
Pagi menjelang. Bryan sudah terbangun terlebih dulu dari Belle. Dia memandangi wajah cantik Belle yang masih tertidur dengan nyenyak sembari membelai pipinya yang halus.
Belle terbangun karena belaian itu dan tersenyum melihat Bryan.
"Good morning, Baby," Bryan mengecup bibir Belle.
"Kau bekerja hari ini?".tanya Bryan.
"Hmm, aku masuk agak siang," jawab Belle yang kembali menutup matanya dan memeluk tubuh Bryan mencari kehangatan di pagi yang dingin ini.
"Ayo mandi," kata Bryan lirih.
"Aku masih mengantuk dan aku tak ingin keluar dari kehangatan ini, Bryan," jawab Belle pelan.
Bryan memeluk tubuh polos Belle dan membiarkannya tertidur lagi.
Bryan membuka ponselnya dan ada banyak pesan masuk dari asisten dan beberapa temannya.
Bryan akan ada meeting penting pagi ini dan dia terpaksa melepaskan pelukannya pada Belle.
"Kau mau ke mana?" tanya Belle.
"Aku ada meeting pagi ini. Aku harus ke perusahaan, Sayang," Bryan mengecup bibir Belle dan masuk ke dalam kamar mandi Belle.
"Ada sikat gigi baru di lemari kamar mandi. Kau bisa memakainya," kata Belle.
"Hmm," jawab Bryan.
Belle kembali melanjutkan tidurnya dengan mengangkat selimutnya tinggi tinggi sampai menutupi lehernya.
Tak berapa lama, Bryan keluar dari kamar mandi dan memakai bajunya yang kemarin. Belle menggantungnya rapi di lemarinya. Hal sederhana itu membuat Bryan tersenyum.
Bryan menunggu sang asisten datang untuk mengantarkan setelan jasnya.
Belle bangun dan tak melihat Bryan. Kemudian dia mengambil bajunya dan memakainya lalu masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan sikat gigi.
Belle keluar dari kamar dan melihat Bryan masih duduk di sofanya sembari sibuk dengan ponselnya.
Belle segera ke dapur dan membuat sandwich untuk sarapannya pagi ini.
"Kau sudah bangun?" tanya Bryan yang melihat Belle sudah ada di dapur.
"Ya, aku lapar," jawab Belle.
Bryan mendatangi Belle dan memeluknya dari belakang sembari menciumi lehernya yang menjadi tempat favoritnya.
"Apa yang kau masak?" tanya Bryan melihat Belle mengaduk telur.
"Sandwich. Kau tidak masalah kan sarapan seperti ini?" tanya Belle.
"Hmm, no problem," jawab Bryan mencium pipi Belle lalu mengambil ponselnya yang berbunyi.
"Ya, oke. Aku tunggu di atas," jawab Bryan singkat lalu menutup ponselnya.
Tak berapa lama, bel pintu apartemen berbunyi dan Bryan segera membukanya.
"Thanks, Alister," kata Bryan di depan pintu lalu segera masuk kembali ke dalam membawa tas berisi jas.
"Siapa itu?" tanya Belle.
"Asistenku. Aku menyuruhnya membawakan bajuku," kata Bryan lalu memakai bajunya langsung di sana.
Setelah 15 menit berlalu, Belle membawa sandwichnya ke meja bar dan duduk disana begitu juga Bryan.
"Jam berapa kau pulang?" tanya Bryan.
"Malam," jawab Belle.
"Aku akan menjemputmu," kata Bryan sembari memakan sandwichnya.
Dan Belle mengusap remahan roti di pinggiran bibir Bryan dengan tisue.
Bryan tersenyum. Ya, dia mulai memahami karakter Belle yang sangat teratur dan suka kebersihan.
Bahkan ketika memasak pun, Belle sangat menata rapi bahan bahan masakannya di meja dapur.
"Baiklah, aku berangkat dulu. Love you, Baby," Bryan mengecup bibir Belle.
'Apakah semudah itu mencintaiku?' batin Belle mendengar ucapan cinta dari Bryan.
Belle tersenyum melihat kepergian Bryan. Dia merasa hidupnya lengkap saat ini. Dan Bryan yang menjadikannya lengkap.
Belle berharap hubungannya dengan Bryan akan selalu baik-baik saja.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA.❤❤❤