tetap memakai jasa baby sitter untuk menjaga si kembar.
"Kapan mereka lepas dari asi?", tanya Bryan yang melihat sang putri sedang asyik meminum asi Belle.
"Beberapa bulan lagi..aku akan merindukan masa masa ini nanti", kata Belle mengusap kepala Revveka.
"Baiklah..aku akan menunggu dengan sabar", jawab Bryan.
Belle melihat Bryan dengan mata yang memicing.
"I love you honey", Bryan mengecup bibir Belle dan tersenyum menawan.
Bryan kemudian membawa sang putra bermain di taman belakang.
Anak kembar mereka diberi nama:
GENNADIUS CZAR ROBERT (ksatria baik hati)
REVEKKA TATJANA ROBERT (bangsawan kuat)
Setelah menyusui Rev, Belle menyusul Bryan dan Gen ke taman belakang untuk bermain bersama.
Bryan membuat taman belakangnya seperti taman bermain. Banyak wahana permainan yang di buat disana. Jadi mereka tak perlu keluar jika ingin bermain.
Belle sangat concern dengan tumbuh kembang sang anak. Basicnya yang notabene sebagai tenaga pendidik membuat dirinya banyak belajar tentang ilmu parenting dan dia menerapkannya pada anak anaknya.
"Apakah kita perlu berbulan madu lagi sayang?", tanya Bryan mengecup bibir Belle.
"Aku tak bisa meninggalkan anak anak disini tanpa pengawasan dariku", jawab Belle yang matanya fokus pada si kembar yang bermain pasir di bak pasir.
"Kita bisa memanggil mommy kemari untuk mengawasi mereka", ucap Bryan.
"Kita bisa berbulan madu sepuasnya disini sayang", kata Belle tersenyum.
"Sepertinya kau akan menjadi ibu yang sangat protektif honey", kata Bryan.
"Hmm..sangat", Belle mengangguk.
Bryan lalu menaruh kepalanya di paha Belle dan memejamkan matanya.
"Aku lebih suka tidur bersamamu", jawab Bryan.
Belle tersenyum dan membelai rambut Bryan.
"Kemarin Alice kemari, dia memberiku undangan pernikahannya", kata Belle.
Bryan membuka matanya dan melihat ekspresi wajah Belle yang tampak biasa saja.
"Kau akan datang?", tanya Bryan.
"Kita..bukan aku saja Bryan..ya kita akan datang..bersama si kembar tentunya", jawab Belle tersenyum.
Belle sudah melupakan rasa cemburunya pada Alice sejak hadirnya si kembar. Dia mempercayai Bryan sepenuhnya dan dia sudah membuang sifat cemburunya jauh jauh pada siapapun.
Keluarga Alice juga sangat baik padanya. Meskipun tak berteman baik dengan Alice, tapi hubungan Alice dan Belle sudah membaik.
Menjelang sore, keluarga kecil itu tampak masuk kembali ke dalam mansion setelah si kembar puas bermain.
Malam harinya, mereka berempat makan bersama di meja makan sederhana. Belle lebih suka makan di meja makan kecil yang ada di dekat dapur, karena lebih nyaman dan dekat dengan sang anak.
Meskipun masih belum genap 2 tahun, tetapi Belle selalu mendengarkan celotehan si kembar yang sudah jelas jika berbicara.
Belle ingin membuat anak anaknya saling sharing dan terbuka satu sama lain di dalam keluarga.
Bryan sangat kagum dengan parenting yang diterapkan Belle pada sang anak. Belle bahkan selalu mengajak berdiskusi terlebih dahulu si kembar jika mereka sedang dalam keadaan rewel dan badmood.
Belle dengan sabar mendengarkan keinginan sang anak dan memberikan solusi yang membuat anak anaknya kembali tenang dan ceria kembali.
Setelah menidurkan si kembar di kamarnya, Belle kembali ke kamar. Disana Bryan telah menunggunya di ranjang.
Belle mengganti bajunya lalu bergabung dengan Bryan di ranjang.
"Apa kau menungguku?", tanya Belle.
"Hmm..aku juga butuh perhatianmu honey", Bryan menciumi leher Belle.
Belle tertawa pelan dan mencium bibir Bryan lalu melakukan percintaan panas di malam yang dingin itu.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤