
Akhirnya kuliah Belle dimulai. Dan Bryan sudah kembali ke New York. Bryan selalu menelepon Belle tiap hari. Bryan tak ingin lepas komunikasi dengan Belle apapun kesibukan mereka.
"Belle..", panggil seseorang.
Belle menoleh dan melihat Charles.
"Ya..ada apa?", tanya Belle.
"Aku sudah lama tak melihatmu..apa kau baik baik saja?", tanya Charles.
"Ya..aku baik baik saja..aku ikut suamiku di New York..jadi aku menunda kuliahku", jawab Belle.
"Kau sudah menikah?", tanya Charles.
"Ya ...aku sudah menikah", Belle menunjukkan cincin di jari manisnya pada Charles.
"Selamat Belle..semoga kau selalu bahagia", kata Charles.
"Terima kasih..aku masuk dulu", pamit Belle.
Charles melihat Belle dari kejauhan. Ada rasa kecewa di hatinya, karena pernikahan Belle. Tapi Charles sadar diri karena dirinya bukanlah siapa siapa dibandingkan suami Belle.
Belle mengikuti mata kuliahnya dengan sangat lancar dan mengikuti dengan cepat materi yang diajarkan.
Setiap hari Belle berjalan kaki dari apartemennya menuju Kampusnya.
Bryan sudah dua minggu tak mengunjungi Belle karena Bryan berada di luar negeri untuk urusan pekerjaannya. Dan Belle tak masalah dengan hal itu. Yang penting komunikasi mereka tetap lancar setiap hari.
Hari ini Belle merasa sangat kelelahan dan tak enak badan.Dia memutuskan pulang di saat kuliahnya sedang berlangsung.
Mungkin karena semalam, Belle menyelesaikan tugas kuliahnya sampai tengah malam.
Belle langsung tidur begitu tiba di apartemen. Sampai akhirnya malam menjelang Belle baru terbangun.
"Oh God..sudah berapa lama aku tertidur?", gumam Belle.
Lalu Belle melihat ke arah jendela dan terlihat gelap. Belle keluar dari kamar dan menyalakan semua lampunya.
Belle merasa sedikit segar setelah tidur agak lama. Kemudian dia berendam di bathtubnya agar tubuhnya rileks.
Belle sampai lupa bahwa dirinya belum menelepon Bryan. Dia langsung menyelesaikan acara berendamnya dan memakai handuknya.
Belle memencet nomer Bryan, tetapi ponsel Bryan mati.
"Apa dia sibuk?seharian ini dia tak meneleponku", gumam Belle.
Belle menaruh ponselnya dan menuju ke dapur dengan masih memakai handuknya. Belle sangat lapar karena tadi tidak makan siang.
"Oh my God", teriak Belle yang melihat Bryan sedang minum di dapur.
"Sayang..maaf membuatmu terkejut", jawab Bryan tersenyum lalu menaruh gelasnya dan menghampiri Belle.
"Aku merindukanmu", Bryan menciumi leher Belle yang wangi sabun.
"Kau hampir membuatku kena serangan jantung Bryan", kata Belle memeluk Bryan.
"Aku akan mandi dulu..tetaplah memakai ini", kata Bryan sambil memegang handuk Belle.
"Apa kau tidak lelah?", tanya Belle tertawa pelan.
"Tidak..aku kemari karena merindukanmu honey", Bryan mencium bibir Belle lalu pergi ke kamar untuk mandi.
Belle kemudian membuat jus alpukat dan makan kentang keju untuk mengisi perutnya.
Setelah menghabiskan jus dan makanannya, Belle masuk ke dalam kamar dan ganti baju karena tubuhnya sudah kedinginan.
Disaat akan mengambil baju, tangan Bryan telah menyusup ke balik handuk Belle dan membukanya.
"Kau tidak makan?", tanya Belle kemudian menghadap ke arah Bryan.
"Nanti saja setelah aku menikmati desert lezat ini", jawab Bryan dengan senyuman menggodanya.
Bryan mencium bibir Belle dan Belle melingkarkan kedua tangannya ke leher Bryan.
Tangan Bryan sudah menjelajahi tubuh Belle yang halus dan berhenti di dada Belle yang tampak sedikit lebih berisi.
TO BE CONTINUE....😆
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤❤