
Arahan petunjuk yang di berikan oleh Diva di simak baik oleh Sandra karena sejak kembali ke Indonesia memang Sandra daya ingatan akan rute jalan pintas sudah sangat lupa, Sandra sudah terbiasa hidup di belahan penjuru yang lain.
"kita kemana sih?" tanya Sandra
"Sudah lu ikutin ajah arahan gw, gw tahu lu lupa jalan tikus yang ada di Indonesia"ledek Diva
"Lu tahu sendiri, gw ini baru beberapa hari di sini dan tertimpa masalah kayak gini bikin gw pusing ajah" gerutu Sandra
"Makanya kalau lu nggak mau kita mendekam di penjara, lu ikutin ajah petunjuk dari gw ini" ucap Diva
"Iya-iya, tapi awas ajah kalau ide gila lu akan membuat kita masuk dalam penjara" ucap Sandra
"Tenang ajah, kita akan selamat dari jerat penjara yang memang seharusnya tidak pernah ada dalam kamus rencana kita" ucap Diva
"Yasudah sekarang gw mau ngebut" ucap Sandra
"Let'Go" ucap Diva
********
Satu persatu semua membelit masalah kehidupan Sandra sejak dia pergi dari belahan dunia asing beberapa tahun silam, akibat tak kuasa menahan dirinya di acuhkan oleh sahabat dekatnya sendiri beberapa tahun berlalu bagi dirinya ini hanyalah sebuah ilusi semata, namun kini jiwanya kembali meronta-ronta mengingat kilasan masa lalunya, dia ingin sekali memutar kembali waktu di mana hanya ada sosok sahabat yang selalu menemani setiap langkahnya
Kenyataanya saat kelulusan tiba, Sandra memilih untuk melanjutkan study ke negara asing yaitu London karena berada di negara yang sama dengan manusia yang menganggapnya asing itu membuat dirinya terluka
Tapi berbeda pada hari dia harus menginjakan kaki ke negara asal di mana ia tinggal selama ini. Dia tak mampu lagi menahan gejolak sesuatu yang hilang dalam dirinya yaitu sosok sahabat yang dia tunggu beberapa tahun bisa memaafkan dirinya
Nyatanya 10 tahun berlalu kini usia Sandra menginjak 29 tahun sejak peristiwa itu, dia sama sekali tak pernah mendengar kabar apa pun dari Ellyana karena Elly sudah memblokir semua akun sosmed maupun pesan singkat.
Berkali-berkali Sandra terus mencoba menghubungi dari tahun ke tahun, namun alhasil tidak membuahkan apa pun yang ada hanya sebuah rasa kekecewaan yang mendalam.
"Woi, Jangan bengong di lampu merah seperti ini, sekarang itu sudah lampu hijau. Cepat jalan!" ucap Diva
yang di panggil tak menyahut lolongan teman di pinggir samping yang sudah gusar di dera amuk yang menyala-nyala
"Woi, Denger nggak sih!" ucap Diva menggoyangkan lengan teman yang sedari tadi dalam lamunannya
"Eh, Iah. Maaf! gw lupa kalau lagi nyetir
"Pikiran lu kacau banget sih sampai lu nggak fokus kayak gini, coba cerita ke gw
"Gw masih nggak rela Elly mengakhiri hubungan pertemanan kita hanya karena Pria" ungkap Sandra
"Sabar, semua indah pada waktunya. Sekarang kita akan melakukan plan besar untuk lu dapat maaf dari si Elly" ucap Diva
"Plan besar apa?" tanya Sandra
"Makanya buruan lu tancap gas! dan nggak usah pakai acara melamun segala" ucap Diva
"Iya,-iya, bawel banget" ucap Sandra
bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...