IN THE DARK ROOM WITH YOU

IN THE DARK ROOM WITH YOU
#72



"Kau sahabat baikku..aku tak akan pernah melupakanmu," Val memeluk Rev lagi.


Lalu Rev menggendong Elora dan mencium pipinya.


"Sampai berjumpa lagi bayi cantikku," kata Val yang masih menciumi wajah cantik Elora.


Elora tersenyum dan mencium pipi Val.


Setelah berpamitan, Val dan keluarganya keluar menuju pintu utama. Kedua orang tua Val masuk ke dalam mobil terlebih dulu.


Val dan Rev kembali berpelukan. Tampak Gen yang baru datang dan turun dari motor besarnya.


Dia melihat ke arah Val dan mereka memang masih seperti musuh bebuyutan sampai sekarang meskipun sudah beranjak remaja.


Val dan Gen saling berpandangan tanpa ada kata apapun.



"Gen..Val akan pindah keluar negeri," kata Belle.


"Hmm ya..hati hati dijalan," kata Gen singkat lalu masuk ke dalam mansion tanpa bersalaman.



"Sampai bertemu lagi Gen," teriak Val.


Gen tampak cuek dan tetap berjalan masuk ke dalam mansion.


"Kau tahu Gen kan?jangan pedulikan dia sayang," kata Belle mencium kedua pipi Val.


"Bye aunty, Rev, Lora...i'll be miss you all. Sampaikan salamku pada uncle Bryan, aunty," kata Val yang kemudian masuk ke dalam mobil.


Val melambaikan tangannya ke arah mereka. Tampak dari kejauhan, Gen melihat kepergian Val dari jendela kamarnya yang ada di lantai 2.


Val mengusap air matanya karena akan berpisah dari satu satunya sahabat baiknya selama ini.


Rev memeluk Belle karena menahan kesedihan ditinggal oleh Val.


"Kakak.. Jangan bersedih.. Bukankah masih ada aku?" kata Elora memeluk kaki Rev.


Rev dan Belle tertawa pelan melihat hal itu. Lalu merekapun masuk ke dalam mansion mereka.


Malam pun tiba, semua tampak berkumpul di meja makan. Belle sudah mengatakan pada Bryan bahwa Valery dan keluarganya telah pindah keluar negeri.


"Dad, jika liburan, bolehkah aku mengunjungi Valery di London?" tanya Rev.


"Tentu saja sayang. Tetapi Gen harus ikut untuk menjagamu," jawab Bryan.


"Oh No..Gen akan merusak semuanya Dad," kata Rev.


"Kau pikir aku mau?" balas Gen.


"Ck..menyebalkan," kesal Rev.


"Ya Tuhan..kalian ini sudah besar..kenapa masih saja sering bertengkar?" kata Belle.


Elora tampak tertawa melihat kedua kakaknya yang sering bertengkar.


Mereka sama sama mengerti bahwa sebenarnya mereka saling menyayangi. Hanya saja penyampaiannya sedikit unik yaitu dengan cara bertengkar.


"Gen.. Apa kau besok jadi ikut daddy ke perusahaan?" tanya Bryan.


"Ya dad," jawab Gen.


Gen ingin belajar bisnis pada sang ayah. Meskipun usianya terbilang masih remaja, Gen punya otak yang encer seperti sang mommy dan daddynya.


Gen cenderung memiliki tekad yang kuat jika ingin belajar sesuatu yang baru seperti Bryan.


"Baiklah..kau tidak ikut juga Rev?", tanya Bryan.


Bryan selalu adil pada semua anak anaknya dan tak ada saling membedakan sama sekali.


"No dad..besok aku ada latihan balet dan musik," jawab Rev.


Setelah makan malam, semua anggota krluarga Bryan masuk ke kamarnya masing masing.


Belle lebih dulu mengantarkan si bungsu Elora masuk ke kamarnya. Kemudian Elora menggosok giginya dan berganti baju tidur.


"Good night honey bunny..cup," Belle mengecupi wajah lucu Elora.


"Good night mommy, i love you," balas Elora.


Belle menaikkan selimut Elora kemudian keluar dari kamar Elora.


Belle masuk ke kamarnya sendiri dan melihat Bryan masih melihat ponselnya.


Belle ke kamar mandi kemudian tak berapa lama keluar dari sana menuju ranjang kebesarannya.


Belle langsung memeluk Bryan dan menciumi wajahnya.


"I love you," bisik Belle.


"I love you too baby....tidurlah," kata Bryan mengecup bibir Belle dan tangannya mengusap rambut halusnya.


"Kau tidak tidur?" tanya Belle.


"Wait..sebentar lagi," jawab Bryan.


"Apakah ponsel itu lebih menarik daripada aku?" tanya Belle.


Bryan tertawa pelan dan menaruh ponselnya di meja nakas.


"Baiklah, ayo tidur," Bryan mencium kening Belle dan memeluk tubunya.


Belle tersenyum dan merasakan kehangatan pelukan Bryan yang sangat disukainya.


Belle bersyukur bertemu dengan Bryan. Bryan memberikan kebahagiaan yang sangat lengkap pada hidupnya. Dan semakin hari cintanya pada Bryan semakin bertambah.


"I love you so much, honey," bisik Belle lagi sebelum memejamkan matanya.


THE END....


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA.❤❤❤