
Ruangan Laboratorium itu menjulang tinggi, sangat luas dan besar melebihi ruangan laboratorium biasanya, di sana terdapat banyak sekali cairan-cairan serta alat-alat untuk suatu percobaan ilmiah yang di luar nalar.
Dua orang wanita muda telah sampai di area parkir, dengan langkah gontai dua orang wanita tersebut masuk tanpa permisi ke salah satu ruangan terbesar
"Halo, nona Sandra. kenapa anda dadakan sekali datang ke sini" ucap Prof. Teguh
"Maaf, profesor saya dan teman saya mengganggu konsentrasi anda" ucap Sandra
"Tidak apa-apa, Nona Sherly. Anda kan sudah saya anggap keluarga sendiri" ucap Prof. Teguh
"Terima kasih Profesor, sekarang aku ingin meminta bantuan kepada anda" ucap Sandra
"Apa yang bisa aku bantu, Nona Sandra?" tanya Profesor Teguh
"Aku ingin raga aku bertransmigrasi untuk sementara waktu ke tubuh lain, Apa bisa?" tanya Sandra
"Tentu semua bisa di lakukan, asal ada suntikan dana yang cukup besar"ucap profesor
"Anda tidak perlu khawatir mengenai dana. Saya akan mentransfer sejumlah uang yang anda inginkan asal keinginan saya itu bisa terpenuhi" ucap Sandra
"Baiklah, saya perlu waktu untuk mencari raga yang akan bersedia membantu anda" ucap Prof. Teguh
"Baiklah, saya tunggu secepatnya kabar dari anda" ucap Sandra
******
Dua wanita dalam mobil berbincang-bincang mengenai siapa raga yang akan di bertransmigrasi dengannya. Perdebatan terus terjadi di dalam mobil berwarna hitam
Tanpa melihat sudut di depan, Sandra terus melirik ke arah Diva dengan menatapnya secara lekat seolah ingin menerkam isi mulut yang terus saja menggerutu mengenai betapa bodohnya dirinya ingin bertukar raga dengan orang lain demi untuk seorang sahabat lain yang tidak pernah menilainya baik.
Tanpa di sadari seorang pria hendak melintas jalan dan terjadilah kecelakaan
Bugh!
Pria itu tergeletak seketika begitu mobil tidak berhasil di tancapkan pedal rem, kedua wanita itu membelalak, menutup mulut dengan kedua tangan mereka seolah tak percaya yang di depan mereka adalah korban dari perdebatan
"Haduh, lu sih ngajak gw ngobrol melulu, gw jadi nggak fokus nyetir!" geram Sandra
"Jangan bicara sembarangan di tempat sepi ini, mudah-mudahan dia masih hidup" ucap Sandra
Keyakinan yang di miliki Sandra berbeda dengan sebuah kenyataan yang ada, pria berparas rupawan itu nyatanya tak sadarkan diri, denyut nadinya terasa tak bisa di rasakan lagi
Hawa dingin menerpa kulitnya, wajahnya pucat pasi seperti mayat yang tergeletak di tepian, beruntungnya di jalan itu sepi akan lalu lalang yang melintas
"Buruan bantu gw masukin ini cowok" seru Sandra sambil memapah pria bertubuh lebih besar darinya
"Iya-iya, gw bantu" ucap Diva
"Giman ini, apa kita bawa pria ini ke rumah sakit terdekat?" tanya Sandra
"Kalau dia sampai masuk rumah sakit apa itu tidak akan membahayakan kita?" tanya diva dengan ambigu
"Maksud lu apa?" tanya Sandra
"Maksud gw itu kalau kita bawa dia ke rumah sakit nantinya pasti pihak rumah sakit nanya macam-macam mengenai siapa yang menabrak pria ini" ucap diva
"Terus kita kemana sekarang?" tanya Sandra
"Sudah sekarang lu ikutin jalan yang gw arahkan" ucap diva
"Oke" ucap Sandra
bersambung..
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebayak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
Warning!
Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.