I Miss You My Best Friend

I Miss You My Best Friend
28. Harus bisa dapat MAAF



Maaf adalah sebuah kata yang memang mudah sekali di ucapkan, namun sulit di lakukan. Itulah yang di rasakan Sandra saat semua terasa kata maaf yang dia lontarkan kepada Elly tidak akan pernah bisa mengubah kenyataan hidup bahwa Elly masih belum bisa memaafkan dirinya.


Lelah dengan semua yang terjadi, Sandra menatap lekat langit yang gelap di balik balkon dekat kamar tidurnya


"Kenapa lu nggak nginep di rumah Satria?" tanya Diva


"Nggak terbiasa gw dengan rumah kumuh dan tak terawat itu" ucap Sandra beraga Satria


"Kalau begini caranya orang-orang akan curiga. Apa lagi kalau Kevin ke sini dan lihat lu sebagai Satria apa dia akan memukuli raga lu sebagai Satria?" tanya Diva


"Nanti gw bilang saja kalau Satria ini keponakan Sandra" ucap Sandra beraga Satria


"Anak pintar" ucap Diva


"Yuk, tidur! gw ngantuk banget" ucap Diva


"Nginep berapa hari di mansion gw?" tanya Sandra beraga Satria


"Seminggu ya! gw males pulang" ucap Diva


"Bayar ya tinggal di mansion orang lain nggak ada yang gratisan di dunia ini" ucap Sandra beraga Satria


"Bodo amat! gw kan bukan orang asing, tapi salah satu sahabat baik lu yang nggak pernah ninggalin lu" ucap Diva


"Iya-iya, tapi tetap meski lu sahabat gw, Elly tetap nomer satu sebagai sahabat gw" ucap Sandra Beraga Satria


"Di nomer segala macam! memangnya lagi main kesebelasan" ucap Diva


"Nggak lucu, tapi Lu tau nggak sih? kenapa gw begitu menganggap Elly nomer satu sebagai sahabat gw?"tanya Sandra beraga Satria


"Iya-iya, Maaf kalau gw salah bicara. terus kenapa sampai di nomer satukan?" tanya Diva


"Karena hanya dia yang bilang kalau dia itu nggak suka temenan sama gw" ucap Sandra beraga Satria


"Hah?! terus?" timpal Diva


"Parah lu! masa dia bilang gitu di jadikan sahabat yang ada dia itu musuh dalam selimut" ucap Diva


"Eh jangan salah sangka! justru karena perkataan pesannya itu membuat gw saat ini meraih kesuksesan" ucap Sandra beraga Satria


"Oh, begitu ya!" ucap Diva


"Iya, makanya gw mengejar maaf dari dia karena kesuksesan yang gw raih ini adalah bentuk dari perkataan pedas yang dia lontarkan untukku" ucap Sandra beraga Satria


"Kalau begitu sekarang lu boleh lontarkan perkataan pedas ke gw deh biar gw juga sukses seperti lu," ucap Diva sambil terkekeh


"Hmmmm, setiap orang itu berbeda-beda, gw bukan si Elly kali" ucap Sandra beraga Satria


"Becanda gw! Hayu sekarang kita pergi ke rumah Elly untuk lu bisa dapat maaf sebagai Satria dulu ajah" ucap Diva


"Caranya gimana??" tanya Sandra beraga Satria


"Biasanya kan para pria merayu wanita dengan bunga mawar merah, lu beli dia bunga saja" ucap Diva


"Duh, asa jijik gw ngasih ke sesama jenis bunga mawar"ucap Sandra beraga Satria


"Lu itu sekarang cowok! jadi ya pantas-pantas saja seorang pria memberikan wanita bunga sebagai bentuk permintaan maaf" ucap Diva


"Iya-iya gw ingat kalau gw sekarang lagi dalam tubuh si Satria, tapi kan lu juga harus ingat jiwa gw ini wanita, jadi gw merasa jijik ajah melakukan sandiwara ini" ucap Sandra beraga Satria


"Makanya sekarang lu harus dapatkan kata Maaf sebagai Satria dulu" ucap Diva


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...