
Anak berusia dua tahun itu begitu mengemaskan, pipinya yang gembul membuat pesona tersendiri bagi yang melirik ke arahnya seolah membius Sandra dengan paras imut serta lincah, Erik menarik pergelangan tangan Momy Elly dengan merengek meminta botol susu yang tak sabar ia lahap dengan menggigit dot lalu meneguk sedikit demi sedikit aliran dari botol susu yang memang di bentuk khusus untuk bocah tersebut anteng beberapa saat.
"Ya ampun, Kak Elly" kaget Satria
"Kenapa?" tanya Elly
"Itu si dede Erik minum susunya tumpah. Apa karena tutup botolnya tidak rapat" ucap Satria
"Kamu benar!" pekik Elly
"Biar aku bantu, Kak" ucap Satria
"Tidak usah, ini memang tugas aku sebagai ibu"cegah Elly
"Kakak memang Ibu yang baik untuk Erik. Kalau boleh aku tahu suami Kakak kapan pulangnya?" tanya Satria
Degh!
Lontaran satu kata dari Satria mampu mengocok kembali putaran memory yang sudah lama di lupakan mengenai mantan suaminya yang bernama Ronald Handoko yang telah menyiksa dirinya selama hidup berumah tangga atas dasar perjodohan yang di lakukan oleh kedua orang tua mereka
Elly awalnya terpaksa menerima perjodohan itu karena Kevin berselingkuh dengan sahabat karibnya bernama Sandra Cendawan yang main belakang saat dirinya hendak membeli sebuah makanan di cafe untuk mamanya.
Flashback on
"Kamu ini bisa kerja nggak"hardik Ronald
"Maaf, Mas. Aku lupa untuk menyiapkan makanan di atas meja untuk kamu
"Dasar istri nggak berguna! aku pulang bukannya kerja untuk melayani suami untuk makan malam"geram Ronald membuka ikat pinggang lalu memukul hingga sekujur tubuhnya membiru
"Maaf mas, A-aku sibuk untuk mengurus Erik" ucap Elly
"Banyak alasan kamu!!" Hardik Ronald
Plak!
Satu tamparan kasar tepat di pipi Elly membuat dirinya meringis kesakitan di balut dengan siksaan cambuk oleh ikat pinggang membuat dirinya merasakan perih di sekujur tubuh
Flashback off
"Kak, kok malah diam?" tanya Satria
"Hmmm, Aku janda" lirih Elly
"Tidak apa-apa. Kamu tidak perlu memikirkan soal statusku, bukankah lebih baik aku janda agar kamu bisa menjadi pacar aku" ucap Elly
"Hmmm, Kakak bisa saja becanda" ucap Satria
"Kalau ini serius gimana?" tanya Elly
"Mana mungkin seorang guru cantik seperti kakak bisa menyukai pria remaja seperti aku" ucap Satria
"Ini kenyataan memang dari awal aku bertemu dan bertatapan langsung dengan kamu hati aku bergetar dan aku memang suka sama kamu" ucap Elly
"Damn! kenapa si Elly jadi suka sama Satria sih! gw jadi harus terpaksa bersandiwara begini karena gw nggak ada cara lain"gumam Sandra
"Kalau begitu apa kamu menjadi kekasih aku secara diam-diam tanpa orang lain tahu?" tanya Elly
"Hmmm, tentunya itu sebuah kehormatan besar untuk pria remaja bisa memiliki Kakak cantik dan aku janji akan merahasiakan ini dari semua orang dulu" ucap Satria
"Terima kasih, sayang! mulai sekarang jangan panggil aku kakak lagi panggil aku sayang" pinta Elly
"O-oke, sayang" ucap Satria
"Damn! rasanya menjijikan sekali aku harus memanggil sahabat sendiri dengan kata sayang! kapan sih misi gw berhasil dan apa mungkin Elly percaya pada perkataan Satria" gumam Sandra
"Kamu mau minum, sayang?" tanya Elly
"Nggak usah aku mau pulang dulu ajah" ucap Satria
"Kok pulang cepat banget sih, kita kan belum ngobrol banyak" cegah Elly
"Aku harus menyelesaikan PR sekolah" ucap Satria
"Oh, baiklah. Hati-hati di jalan ya, sayang" ucap Elly
"I-iya, makasih" ucap Satria
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like, vote, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...