IN THE DARK ROOM WITH YOU

IN THE DARK ROOM WITH YOU
#45



Tabrakan itu membuat sopir taxi dan Belle tak sadarkan diri. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit oleh petugas medis.


Karena memakai seat belt, kecelakaan ini meminimalisir keparahan korban. Belle dibawa ke UGD begitu juga dengan sopir taxi yang saat ini sadarkan diri.


"Dokter...dia mengerluarkan darah", kata Perawat.


Dokter memeriksa Belle dan melihat aliran darah dari daerah sensitifnya.


"Sepertinya dia keguguran...cepat siapkan semuanya", perintah dokter.


Belle di bawa ke ruang operasi untuk di kuret. Menurut dokter, Belle sedang hamil jalan 2 bulan. Dan karena kecelakaan itu, membuat janin Belle tak bertahan.


Proses kuretase itu berlangsung 15 menit. Lalu Belle dipindahkan ke ruang perawatan 15 menit kemudian.


Belle masih dalam pengaruh bius. Jadi Belle masih tertidur dan tak sadarkan diri.


Dini hari, Belle terbangun. Dia melihat kesekeliling kamar dan mencerna apa yang terjadi.


Belle hanya teringat samar jika mobilnya taxinya terbalik karena tabrakan. Belle memegang kepalanya yang sakit karena terlalu lama tertidur.


Lalu Belle berusaha duduk tetapi dia merasa bagian bawah perut sakit dan akhirnya tetap berbaring.


Belle meringis kesakitan dan menekan tombol perawat.


Tak lama, perawat dan dokter datang.


"Anda sudah sadar nona..kami akan memeriksa anda", kata dokter jaga itu kemudian memeriksa Belle.


"Kondisi anda sudah stabil..anda sudah boleh pulang besok, kata Dokter.


"Mengapa perutku sangat sakit?apakah karena benturan?", tanya Belle lirih.


"Begini..anda mengalami keguguran..jadi kami baru melakukan kuret pada janin anda", kata dokter.


"What???", Belle menutup mulutnya seakan tak percaya dengan apa yamg didengarnya.


"Aku memakai pil kontrasepsi..bagaimana bisa aku hamil?" lirih Belle yang saat ini matanya sudah berkaca kaca.


Kemudian Dokter dan perawat keluar dari kamar Belle.


Belle termenung. Dia hanya diam. Setelah lama terdiam, Belle mulai terisak. Dia tak menyangka dirinya hamil dan sekarang bayinya telah tiada.


Belle meringkuk dan menangis sendirian. Tak ada siapapun disampingnya. Belle merasa hancur.


Entah mengapa dia merasakan sakit yang teramat sangat dalam meskipun dia tak pernah menyangka dirinya hamil. Dia seakan merasakan kehilangan yang sangat besar dalam dirinya.


Belle menangis semalaman. Tak ada yang menguatkannya. Mentalnya seketika hancur. Pada akhirnya dia memang sendirian didunia ini. Bahkan Tuhan tak mengizinkan dirinya memiliki anak yang akan menemaninya nanti.


Kehilangan Bryan dan bayi disaat yang bersamaan membuatnya jatuh ke dasar jurang yang paling dalam. Belle menyia nyiakan cinta Bryan hanya karena prinsip hidupnya.


Belle hanya ingin Bryan menjadi miliknya seutuhnya. Hanya itu yang dia inginkan. Meskipun sekarang dia mengakui bahwa sebenarnya masalah ini bisa diselesaikan. Tapi Belle memang tak bisa menghadapi rasa cemburunya yang terlalu besar. Dia tak ingin berpura pura bahwa dirinya baik baik saja akan hal itu.


Keesokan paginya Belle tertidur setelah semalam menangis. Perawat membangunkannya dan memberinya makan tetapi Belle sama sekali tak menyentuhnya.


"Anda harus makan nona..ini demi kesehatan anda", kata perawat.


"Lalu untuk siapa aku hidup?", bisik Belle.


Perawat itu mengusap tangan Belle berusaha menguatkannya.


"Apakah aku perlu menghubungi keluarga anda..maaf kemarin tak ada data apapun dari anda..mungkin tas anda hilang", kata Perawat itu.


Belle seakan sudah tak memikirkan barang barangnya yang hilang entah kemana.


"Aku sendirian..aku tak punya siapapun", lirih Belle dengan suara pilunya.


Perawat itu mencoba menenangkan Belle yang mentalnya down.


Belle dirawat disana dengan biaya asuransi kecelakaannya karena taxinya di tabrak oleh truk. Dan dia juga mendapat ganti rugi yang cukup besar karena hal itu.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤