
"Ingat..jangan keluar untuk sesuatu yang tidak penting...kau hanya keluar untuk kuliah saja", kata Bryan mengingatkan.
Belle memandang heran pada Bryan. Belle tak menyangka Bryan juga akan seposesif ini padanya. Tapi Belle tak masalah dengan hal itu.
Belle mengangguk dan tersenyum lalu mencium bibir Bryan.
"Kau tidak ingin menambah seminggu lagi disini?", tanya Belle.
"Kau merayuku?", tanya Bryan tertawa pelan.
Belle mengangguk dan Bryan menciumnya dengan gemas.
"Aku akan sering kemari", jawab Bryan.
"Baiklah..aku akan menunggumu tuan", ucap Belle.
Setelah cukup lama berpamitan, akhirnya Bryan pun kembali ke New York.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Belle menjalani hari harinya seperti biasa. Bryan tiap hari meneleponnya dan sudah beberapa bulan mereka menjalani LDR ini.
Bryan sering mengunjungi Belle ke Boston. Saking seringnya, Belle merasa tak menjalani LDR dengan Bryan.
1 bulan terakhir ini, Bryan belum datang mengunjungi Belle. Bryan sering keluar negeri dan membuatnya sibuk. Belle juga tak terlalu memikirkannya karena Belle juga sangat sibuk dengan kuliahnya yang semakin padat.
Bryan terkadang menyuruh Belle ke New York. Hanya saja, Belle belum ada waktu senggang. Rencananya Belle akan berlibur ke New York ketika liburan semester tiba.
Hubungan Belle dan Bryan semakin dalam. Belle sudah bisa mengatur emosinya jika Bryan tak menghubunginya seharian. Belle mencoba mengerti kesibukan Bryan karena dia sendiri juga sangat sibuk dan kadang lupa dengan Bryan.
Belle masih berhubungan dengan Maya. Maya adalah satu satunya teman yang dekat dengannya.
Ting tong.....
Bel apartemen Belle berbunyi. Belle langsung menuju pintu dan membukanya.
"SURPRISEEEEE", teriak Maya dan Deborah.
"Oh My God...", Belle menganga terkejut melihat kedua temannya datang ke Boston.
Maya dan Deborah memeluk Belle bersamaan.
"Aku tak menyangka kalian akan kemari", kata Belle yang masih terkejut.
"Kami mendapat cuti seminggu..let's having fun girl", kata Maya semangat.
"No ..i can't...aku sangat sibuk kuliah..tapi kalau hanya shopping, aku akan menemani kalian", jawab Belle.
"No problem honey..ah ya..bagaimana hubunganmu dengan Bryan?", tanya Maya.
"What??who??? apakah aku ketinggalan berita?", tanya Deborah bingung.
"Dia berpacaran dengan tuan besar Bryan Riley Robert...hebat bukan?aku iri sekali padanya", kata Maya yang sudah membuka kulkas Belle untuk mencari makanan.
"Whattttt???? really???? OMG... kau hebat Belle..tangkapanmu tak main main hanya dalam sekali tangkap..apa rahasiamu?wait ...apakah kau memberikan hal itu padanya?", tanya Deborah kepo.
"Hmm..", jawab Belle santai.
"Oh God..i don't believe this...temanku yang bagaikan perawan suci sudah melakukan hal ini?", Deborah masih terkejut dengan kenyataan ini.
Maya tertawa keras mendengar ucapan Deborah.
"Bell..masakkan kami sesuatu..aku sangat lapar", kata Maya.
"Ck..kalian benar benar merepotkanku..ingat selama kalian disini jangan ada satupun yang berantakan..oke??", kata Belle memperingatkan.
"Oke Bu Dosen", jawab Maya.
"Wait aku masih mencerna kata kata Bell tadi..bagaimana bisa kau bertemu tuan Bryan, Bell?", tanya Deborah yang masih kepo.
"Ceritanya sangat panjang..dan itu semua berawal dari Maya..kau tanya saja padanya", jawab Belle yang mulai sibuk memasak.
"Maya...kau berhutang cerita padaku", kata Deborah.
Maya hanya tertawa sembari memakan apel dan jus jeruk yang ada di kulkas Belle.
3 wanita ini menghabiskan waktunya semalaman untuk bercerita segala hal. Dan Belle sangat senang kedatangan 2 teman dekatnya karena sedikit menghilangkan stressnya di tengah kesibukan kuliahnya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA.❤❤❤