
Bryan belum bisa meninggalkan New York karena orang tuanya masih ada di mansion. Padahal sebenarnya Bryan ingin sekali ke Boston untuk menemui Belle.
Dia ingin masalahnya dengan Belle cepat selesai. Malam ini, Seren mengundang keluarga Alice datang ke mansion. Sesuatu yang tak bisa dicegah oleh Bryan. Dia tak bisa merusak hubungan pertemanan keluarganya dan keluarga Alice hanya karena Belle.
Tidak mungkim kan, jika Bryan mencegah keluarga Alice datang ke mansionnya.
Belle menuju mansion Bryan dan security yang mengenali Belle langsung membuka gerbangnya.
Ketika turun dari mobilnya, Belle melihat Alice turun dari tangga depan mansion dan mereka saling bertatapan.
"Bell?kau disini? aku sedang makan malam keluarga dengan keluargaku juga..kuharap kau tidak salah paham", kata Alice menjelaskan.
Belle hanya diam dan menuju security.
"Bell..kau tidak masuk dulu? Bryan pasti senang melihatmu", ucap Alice.
Belle lagi lagi tak menjawab dan hanya diam.
"Tolong berikan ini pada Tuan Bryan", kata Belle pada security.
"Baik nona", jawab Security.
"Bell..", panggil Bryan dari belakang Alice.
Belle tak melihat Bryan dan langsung keluar menuju gerbang.
"Bell", teriak Bryan dan menahan tangan Belle.
"Just let me go", kata Belle dengan tatapan dinginnya.
Bryan mengambil kunci mobil Belle tadi dari security dan menarik Belle masuk ke dalam mobil. Lalu mereka keluar dari mansion.
Mereka sama sama diam di dalam mobil. Bryan membawa Belle ke apartemennya di tengah kota.
Lalu dia menarik tangannya dan membawanya ke kamar apartemen mewahnya.
Bryan mencium Belle setelah tiba di kamar tetapi Belle mendorong tubuh Bryan.
"Don't touch me", ucap Belle dingin.
Belle hanya diam karena ucapan Bryan menjelaskan bahwa Bryan tak akan bisa mengikuti aturannya. Jadi menurut Belle dirinya juga akan percuma jika berbicara.
Belle berbalik dan menuju lift tetapi Bryan menahan tubuhnya.
"Kita selesaikan ini dulu", kata Bryan.
Belle menggeleng.
"Bicaralah", kata Bryan yang sudah frustasi dengan diamnya Belle.
"Tak ada yang harus kukatakan..pada akhirnya kau tak akan mengikuti aturanku", jawab Belle datar.
"Kau sangat keras kepala Bell..hatimu terlalu keras", geram Bryan.
"It's me..jika kau tak suka tinggalkan aku", jawab Belle.
"Oh God... aku muak dengan sikapmu yang seperti ini Bell..kau sama sekali tak memikirkan aku.. pikirkan posisiku.. kau hanya memikirkan dirimu sendiri..kau egois Bell", kesal Bryan.
Belle merasa tak perlu menjelaskan apapun lagi pada Bryan. Karena menurutnya itu tak berguna. Toh Bryan tetap menganggapnya tak dewasa dan berlebihan.
"Aku pergi", kata Belle akhirnya.
"Pergilah...", jawab Bryan tanpa melihat Belle.
Dia merasa bahwa dirinya saja yang berusaha dalam hubungan ini. Belle tak pernah mau mendengarkan pendapatnya dan keras kepala dengan prinsipnya sendiri.
Masalah kecil seperti ini sudah membuat mereka goyah. Bryan menyadari bahwa hubungan mereka sangat tak kuat. Bryan ingin memberi waktu pada dirinya dan Belle akan arti hubungan ini.
Belle keluar dari apartemen Bryan dan kembali ke hotel menggunakan taxi. Sepanjang perjalanan, air matanya mengalir tanpa suara tangisan.
BRAAAKKKKK....
Taxi yang ditumpangi Belle tiba tiba ditabrak oleh truk dari belakang sampai posisinya terbalik. Belle pingsan seketika.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤