IN THE DARK ROOM WITH YOU

IN THE DARK ROOM WITH YOU
#68



"Come on Val..masuklah," Rev menggandeng tangan Val dan membawanya masuk ke kamarnya.


Gen yang ada dibelakangnya tampak memasang wajah kesalnya.


Val melihat sekilas ke arah Gen dan memasang wajah sinisnya.


"Kau berani melihatku, shorty?" ledek Gen.


"Aku akan membalasmu nanti," kata Val.


"Gen, bisakah kau tak mengganggu kami?!" bentak Rev.


"Kalian berjalan di depanku dan mengganggu jalanku menuju kamar. Dasar lambat," kata Gen.


"Ayo Val cepatlah. Dia memang menyebalkan," kata Rev menarik tangan Val.


Revekka dan Valery bermain di kamar sampai jam makan malam tiba. Belle memanggil anak anaknya serta Valery.


Bryan belum datang dari perusahaan karena masih disibukkan dengan pekerjaannya.


"Makanlah yang banyak, sayang," kata Belle pada Valery.


"Ini sangat lezat aunty," jawab Valery.


"Makanlah yang banyak agar kau bisa tinggi," celetuk Gen.


"Gen," tegur Belle.


"Dia selalu menggangguku, Aunty," kata Val mengadu pada Belle.


"Dasar pengadu," balas Gen.


"Ya Tuhan. Ayo cepatlah makan anak anak," kata Belle akhirnya.


Valery memang mempunyai tubuh yang terbilang imut seimut wajahnya. Gen suka sekali meledek Valery dan memanggilnya shorty karena tubuh mungilnya itu.


Meskipun begitu, Valery memiliki tubuh yang sangat lincah. Gen pernah mendapat bogem mentahnya karena ledekannya yang tiada henti pada Valery.


Bryan baru pulang tengah malam. Belle masih menunggunya sambil membaca buku di ranjangnya.


"Halo honey," sapa Bryan yang baru masuk ke kamarnya.


Belle menaruh bukunya di meja nakas dan menghampiri Bryan.


Bryan mengecup bibir Belle dan membuka jasnya. Belle membantu membuka kancing kemeja Bryan dan mencium lehernya.


"I like your smell," bisik Belle.


Bryan tersenyum dan menarik pinggang Belle lalu mencium bibirnya lama.


"Hmm. Kita akan menginap di resort 2 malam," jawab Bryan yang menciumi wajah cantik Belle.


Lalu Bryan menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Setelah itu menyusul Belle yang sudah menunggunya di ranjang.


"Apa orang tua Val tidak ikut?" tanya Bryan sembari memeluk Belle.


"Tidak..mereka sedang keluar kota" jawab Belle.


"Apakah kita perlu menambah bayi lagi, Bryan?" tanya Belle.


Bryan menatap wajah Belle.


"Kau serius sayang? Aku menyerahkan semuanya padamu," jawab Bryan.


"Dokter mengatakan rahimku kuat dan aku ingin memcoba hamil lagi," kata Belle.


"Kau konsultasi ke dokter?" tanya Bryan.


Belle mengangguk.


"Mengapa tak mengajakku?" tanya Bryan lagi.


"Aku belum terlalu siap waktu itu. Tapi sepertinya kali ini aku sudah siap," jawab Belle mencium tangan Bryan yang menangkup pipinya.


"Kali ini aku akan menjagamu lebih ekstra sayang," Bryan mencium bibir Belle.


Belle pernah keguguran karena pernah terjatuh dari tangga dan ketika itu Belle tak menyadari bahwa dirinya hamil karena tidak ada tanda apapun.


Waktu itu kehamilan masih berusia 5 minggu.


"Apa kita perlu mulai membuatnya sekarang?" Bryan tersenyum nakal.


Belle tertawa pelan.


"Aku sudah melepas alat kontrasepsiku sebulan yang lalu, Bryan. Kita sudah mencicilnya tiap hari bukan?" jawab Belle tersenyum.


"Kalau begitu, kau tidak boleh terlalu banyak bergerak besok di pantai. Bisa saja kau sedang hamil, honey.. Apakah aku perlu membeli testpack?" tanya Bryan.


"Tidak. Aku akan menunggu sebulan lagi untuk periksa," jawab Belle.


"Baiklah, sekarang kita tidur. Besok kita akan berangkat lumayan pagi," Bryan mengecup kening, hidung dan bibir Belle.


"I love you," ucap Bryan.


"Love you too," jawab Belle.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA.❤❤❤