IN THE DARK ROOM WITH YOU

IN THE DARK ROOM WITH YOU
#34



"Di mana Belle?" tanya Alice.


"Dia sedang tidak enak badan," jawab Bryan dan duduk di sebelah Allan.


"Apa aku perlu mengantarkannya makanan?" tanya Alice.


"Tidak perlu, dia sedang beristirahat sekarang. Thanks, Alice," jawab Bryan tersenyum.


Bryan menilai Alice adalah wanita yang baik dan dewasa. Dia tak enak hati jika harus menjauhi Alice yang tak pernah membuat masalah dengannya.


Bryan juga sebenarnya memikirkan perasaan Belle. Hanya saja menurutnya Belle terlalu berlebihan padahal Alice bersikap sangat ramah pada Belle.


Bryan ingin Belle bisa bersikap lebih dewasa karena hubungan mereka akan sangat rentan jika Belle terus bersikap seperti ini.


Bryan sengaja membiarkan Belle agar Belle bisa berpikir lebih jernih.


Seperti tahun tahun sebelumnya, Bryan biasanya akan menghabiskan waktunya sampai dini hari bersama teman temannya di mansion jika dirinya berulang tahun.


Belle merasa perutnya sangat lapar karena memang dia belum makan malam tadi. Belle akhirnya keluar menuju dapur. Syukurlah acara pesta barbeque dilakukan di luar taman. Jadi Belle tak akan melihat teman teman Bryan.


Belle mengambil bahan makanan di kulkas dan membuat fetucini carbonara. Dia ingin membuat makanan yang cepat dan gampang saja.


Setengah jam kemudian, Belle telah selesai memasak dan mulai memakannya di meja dapur sembari membaca buku seperti biasanya.


"Bell? Apa kau sudah baikan?" tanya Alice yang tiba tiba muncul di dapur.


"Aku tidak sakit," jawab Belle tanpa menoleh pada Alice.


"Bryan bilang kau tidak enak badan", kata Alice.


"Tidak, aku hanya tidak mood," jawab Belle yang kembali membaca bukunya.


"Ah begitu, maaf mengganggumu. Aku hanya ingin mengambil gelas di lemari bawah," kata Alice tersenyum.


Belle tak terlalu memperhatikannya meskipun dirinya mulai tak suka dengan kedatangan Alice.


"Aku tak bertanya padamu," jawab Belle santai tanpa melihat Alice.


"Maaf, aku tak bermaksud begitu. Aku dan Bryan hanya teman baik. Keluarga kami berteman," ucap Alice.


"Bukan urusanku," jawab Belle singkat.


"Kau tidak suka padaku, Bell?" tanya Alice.


"Ya, aku tahu kau menyukainya", Belle menatap Alice.


"Ya, aku memang menyukainya. Tapi aku ikut bahagia jika dia bersamamu, Bell. Kuharap kita bisa juga bisa berteman baik," kata Alice.


"Are you kidding me? Aku tak akan bisa berteman dengan wanita yang menyukai kekasihku. Kurasa kau sudah gila, Alice," Belle menaruh piringnya di wastafel dan pergi meninggalkan Alice.


"Aku tak seburuk yang kau sangka, Bell," kata Alice.


"Bullshit," balas Belle tanpa melihat Alice dan terus berjalan.


Belle tak kembali ke kamarnya, tetapi dia ke lantai atas untuk mencari kamar lain. Dia tak ingin bertemu Bryan dulu malam ini.


Dia masih berusaha bersikap biasa saja pada Alice. Belle bisa saja mencekik leher Alice karena kesal melihat wajah sok baiknya.


Belle masuk ke kamar yang dipilihnya secara random lalu mengunci pintunya dan menyender di balik pintu.


"Hufft ... Aku benar benar kesal melihatnya ... Aku berlebihan? Whatever!!!" teriak Belle marah dan naik ke ranjang.


Ini adalah hubungan pertama Belle dengan seorang pria, jadi mungkin Belle merasa dirinya memang posesif pada Bryan.


Teman teman Bryan pulang dari mansion pukul 2 dini hari. Bryan berusaha menikmati acaranya untuk menghargai teman temannya yang datang meskipun sebenarnya pikirannya masih tertuju pada Belle.


JANGAJ LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH ❤❤❤