
Cafe pelangi adalah tempat bersejarah bagiku untuk melepaskan penat yang sudah mengungkung sejak lama, namun kenyataanya cafe ini mengingatkan akan peristiwa yang tak mengenakan batinnya, Sandra harus berpisah dengan sahabat lamanya hanya karena permasalahan yang dia alami bersama Ellyana
Berpaling dari tempat itu merupakan cara terbaik agar tak mengingat lagi kejadian tersebut, namun nyatanya Sandra harus ke tempat itu untuk menemui Diva
"Hei" seru Diva
"Ngapain sih lu ajak gw ke sini" ucap Sandra beraga Satria
"Hmmmm, lu pakai ngambek segala" ucap Diva
"Lu nggak tahu ini tempat yang gw paling nggak suka" ucap Sandra beraga Satria
"Ngapain ingat masa lalu itu nggak penting! lagi pula kantor gw dekat cafe ini jadi gw bisa ketemu lu di sini" ucap Diva
"Lu tau nggak sih gw ajak lu ke sini karena ingin curhat tentang Ellyana" ucap Sandra beraga Satria
"Memang ada apa lagi sih?" tanya Diva
"Lu harus janji dulu! nggak akan ketawa" ucap Sandra
"Akh nggak mau janji" ucap Diva
"gw sama Elly jadian" bisik Sandra bergaga satria di telinga Diva
"What?! gila lu! ingat lu itu Sandra walaupun lu bertubuh satria" ucap Diva
"Gw juga nggak nyangka kalau si Elly juga suka brondong" ucap Sandra beraga Satria
"Kalau gini caranya bagaimana lu menyelesaikan misi! lama-lama lu jadi lesbi" ledek Diva
"Amit-amit cabang bayi!" ucap Sandra beraga Satria
"Kalau lu jadian sama si Elly terus lu jelasin kalau lu Sandra apa dia akan percaya" ucap Diva
"Bagiamana kalau aku mengaku sebagai sepupu sandra saja?" tanya Sandra beraga Satria
"Oke, boleh juga sih ide lu" ucap Diva
"Okez tapi nggak gratis" ucap Diva
"Lu mau apa gw kasih" ucap Sandra beraga Satria
"Gw mau ponsel keluaran terbaru, sepatu baru, baju baru, perhiasan baru dan tas baru" ucap Diva
"Gini ajah deh gw kasih uang cash buat lu shopping. Bebas lu mau beli apaan" ucap Sandra beraga Satria
"lu temenin dong?" tanya Diva
"Nggak akh, lu tahu sendiri gw itu sibuk untuk deketin si Elly supaya dia cepat maafin gw, dan gw bisa kembali ke tubuh gw" ucap Sandra beraga Satria
"Oke, gw akan belanja sendir
*
*
*
Hari berganti menjadi pagi, seorang pria remaja dengan status pacar Bu guru cantik, kini sedang menatap cermin besar di ruang kamar sederhana dengan merapihkan susunan rambut yang menjulang tinggi ke atas akibat Gel yang sudah ia poles sebelum berangkat ke sekolah
"Astaga?! kenapa pria remaja ini begitu tampan. Aku sendiri pun terkagum-kagum akan penampilan luarnya. Untung saja aku belajar dari Youtube mengenai cara menyusun rambut nanas ini" gumam Sandra
Menghirup udara dalam-dalam dari kedua lubang hidung lalu menghempaskan perlahan-lahan untuk menghilangkan sebuah penat yang sudah lama di pendam merupakan salah satu cara pengobatan alami yang di lakukan untuk ketenangan jiwa
"Hari ini gw malas ke sekolah, tapi kalau nggak sekolah gw akan di curigai" ucap Sandra beraga satria
bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...