IN THE DARK ROOM WITH YOU

IN THE DARK ROOM WITH YOU
#37



Keesokan paginya, Belle mendengar suara bel di pintunya. Belle yang masih tidur, segera bangun dan memakai bajunya dengan cepat lalu memakai coatnya karena dia tak mengenakan apapun di balik kaosnya.


Belle menuju pintu dan membukanya. Dia melihat seorang pria muda sederhana dengan membawa piring yang berisi kue.


Belle menatapnya heran karena dia tak mengenal laki laki itu.


"Hai ... Kau tetangga baruku. Kamarku ada di sampingmu dan aku selalu mengirimi makanan untuk tetangga baruku. Hmm ... Apakah kau tidak keberatan, Nona?" tanya Pria itu tersenyum ramah.


"Ya, terima kasih. Tapi kurasa kau tak perlu repot repot," jawab Belle.


"Oh tentu saja tidak merepotkan bagiku. Aku senang mendapat tetangga baru apalagi secantik dirimu," Pria itu tertawa pelan.


Belle hanya tersenyum menanggapinya.


"Ah ya, kenalkan aku Charles. Aku berasal dari Inggris dan aku kuliah di Harvard," kata pria itu.


"Aku Belle. Aku dari Kanada. Aku juga kuliah di Harvard," jawab Belle.


"Semoga kita bisa berteman baik," kata Charles.


Lalu dari belakang Belle, Bryan muncul dengan hanya menggunakan celana panjangnya lalu memeluk pinggang Belle.


"Dia tak berteman baik dengan pria manapun," kata Bryan memandang tajam pada Charles.


"Bryan..." bisik Belle.


"Maaf, dia kekasihku. Senang berkenalan denganmu. Sampai jumpa," kata Belle kemudian menutup pintunya.


"What are you doing?" kata Belle melepaskan tangan Bryan.


"Siapa dia?" tanya Bryan.


"Tetanggaku. Kamarnya di sebelah. Dia hanya memberikan ini sebagai ucapan selamat datang. Sepertinya ini enak," kata Belle mencicipi kue kering itu.


"Hmm ... Memang enak ... Kau mau?" kata Belle memakan kue itu lagi.


"Tidak," ucap Bryan tak senang.


"Kau tidak suka dengannya?" tanya Belle.


"Aku bahkan baru mengenalnya. Itulah yang kurasakan jika kau dekat dengan Alice," kata Belle lalu menuju kamar mandi.


"Kita masih membahas ini? Oh God," kata Bryan mengikuti Belle.


"Kau yang memancingku," jawab Belle santai.


Belle membuka bajunya dan masuk ke kamar mandi diikuti oleh Bryan.


"Kamar mandi ini terlalu sempit untuk kita berdua, Bryan," ucap Belle sembari mengambil sikat giginya.


"But i like it," Bryan tersenyum nakal.


Lalu Belle memberikan sikat gigi baru pada Bryan dan mereka sikat gigi bersama sembari tersenyum melihat diri mereka di cermin.


Setelah itu, mereka mandi di bawah shower bersama.


"Lihatlah. Aku sama sekali tidak bisa bergerak bebas," kesal Belle.


Bryan tertawa dan ikut membantu memijat kepala Belle yang penuh shampo. Begitu juga dengan Belle pada kepala Bryan.


"Jangan menyabuniku. Tanganmu akan kemana- mana," kata Belle mencegah tangan Bryan yang sudah menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Tidak, aku hanya ingin memastikan kau membersihkannya dengan benar, Baby," Bryan tertawa.


Mereka tertawa bersama dan seakan melupakan masalah yang terjadi kemarin. Semua seakan kembali normal.


Hari itu, Bryan hanya menemani Belle pergi ke toko buku. Banyak buku yang dibeli Belle. Dan Bryan baru menyadari betapa kutu bukunya Belle. Dia membaca buku dimana saja. Bahkan ketika makan.


"Sayang, tutup bukumu. Kau bisa membacanya nanti," kata Bryan.


"Hmm ... Wait ... Tinggal sedikit lagi," jawab Belle yang membaca buku untul mata kuliahnya minggu depan.


Bryan seakan tersisihkan jika Belle sudah menempel dengan buku. Belle hanya ingin kuliahnya berjalan lancar dan jika ada sesuatu yang tidak dimengertinya, dia akan langsung mencarinya di buku lain atau internet sebelum kuliahnya berlangsung nanti.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤