
"Moooommm..lihatlah apa yang dilakukan Gen..dia selalu menggangguku mom", teriak Rev dari arah ruang tengah.
"Gen..apa yang kau lakukan pada adikmu?", tanya Belle tenang.
"Aku hanya membantunya membuat lukisannya lebih bagus mom", jawab Gen sambil tertawa.
"Kau merusaknya Gen..i hate you" kesal Rev.
"I love you sistaaahhh", ledek Gen tertawa puas dan kembali ke kamarnya.
"Gen..jangan lakukan hal itu lagi sayang", kata Belle.
"Look mom..lihat apa yang dilakukan Gen pada gambarku", rengek Rev.
"Baiklah..mommy akan membantumu memperbaikinya sayang", kata Belle lembut.
Rev dan Gen memang lumayan sering bertengkar tetapi mereka tetap saling sayang. Gen yang sangat usil selalu mengganggu Rev, sang adik.
Rev dan Gen sudah berusia 9 tahun. Belle tak berniat menambah bayi lagi karena dirinya pernah keguguran kembali 2 tahun yang lalu. Dan Bryan mendukung apapun keputusan Belle.
Rev dan Gen termasuk anak anak yang pintar dan berprestasi di sekolahnya. Belle dan Bryan selalu mendukung passion anaknya yang berbeda.
Rev lebih suka seni sedangkan Gen lebih suka sains. Gen sering mengikuti olimpiade sains.
Rev mencoba semua bidang seni yang disukainya yaitu melukis, menyanyi dan bermain musik serta balet.
Bryan datang menjelang malam. Dia melihat Belle sedang di dapur memasak untuk makan malam. Sudah lama Belle tak menggunakan Chef lagi. Dia ingin memasak sendiri untuk anak anak dan suaminya.
Lagipula Belle tak terlalu banyak kegiatan sejak si kembar mulai besar.
"Hallo honey", Bryan mencium tengkuk leher Belle yang sedang memotong sayuran.
"Kau sudah pulang?", tanya Belle.
"Hmm..tak terlalu banyak pekerjaan di perusahaan..aku merindukanmu", bisik Bryan dan menjilat cuping Belle.
"Oh God..aku sedang memegang pisau Bryan", kata Belle yang kegelian.
Bryan tertawa pelan dan mencium pipinya.
"Aku akan ganti baju dulu..dimana kiddos?", tanya Bryan.
"Mereka di kamar dengan dunianya masing masing", jawab Belle.
"Aku ingin menghajarmu nanti malam..persiapkan dirimu honey", bisik Bryan.
Belle tertawa pelan dengan ucapan Bryan itu.
Belle dan Bryan sama sama tipe yang tidak suka membiarkan masalah berlarut larut. Mereka akan segera menyelesaikannya hari itu juga dengan solusi yang terbaik.
Setelah makan malam telah siap, Belle memanggil si kembar dan Bryan untuk menuju ruang makan.
Bryan menuju ruang makan dan duduk di sebelah Belle.
"Dimana anak anak?", tanya Bryan.
Gen tampak turun dari tangga sembari memegang ponsel dan Rev mengejarnya dari belakang sambil berteriak.
"Gen..kembalikan ponselku", teriak Rev mengejar Gen.
"No...aku akan menunjukkannya pada mommy dan daddy", jawab Gen tertawa dan berlari menghindari Rev.
"Hei..apa yang kalian lakukan?jangan berlari di tangga sayang..itu berbahaya", kata Belle.
"Mom..look...Rev memotret seorang anak laki laki", Gen menunjukkan foto di ponsel Rev pada Belle dan Bryan.
"Geeeeennnn", teriak Rev kesal.
"Oh God..kau juga latihan menyanyi opera, Rev?", tanya Gen yang membuat Rev semakin marah.
"Gen..kembalikan ponsel Rev", kata Bryan.
Gen langsung berhenti menghindari Rev dan mengembalikan ponsel Rev.
"Gen..lain kali kau tak boleh begitu..itu privasi adikmu..bagaimana jika Rev mengambil ponselmu?", tanya Bryan.
"Oke Dad", jawab Gen tersenyum.
"Siapa anak laki laki itu sayang?", tanya Belle tersenyum.
"Moooommm..aku tak ingin membahasnya", jawab Rev yang masih kesal pada Gen.
"Dia temanku mom, Rev menyukainya", jawab Gen cuek.
"GEN!!!", teriak Rev lagi.
"Oh God..teriakanmu benar benar membuat telingaku sakit Rev", Gen menutup telinganya.
Bryan hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua anaknya ini.
"Ayo kita makan", kata Belle.
Dan merekapun makan bersama dengan diselingi sharing kedua anaknya tentang kegiatannya di sekolah tadi.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤