I Miss You My Best Friend

I Miss You My Best Friend
47. Latar belakang Satria



Kepergian Satria menolehkan serangkaian pertanyaan di hati Martha karena kelakuan anak itu mirip sekali dengan anaknya yang kini entah kemana keberadaanya setelah pulang hanya untuk meminta izin.


Flashback on


Sandra sudah mengetahui selak beluk dari keluarga Dirgantoro, Ia pun terpaksa bersandiwara untuk pergi merantau mencari pekerjaan lalu ingin kos di dekat sekolahnya agar mudah di jangkau jika hendak bekerja part time.


Informasi yang ia dapatkan ini tentu saja semua itu dari salah satu sahabatnya bernama Diva.


"Ma, Aku minta izin untuk pergi selama tiga bulan ini." Ucap Satria berjiwa Sandra


"Memangnya selama tiga bulan ini kamu mau kemana?" tanya Martha


"Aku ingin mandiri dengan mencari tambahan pekerjaan untuk membiayai sekolah aku."lirih Satria


"Baiklah, Mama izinkan asalkan kamu berhati-berhati di luar sana dan kabari mama jika kamu mengalami kesulitan." Ucap Martha


Rasa Khawatir sudah menjadi mendarah daging bagi seorang ibu kepada anaknya yang masih dalam tahap remaja, namun apa daya bagi seorang janda seperti Martha tak ada pilihan lain selain membiarkan putranya untuk berpetualang mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhannya dengan adiknya.


Sebenarnya Martha merasa heran mengenai pekerjaan apa yang bisa di lakukan oleh seorang anak remaja yang tidak mempunyai sama sekali ijazah, namun keheranannya segera di tepis karena mungkin saja Satria bekerja paruh waktu sebagai buruh bangunan yang mewajibkan Satria untuk menginap.


Flashback off


"Gw harus kemana ya, Apa gw temui lagi profesor itu untuk menyetujui ini semua dari pada gw jadi gelandangan di jalan bersama raga orang lain." Gumam Satria asli.


Tanpa berfikir panjang lagi untuk pergi, akhirnya Satria membuat keputusan sendiri untuk menyetujui tawaran Profesor. Teguh dengan di imingi upah yang besar. Siapa sih yang nggak tergiur sama yang namanya uang, apa lagi Satria asli sangat membutuhkan uang untuk keperluan sehari-harinya untuk mencukupi mama dan satu adik laki-lakinya.


Martha sangatlah menyayangi kedua putranya, meski dia hanya penjual gorengan keliling, namun dia bisa menghidupi kedua putranya sejauh ini adalah hal yang menakjubkan.


Sebagai seorang ibu yang baik untuk kedua putranya, Martha tak pernah mengeluh, dia selalu bersyukur dengan apa yang ia miliki. Meski dirinya selalu saja di rendung oleh rasa kegelisahan yang tak menentu akibat kedua putranya harus banting tulang membiayai kebutuhan sekolah mereka dengan cara bekerja paruh waktu.


Hati mana yang tak perih melihat kedua putranya yang masih di bilang tak seharusnya bekerja keras sedini ini harus merasakan sulitnya mencari uang demi kebutuhan sehari-hari dan juga untuk biaya sekolah mereka masing-masing.


Sebagai panutan yang baik Satria tidak membiarkan lagi adiknya bekerja paruh waktu, dia ingin adiknya tidak merasakan apa yang dia rasakan yaitu di tolak bekerja di perusahaan besar hanya karena tidak memiliki ijazah Sarjana dan masih terbilang anak remaja.


Penolakan yang di rasakan Satria membuat Satria tidak mengizinkan adiknya untuk banting tulang, sehingga Satria ingin bekerja di perusahaan yang profitnya bisa di katakan seimbang.


Bersambung ..


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....