
"Bryan ... Kau taruh dimana mobilku? Sejak kemarin aku tak melihatnya di parkiran basement," kata Belle.
"Mobilmu ada di basement baby..apa kau tak melihatnya?" ucap Bryan santai sembari memakan kue macaron yang dibeli Belle tadi.
"No ... I'm not," jawab Belle.
"Nanti kita periksa lagi. Kemarilah ... Sejak tadi kau mengabaikanku dengan buku-buku itu," kata Bryan.
Belle meletakkan bukunya dan menghampiri Bryan di sofa.
Bryan memeluk Belle yang duduk di pangkuannya.
"Apakah aku harus pindah kemari?" tanya Bryan.
"Hanya untuk mengawasiku? Aku bukan anak kecil, Bryan," jawab Belle.
"Aku ingin selalu bersamamu," kata Bryan mencium rambut Belle yang harum.
"Kau benar benar mencintaiku?" tanya Belle.
"Aku selalu mengatakannya padamu, Baby." Bryan memandang wajah cantik Belle yang polos tanpa polesan make up.
"Kau sudah menerima aturanku?" tanya Belle lagi.
Bryan mengangguk dan mencium bibir Belle.
"Apa menurutmu aku menakutkan, Bryan? Aku akan sangat mengekangmu nanti. Dan jika kau tak menerima hal itu mungkin aku akan cari pria lain yang menerimaku," kata Belle.
"What??? Coba katakan sekali lagi," Bryan memandang tajam mata Belle.
Belle kemudian tertawa melihat reaksi Bryan.
"Aku cukup cantik dan pintar, bukan? Aku tinggal memilih laki laki potensial di Harvard," kata Belle yang membuat Bryan semakin kesal.
"Oh my ... Kau benar benar menyebalkan, Baby. Aku akan menghukummu," Bryan membawa Belle ke kasurnya dan mulai menghajarnya disana.
"Jika kau menghukumku seperti ini, maka aku akan selalu membuatmu kesal kurasa."
Belle tertawa dan melingkarkan tangannya di leher Bryan lalu mereka berciuman kemudian dilanjutkan dengan adegan panas bercinta 😁
❤❤❤❤🧡🧡❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Belle bangun di pagi hari. Dia melihat Bryan yang tidur disampingnya.
"Kau benar benar seperti seorang mafia," kata Belle lirih.
Bryan tersenyum mendengar ucapan Belle dan membalikkan tubuhnya melihat ke arah Belle.
"Kau tahu? Kakak iparku dulu seorang ketua mafia nomer 1 di Rusia," kata Bryan dengan suara seraknya.
"Really?" kata Belle terkejut.
"Kakakku bertemu dengannya karena aku..ketika kakakku bekerja di Rusia, dia memotret seorang ketua Mafia paling berpengaruh di Rusia karena aku yang memintanya. Dan merekapun terlibat masalah rumit sampai akhirnya mereka jatuh cinta," cerita Bryan.
"Cerita yang menarik. Bagaimana bisa kakakmu tahu jika pria itu seorang mafia?" tanya Belle sembari mengusap dada Bryan.
"Karena kak Alex memiliki banyak tato. Bahkan lebih banyak dari milikku," jawab Bryan tertawa pelan.
"Tapi kisah cinta mereka cukup dramatis karena daddy sempat memisahkan mereka," kata Bryan.
"Why?"
"Kak Sera pernah diberondong banyak peluru oleh saudara tiri Kak Alex setelah hari pernikahan mereka. Kak Sera koma beberapa bulan, lalu hilang ingatan dan Daddy menjauhkannya dari suaminya," jawab Bryan.
"Ya Tuhan. Sedramatis itu? Benar benar seperti film," kata Belle.
"Hmm ... Tetapi akhirnya kak Sera ingat suaminya setelah setahun berlalu dan mereka bersama lagi sampai hari ini. Dan hidup bahagia bersama anak kembar mereka," kata Bryan.
"Bagaimana jika suatu saat kita berpisah?" tanya Belle.
"Aku akan mengurungmu di mansionku jika kau berniat lari dariku," jawab Bryan.
"Kau menakutkan," Belle tersenyum dan mengecup bibir Bryan.
"Kemana kita hari ini? Jangan bilang ke perpustakaan atau ke toko buku lagi," kata Bryan memperingatkan Belle.
Belle tertawa dan memeluk Bryan. Saat ini dunianya dipenuhi oleh Bryan. Belle bahagia bersama Bryan begitu pula sebaliknya.
"Kita akan jalan jalan saja," ucap Belle.
"I love you, Baby." Bryan mencium kembali bibir Belle.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤