I Miss You My Best Friend

I Miss You My Best Friend
15. Mimpi belaka



Tersadar ini bukan mimpi belaka sebuah bell sekolah mengejutkan Seorang pria berjiwa wanita, dia mengayunkan tubuh lapis roti enam itu untuk masuk ke dalam ruangan kecil di sebelah ruang kelas


Dengan langkah kasar, Pria itu menuju sebuah tempat istirahat dimana terdapat banyak kaca besar menempel di dinding dengan wastafel, Ia mulai mencuci kasar pergelangan lengannya yang nampak jemari yang biasanya lentik sekarang jemari itu berubah menjadi besar dan kasar


Pria di depan cermin yang di pinjam raga oleh Sandra ini memang tampan sekali, namun sayang sekali dia masih pria remaja yang terlihat memang maskulin sekali


"Sepertinya pria ini sering berolahraga, tubuhnya sampai sixpack seperti ini" ucap Sandra


Pikiran Sandra langsung di tepis, dia kembali pada tujuan utamanya untuk menemukan keberadaan Elly di sekolah ini sebagai guru


Sandra mengetahui ini dari Diva ketika Diva membayar sejumlah biaya sekolah untuk Satria yang sempat putus karena faktor ekonomi


Kebetulan Elly sedang keluar dari ruangan guru sehingga Diva tidak bergeming melihat Elly yang ternyata masih tinggal di negara yang sama dengan saat ini.


*******


Dengan membasuh kasar wajah satria kini mulai kembali segar, Ia pun kembali menuju ruang kelas yang sudah di beritahukan bahwa dia berada di ruang 11 A IPS


"Anak-anak, hari ini kita akan mengadakan ulangan dadakan bahasa Indonesia" ucap Elly


"Yah! jangan dong,Bu. Kami belum siap untuk ulangan" ucap salah satu murid


"Tenang! harap kalian tenang dulu! Ibu belum selesai bicara! kalian bisa open book catatan kalian" ucap Elly


"Bu, saya tidak punya catatan karena saya baru hari ini masuk kembali setelah lama putus sekolah," ucap satria dengan mengacungkan tangan kanannya tiggi ke atas


"Kamu Satria ya?" tanya Elly dengan melihat name tag di saku dada sebelah kiri


"Betul, Bu" ucap Satria


"Ini anak kenapa terlihat sangat tampan banget, Gw jadi terpesona" gumam Elly


"Yasudah, saya pinjamkan catatannya. Kamu maju ke depan untuk ambil" ucap Elly


"Ya ampun dari dekat terlihat sangat manis sekali. Aku harus bisa dekat sama anak ini, meskipun dia brondong tapi aku benar-benar suka dia" gumam Elly


Dari dekat Elly memandang tanpa berkedip, dia menelan kasar Saliva dengan merah merona mencium bau aroma wangi di sekujur tubuh Satria


"Dia itu pria remaja yang sangat manis dengan bau parfum itu. Aku makin menyukainya" gumam Elly


"Hmmm, Satria catatan ini kamu besok salin saja ke buku catatan kamu. Kamu bisa mengembalikannya kapan saja"ucap Elly


"Bagaimana kalau saya mengembalikannya langsung ke rumah ibu saja" ucap Satria


"Hmmm, boleh" ucap Elly


"Saya minta nomer ponsel ibu Elly" ucap satria


"Untuk apa?" tanya Elly


"Untuk ibu bisa mengirimi saya alamat rumah ibu dan memastikan alamat itu tidak salah" ucap satria


"Baiklah, ini nomer ponsel ibu," ucap Elly dengan senyum tipis


"Yes, aku bisa lebih dekat lagi dengan pria remaja imut ini. Bahkan dia meminta nomer ponsel aku"gumam Elly


"Yes, akhirnya setelah sekian tahun aku bisa mendapatkan nomer ponsel Elly yang baru. Aku akan pastikan dekat dengan dia lalu akan aku ceritakan bahwa kejadian di masa lalu itu hanya sebuah kesalahpahaman" gumam Sadra bertubuh satria


bersambung....


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...