IN THE DARK ROOM WITH YOU

IN THE DARK ROOM WITH YOU
#63



Belle menjalani kehamilannya tanpa kendala yang berarti. Hanya saja, kehamilannya ini membuat Belle malas.


Bryan akhirnya mempekerjakan pelayan yang awalnya tak disetujui Belle. Belle malas melakukan apapun karena efek kehamilannya. Belle bahkan jarang ke ka kampus dan mengikuti kuliah online.


Dan Belle bahkan malas untuk melanjutkan kuliahnya lagi karena arah prioritasnya berubah.


Dia ingin fokus pada anak kembarnya nanti. Belle tak ingin perhatiannya terpecah antara anak anaknya dan kuliahnya.


Kehamilan Belle sudah memasuki bulan ke 4 dan perutnya sudah terlihat membuncit.


"Aku ingin berhenti kuliah", kata Belle pada Bryan.


"Why?", tanya Bryan mengusap lembut lengan Belle.


"Aku ingin fokus pada mereka", kata Belle mengusap perut buncitnya.


"Apa kau yakin sayang?", tanya Bryan.


"Ya..aku sangat yakin..aku lebih memilih mereka", jawab Belle.


Bryan tersenyum dan mencium bibir Belle.


"I love you", ucap Bryan.


"Terima kasih", jawab Belle menangkup pipi Bryan.


"Untuk apa?", tanya Bryan.


"Untuk semuanya...kau memberikan semuanya padaku.. hidupku menjadi lengkap karena dirimu", jawab Belle mengecup bibir Bryan dan memeluknya erat.


"I love you sooooo much", ucap Belle menciumi dada Bryan yang kancing bajunya terbuka.


"Bisakah kita melakukannya?", tanya Belle.


"Kita sudah melakukannya kemarin..apakah tak masalah?", Bryan tertawa pelan.


"Huuuuffftttt...aku benar benar ingin bercinta denganmu", kata Belle.


"Kau bisa saja kontraksi sayang...dokter mengatakan jangan terlalu sering bukan?", Bryan tertawa kembali kemudian mengusap perut Belle dan menciuminya.


"Ayo kita tidur, ini sudah malam", kata Bryan.


"Hmm", jawab Belle singkat.


Bryan kemudian menarik tangan Belle perlahan dan membantunya berdiri lalu membawanya ke kamar.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Kehamilan Belle masuk 6 bulan. Karena hamil kembar, maka perut Belle terlihat sangat besar.


Hari ini Maya dan Deborah akan datang mengunjunginya di New York. Bryan yang memesankan seluruh akomodasinya.


Bryan ingin membuat kejutan di hari ulang tahun Belle besok.


"Honey..aku akan pulang terlambat malam ini..kau tak masalah kan?", tanya Bryan.


Bryan menghampirinya dan mencium bibir sexy Belle.


"Aku akan kesepian jika kau pulang terlalu malam", kata Belle.


"Bukankah biasanya kau lebih memilih buku dari pada aku?", tanya Bryan membelai pipi Belle yang sekarang menjadi chubby.


"Jangan terlalu malam", kata Belle mencium bibir Bryan.


"Hmm..baiklah..aku pergi dulu", Bryan mengecup kening dan bibir Belle lalu pergi.


Setelah Bryan ke kantor, Belle akan langsung pergi ke perpustakaan mansion. Kegemarannya membaca buju semakin menjadi semenjak hamil, karena dia tak memiliki kegiatan lain selain itu.


Perutnya yang sudah sangat membuncit membuat geraknya terbatas. Dia akan cepat capek jika berjalan terlalu lama diluar.


Meskipun terkadang Belle tetap mengisi waktunya dengan berbelanja barang barang tak penting.


Belle sampai tertidur di perpustakaan karena malas untuk bergerak. Makanannya pun akan diantar ke perpustakaam oleh pelayan.


"Mengapa aku menjadi wanita pemalas sekarang?", gumam Belle sambil menikmati makan malamnya sendirian.


Setelah makan malam, Belle keluar dari perpustakaan menuju dapur. Dia ingin membuat coklat hangat.


Dia ingin membuatnya sendiri tanpa bantuan pelayan karena sudah lama dia tak masuk ke area dapur.


Belle minum coklat hangatnya di ruang keluarga yang menghadap ke arah kolam renang.


Belle menunggu Bryan sampai tengah malam sembari menyecroll ponselnya mencari kesibukan.


Lalu Belle mendengar suara pintu depan terbuka kemudian berjalan ke arah pintu.


"SURPRISEEEEE", Maya dan Deborah tampak membawa cake yang sudah dipenuhi lilin.


"Oh my God", Belle terkejut dan tangannya berpegangan di buffet kayu.


Bryan muncul dari belakang Maya dan memeluk Belle.


"Happy birthday baby", Bryan mencium bibir Belle.


Belle melihat wajah Bryan kemudian memeluknya.


"I love you", kata Belle.


"Happy birthday Belle", kata Maya.


Belle melepaskan pelukan Bryan dan menghampiri Maya.


"Tiuplah", kata Deborah.


Belle meniup lilinnya kemudian memeluk Maya dan Deborah.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤