IN THE DARK ROOM WITH YOU

IN THE DARK ROOM WITH YOU
#64



Selama Maya dan Deborah di New York, Belle banyak menghabiskan waktunya bersama mereka.


Bryan ingin mood Belle selalu baik dan bahagia karena Belle memang tak melakukan apapun di mansion selain membaca dan jalan jalan di taman.


Maya dan Deborah hanya 3 hari saja di New York. Bryan bahkan menyuruh mereka mengajak Belle shopping agar tak selalu mengurung diri di mansion.


Tentu saja hal itu membuat Maya dan Deborah senang bukan main. Bagaimana tidak, Bryan memberikan black cardnya pada Belle untuk mentraktir teman temannya itu berbelanja sepuasnya.


Hari ini hari terakhir mereka di New York. Jadi mereka menghabiskan waktunya untuk shopping seharian.


"Belle ..jika kau capek bilang pada kami..kami siap memijatmu..oke?", kata Maya semangat.


Belle tertawa mendengar hal itu.


Setelah seharian berkeliling, mereka menenteng banyak barang belanjaan. Belle bahkan membelikan kedua teman dekatnya itu barang barang branded.


"Belle bisakah kau mencarikan aku suami seperti Bryan?", tanya Deborah di sela sela makan malam mereka di restoran mewah.


"Carilah di aplikasi dating..siapa tau nasibmu sama denganku", Belle tertawa pelan.


"Ck..itu tak berhasil padaku..menyebalkan..aku sudah mencobanya..dan semua gagal", kata Deborah dengan wajah cemberut.


Maya dan Belle tertawa melihat kekecewaan Deborah.


Setelah makan malam, mereka kembali ke mansion. Bryan sudah ada di mansion dan menyambut Belle di depan pintu utama.


"Kau bersenang senang honey?", Bryan memeluk Belle dan mencium bibir Belle meskipun disana ada Maya dan Deborah.


"Kurasa..kami masuk saja", kata Maya tersenyum dan menarik tangan Deborah kemudian masuk ke kamar mereka.


"Ya ya..masuklah", kata Belle.


Bryan membawa Belle ke dalam kamar lalu membukakan baju Belle dan membawanya ke kamar mandi.


Belle sudah terbiasa dengan apa yang dilakukan Bryan pada dirinya. Belle benar benar diperlakukan bagai seorang ratu oleh Bryan.


"Kau senang hari ini?", tanya Bryan sambil melihat Belle yang menyikat giginya.


Belle mengangguk dan tersenyum.


Lalu setelah sikat gigi, Bryan mengusap tubuh Belle dengan menggunakan lap basah. Dia melakukannya dengan perlahan.


"Love you too", jawab Bryan dan membalutkan handuk pada tubuh Belle.


"Aku merasa seperti raksasa", ucap Belle.


Bryan tertawa pelan dan mencium perut Belle.


"But i like..kau semakin cantik dan sexy", senyum Bryan.


Lalu mereka keluar dari kamar mandi dan Bryan memakaikan baju tidur tipis pada tubuh Belle.


Bryan memijat kaki Belle yang kelelahan karena seharian berjalan.


"Kau sudah mencari nama untuk anak anak kita?", tanya Belle.


"Belum..bukankah kau yang mau mencarinya honey?", kata Bryan.


"Hmm..aku masih bingung", jawab Belle.


Lalu Bryan menutup tubuh Belle dengan selimut dan ikut berbaring di sebelahnya sembari mengusap perut buncit Belle.


"I love you baby", Bryan menciumi wajah Belle yang menghadap ke arahnya.


"Thank you....love you too", bisik Belle.


"Good night", Bryan mengecup kening dan bibir Belle lalu mereka tidur.


Bayi Belle diperkirakan berjenis kelamin laki laki dan perempuan. Dan tentu saja hal itu membuat Belle bahagia karena dia akan langsung memiliki anak yang lengkap.


Keesokan harinya, Belle dan Bryan melepas Maya dan Deborah yang akan kembali ke Kanada. Mereka akan naik private jet milik Bryan.


"Terima kasih Belle...kabari kami jika si kembar telah lahir..dan semoga semuanya lancar", kata Maya memeluk Belle.


"Hmm...terima kasih telah mengunjungiku..hati hati dijalan", jawab Belle tersenyum.


Mereka akhirnya selesai berpamitan pada Belle dan Bryan. Lalu berangkat ke bandara tempat pesawat Bryan berada.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA..❤❤❤